Senin - Jumat07:00-21:00Sabtu07:00-13:00Hubungi kami+0315921101

Blog

artikel-2024-02-28T102933.789.png
28/Feb/2024

Sangat penting untuk mengidentifikasi tanda-tanda gula darah rendah agar dapat diobati segera. Oleh karena itu, gula darah yang rendah menyebabkan lemas, dan bahkan pengobatan yang terlambat dapat menyebabkan kejang atau pingsan.

Tubuh menggunakan gula darah sebagai sumber energi utamanya. Karbohidrat pada makanan kemudian diangkut oleh darah ke seluruh tubuh. Setelah karbohidrat dimetabolisme dan dicerna tubuh, gula dihasilkan. Hipoglikemia, atau gula darah rendah, menyebabkan fungsi tubuh tidak normal.

Penderita diabetes yang mengonsumsi insulin atau obat diabetes lainnya sering mengalami tanda gula darah rendah. Mereka yang tidak menderita diabetes juga bisa mengalami tanda-tanda ini, tetapi ini sangat jarang terjadi. Hal ini dapat terjadi pada orang yang mengikuti diet yang terlalu ketat atau mereka yang puasa terlalu lama.

 

Ciri-ciri Gula Darah Rendah

Jika kadar gula darah di bawah 70 mg/dL, itu dianggap rendah gula darah. Namun, rendahnya kadar gula darah setiap orang dapat berbeda-beda, tergantung pada kondisi kesehatan mereka. Tanda-tanda gula darah rendah tidak universal. Symptom yang paling umum termasuk lemas atau kurang energi, jantung berdebar, mual, mengantuk, pucat, sakit kepala, dan keringat dingin. Selain itu, beberapa gejala gula darah rendah lainnya yang mungkin dialami orang juga termasuk:

  • Perasaan cemas
    Tubuh melepaskan hormon adrenalin dan kortisol ketika gula darah turun. Gejala gula darah rendah seperti gemetar, berkeringat, dan jantung berdebar adalah gejala gula darah rendah.
  • Berkeringat banyak
    Gula darah rendah meningkatkan produksi keringat tubuh. Ketika kadar gula darah turun, 84 persen penderita diabetes berkeringat. Setelah gula darah kembali normal, keringat akan hilang segera.
  • Tubuh gemetaran
    Karena sistem saraf tubuh membutuhkan gula sebagai sumber energi utama, gula darah yang rendah mengganggu sistem saraf. Tubuh akan gemetar atau bergetar ketika kekurangan gula darah. Inilah sebabnya jika Anda mengalami gula darah rendah dan mengalami gemetar dan keringat dingin di tangan atau kaki Anda.
  • Sering merasa lapar
    Saat kadar gula darahnya turun, seseorang mungkin merasa sangat lapar. Ini karena tubuh tidak mendapatkan insulin yang cukup atau tidak bisa menggunakannya dengan efektif, sehingga kadar gula darah menjadi tidak terkontrol dan tidak mampu menghasilkan energi, sehingga tubuh kekurangan energi dan rasa lapar meningkat.
  • Pusingan
    Bukan sesuatu yang aneh, tetapi pusing adalah salah satu gejala gula darah rendah. Ketika kadar gula darah turun, otak berusaha menghemat darah sebanyak mungkin, yang menyebabkan pusing. Kurang darah juga dapat menyebabkan gejala lain, seperti sakit kepala atau bahkan pingsan.
  • Perubahan mood atau mood swing
    Perubahan suasana hati juga merupakan tanda gula darah rendah. Menurut penelitian, orang dengan gula darah rendah mungkin mudah tersinggung atau sensitif, keras kepala, atau berperilaku tidak normal.
  • Berbicara dengan tidak jelas
    Seseorang yang kekurangan gula darah bisa berbicara tidak jelas atau melantur, terutama jika gula darah turun hingga di bawah 70 mg/dL. Mereka mungkin menganggap bahwa mereka mengonsumsi minuman beralkohol, meskipun sebenarnya mereka tidak menyentuhnya sama sekali.
  • Sulit untuk berkonsentrasi
    Ada hubungan antara kurangnya asupan gula dan hilangnya konsentrasi. Jika gula darah turun, otak tidak dapat bekerja dengan baik dan sulit berkonsentrasi karena kekurangan energi.
  • Penglihatan yang kabur
    Jika Anda menderita diabetes dan tiba-tiba mengalami penglihatan kabur, itu mungkin tanda gula darah rendah. Ini karena cara otak menerima dan menafsirkan penglihatan dipengaruhi oleh kadar gula darah rendah.

 

Jika Anda mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan pengobatan segera, Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di:

  • 0315921101
  • 085233664118

Atau Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier di Jl. Raya Dharma Husada Indah No.26, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY,
Jawa Timur 60285


artikel-2024-02-27T103814.194.png
27/Feb/2024

Makanan yang kita konsumsi mungkin berkontribusi pada peningkatan kadar kolesterol jahat. Jika kadarnya tidak terkontrol, kolesterol jahat akan berbahaya bagi kesehatan tubuh. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui dan mengurangi konsumsi makanan yang mengandung kolesterol jahat.

Tubuh membutuhkan kolesterol sebagai salah satu lemak dalam darah untuk menghasilkan hormon dan sel baru. Secara umum, ada dua jenis kolesterol: kolesterol jahat (low density lipoprotein atau LDL) dan kolesterol baik (high-density lipoprotein atau HDL).

Karena kolesterol LDL disebut sebagai kolesterol jahat, kadarnya yang terlalu tinggi dapat menyebabkan pembentukan plak yang menyumbat dinding pembuluh darah (aterosklerosis), yang meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Di sisi lain, kadar kolesterol baik yang tinggi, juga dikenal sebagai HDL, dapat membantu mengurangi kadar kolesterol jahat.

 

Macam-macam Makanan Dengan Tingkat Kolesterol Tinggi

Meskipun organ hati menghasilkan kolesterol secara alami, berbagai makanan juga dapat menghasilkannya. Kolesterol jahat dalam makanan bervariasi, dengan beberapa makanan memiliki kadar yang tinggi sedangkan yang lain memiliki kadar yang rendah. Berikut adalah beberapa contoh makanan yang memiliki kolesterol jahat:

  • Fast Food (Makanan Cepat Saji)
    Mengonsumsi makanan cepat saji, seperti pizza, hotdog, dan hamburger, sama seperti gorengan, dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dan menurunkan kadar kolesterol baik. Makan makanan cepat saji sesekali mungkin masih aman, tetapi jika terlalu sering atau terlalu banyak, hasilnya akan sebaliknya. Makanan yang tidak sehat ini dapat meningkatkan risiko diabetes, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, obesitas, dan bahkan kanker.
  • Lobster
    Salah satu jenis makanan laut yang mengandung banyak kolesterol adalah lobster. Ada sekitar 145 miligram kolesterol di setiap 100 gram lobster, yang merupakan sekitar 70% dari rekomendasi batas asupan kolesterol harian. Bahkan lobster yang disajikan dengan saus mayones atau makanan lain yang digoreng dapat meningkatkan tingkat kolesterol jahat. Makanan laut lain, seperti kerang, juga tinggi kolesterol.
  • Steak iga
    Steak iga memiliki banyak kolesterol, dengan 11 gram lemak per porsi. Sebagian besar lemak ini adalah lemak jenuh dan kolesterol jahat, jadi jika Anda ingin menjaga kadar kolesterol Anda, batasi konsumsi steak iga. Anda dapat memilih daging bagian lain dengan kandungan lemak lebih rendah, seperti sirloin.
  • Jeroan
    Meskipun jeroan mengandung banyak protein dan vitamin dan mineral, seperti vitamin A dan zat besi, mereka juga mengandung banyak kolesterol jahat. Oleh karena itu, orang dengan kolesterol tinggi mungkin tidak harus makan jeroan. Ini karena jeroan banyak mengandung purin, yang dapat meningkatkan asam urat. Jantung, usus, hati, dan otak adalah beberapa jenis jeroan atau organ hewan yang mengandung kolesterol tinggi. Oleh karena itu, jika Anda ingin mengontrol kolesterol jahat Anda, Anda harus menghindari atau membatasi konsumsi jeroan.
  • Gorengan
    Hampir semua orang suka gorengan, seperti kentang dan ayam goreng. Namun, berhati-hatilah saat makan gorengan karena mengandung banyak kalori dan banyak lemak jenuh dan lemak trans yang dapat meningkatkan kolesterol jahat. Selain itu, karena suhu tinggi yang digunakan selama proses menggoreng dapat mengurangi jumlah nutrisi yang terkandung dalam makanan, makanan yang digoreng biasanya kurang sehat. Untuk menjadi lebih sehat, Anda harus membatasi jumlah gorengan yang Anda konsumsi. Untuk menggoreng, Anda harus menggunakan minyak sehat seperti minyak zaitun, minyak kelapa, atau minyak kedelai. Agar tetap mengandung nutrisi, Anda dapat mengolah makanan dengan menumis, memanggang, merebus, atau mengukus.

Selain makanan yang disebutkan di atas, Anda harus mengurangi konsumsi produk olahan susu yang tinggi lemak, seperti keju, yogurt, mentega, es krim, dan produk lain yang mengandung kolesterol tinggi. Ini adalah beberapa jenis makanan yang berpotensi meningkatkan kolesterol jahat dan harus dihindari dalam jumlah tertentu. Sangat disarankan untuk menghindari semua jenis makanan ini jika Anda memiliki kolesterol tinggi.

Anda tidak hanya harus menghindari atau membatasi makanan yang mengandung kolseterol berbahaya, tetapi Anda juga harus menerapkan gaya hidup sehat untuk memastikan tingkat kolesterol Anda tetap seimbang. Ini termasuk menjaga berat badan ideal, berolahraga secara teratur, berhenti merokok, dan membatasi konsumsi alkohol.

Jika Anda mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan pengobatan segera, Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di:

  • 0315921101
  • 085233664118

Atau Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier di Jl. Raya Dharma Husada Indah No.26, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY,
Jawa Timur 60285


artikel-2024-02-24T114551.255.png
24/Feb/2024

Mati rasa sebenarnya adalah gejala dari gangguan saraf, yang biasanya tidak berbahaya dan berlangsung singkat. Namun, jika mati rasa disertai dengan gejala lain seperti perih atau kesemutan, Anda harus waspada karena penyakit tertentu juga dapat menyebabkan gejala ini.

Ketika bagian tubuh tertentu tidak merasakan rangsangan apa pun, seperti sentuhan, getaran, atau paparan suhu dingin atau panas, itu disebut mati rasa. Kondisi ini biasanya dapat hilang sendirinya. Namun, jangan lengah karena mati rasa juga bisa menjadi tanda penyakit tertentu, seperti tumor atau stroke.

 

Seperti Apa Gejala Mati Rasa

Anda harus waspada jika mati rasa Anda disertai dengan penyakit lain seperti:

  • Linglung
  • Sulit untuk berbicara
  • Pusingan
  • Otot kejang
  • Sakit kepala yang tiba-tiba
  • Susah BAB dan BAK
  • Tidak dapat bergerak
  • Kesadaran melemah
  • Cedera kepala atau tulang belakang menyebabkan mati rasa.
  • Kaki terasa sakit ketika berjalan

 

Kenapa Mati Rasa Bisa Terjadi

Mati rasa dapat disebabkan oleh banyak hal. Beberapa di antaranya dapat dianggap tidak berbahaya jika disebabkan oleh tekanan pada area tubuh tertentu dalam jangka waktu yang lama, yang mengurangi aliran darah ke area tersebut. Contoh tekanan ini termasuk duduk dengan kaki bersila untuk waktu yang lama, tidur dengan lengan menahan kepala, atau tetap berada dalam posisi yang sama untuk waktu yang lama. Selain itu, kerusakan salah satu atau beberapa bagian saraf juga dapat menyebabkan mati rasa.

Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan mati rasa adalah:

  • Diabetes
  • ketidakcukupan vitamin B
  • Penyalahgunaan minuman beralkohol
  • Masalah tulang belakang seperti cedera tulang belakang dan hernia nukleus pulposus (saraf kejepit)
  • Penyakit saraf seperti ensefalitis dan mielitis transversa
  • Karpal tunnel syndrome, yang menyebabkan nyeri, kesemutan, dan mati rasa di tangan dan jari
  • Penyakit herpes zoster
  • Penyebab kerusakan otak, seperti stroke, epilepsi, dan aneurisma otak
  • Tumor yang memblokir saraf atau otak
  • Paparan suhu yang terlalu dingin
  • Klaim
  • Sipilis
  • Efek samping dari pengobatan kanker seperti kemoterapi dan radioterapi
  • Keracunan kimiawi, seperti logam berat
  • Gangguan organ tubuh, seperti gagal ginjal atau gagal hati
  • Multiple sclerosis, penyakit autoimun yang dapat merusak sumsum tulang belakang dan otak
  • Vaskulitis, peradangan pada pembuluh darah, adalah hasil dari bakteri Borrelia burgdorferi yang menyebabkan penyakit Lyme.

 

Jika Anda mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan pengobatan segera, Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di:

  • 0315921101
  • 085233664118

Atau Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier di Jl. Raya Dharma Husada Indah No.26, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY,
Jawa Timur 60285


artikel-2024-02-22T114645.996.png
22/Feb/2024

Jantung lemah adalah ketika otot jantung tidak dapat memompa darah ke seluruh tubuh dengan baik. Kondisi ini juga disebut sebagai gagal jantung kongestif. Selain itu, penyakit ini biasanya menyebabkan jantung membengkak atau membesar.

Gagal jantung tidak selalu dapat pulih seperti semula, terutama jika telah mencapai stadium yang lebih maju. Pada tahap awal, perlemahan jantung mungkin tidak memiliki gejala apa pun atau dampak yang signifikan. Namun, penyakit ini dapat berkembang hingga tahap yang mengkhawatirkan jika tidak diobati. Hal ini dapat menyulitkan penderitanya untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Namun, kondisi ini dapat diobati dan dicegah, sehingga pasien dapat mempertahankan kualitas hidup yang lebih baik dan hidup lebih lama.

 

Bagaimana Cara Mencegah Jantung Lemah

  • Mengidentifikasi dan menghentikan faktor risiko yang menyebabkan jantung lemah

Kegagalan jantung kongestif atau lemah jantung dapat dicegah dengan mengendalikan faktor risiko dan kondisi penyebabnya. Berikut adalah beberapa faktor risiko dan penyebab jantung lemah yang penting untuk diketahui dan dicegah:

    • Penyakit jantung coroner: penyakit jantung koroner dapat menyebabkan otot jantung menjadi lemah, membuatnya lebih lemah.
    • Tekanan darah tinggi: Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan jantung bengkak dan melemah.
    • Aritmia: aritmia dapat menyebabkan jantung lemah karena tidak dapat memompa darah dengan normal.
    • Penyakit katup jantung: Katup jantung mencegah aliran balik darah yang dipompa jantung. Jika mereka rusak, jantung akan menjadi lebih lemah seiring waktu.

Banyak faktor risiko lain yang dapat meningkatkan kemungkinan mengalami jantung lemah selain masalah di atas. Ini termasuk obesitas, diabetes, endokarditis, penyakit jantung bawaan, kardiomiopati, dan efek samping obat-obatan tertentu, seperti kemoterapi.

Risiko terkena jantung lemah juga dapat meningkat karena gaya hidup yang tidak sehat, seperti penyalahgunaan obat-obatan, sering merokok, jarang berolahraga, dan pola makan yang tidak sehat, seperti banyak garam, lemak, gula, dan minuman beralkohol.

 

  • Membiasakan mengonsumsi makanan yang sehat

Makanan sehat dapat membantu menjaga kesehatan tubuh dan mencegah jantung bekerja lebih keras. Sangat penting untuk mengonsumsi makanan yang sehat, seperti sayur-sayuran, buah-buahan, biji-bijian, gandum utuh, lemak sehat, dan daging tanpa lemak.

 

  • Menghentikan merokok

Berhenti merokok jika Anda ingin menghindari jantung lemah atau gagal jantung. Perokok aktif maupun pasif berisiko meningkatkan tekanan darah, menyebabkan jantung lemah, sehingga mereka yang tidak merokok juga harus menghindari asap rokok.

 

  • Mengendalikan stress

Stres atau perasaan negatif, seperti cemas, marah, dan sedih, berpotensi meningkatkan tekanan darah dan pada akhirnya berpotensi menyebabkan gagal jantung atau lemah jantung. Untuk mengurangi stres, cobalah melakukan kegiatan santai yang menyenangkan atau melakukan hobi Anda.

 

  • Sering berolahraga

Konsultasikan dengan dokter Anda tentang program olahraga yang tepat untuk kondisi tubuh Anda untuk meningkatkan sirkulasi darah dan memperkuat jantung. Berolahraga secara teratur dengan pola hidup sehat juga dapat membantu menjaga berat badan ideal.

 

  • Cukup tidur

Bahkan jantung dan tubuh Anda akan mendapatkan istirahat yang cukup. Jika Anda mengalami kesulitan tidur, cobalah untuk berbicara dengan dokter Anda untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. Waktu tidur yang ideal untuk orang dewasa adalah 7 hingga 9 jam setiap hari.

 

  • Mengunjungi dokter

Dokter harus segera dihubungi jika Anda memiliki risiko tertentu untuk terkena gagal jantung atau mungkin sudah mengalami gejala gagal jantung seperti sering sesak napas, tidak mampu melakukan aktivitas seperti biasanya, bengkak di seluruh tubuh, atau sering kelelahan. Hal ini penting untuk diagnosis dan diagnosis kondisi Anda, serta tingkat keparahan jantung lemah Anda. Dokter kemudian dapat menawarkan perawatan, seperti saran untuk gaya hidup yang lebih sehat dan pengobatan.

 

Jika Anda mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan penaganan segera, Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di:

  • 0315921101

Atau Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier di Jl. Raya Dharma Husada Indah No.26, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY,
Jawa Timur 60285


artikel-1.png
21/Feb/2024

Batuk berdahak yang tidak diobati dapat mengganggu aktivitas dan istirahat Anda serta berisiko menyebabkan masalah kesehatan serius. Namun demikian, banyak orang terus mengabaikan batuk berdahak dan tidak berusaha untuk mengobatinya dengan benar. Jika batuk berdahak tidak diobati, itu tidak hanya mengganggu kesehatan fisik tetapi juga kesehatan mental pasien. Selain itu, jika situasi ini dibiarkan berlangsung dalam jangka waktu yang lama.

 

Apa Terjadi Jika Batu Berdahak Tidak Segera Diatasi

Batuk biasanya sembuh sendiri tanpa obat-obatan dalam waktu tiga minggu karena tubuh membersihkan saluran pernapasan dari lendir dan benda asing. Namun, Anda tidak dapat mengabaikannya jika batuk berdahak Anda tidak kunjung sembuh.

Jika batuk berdahak tidak diobati, itu dapat menyebabkan masalah berikut:

  • Sulit tidur dan tidak nafsu makan.
  • Saat berakitivitas, Anda cepat lelah dan tidak bertenaga.
  • sakit kepala, sakit perut, dan mungkin muntah.
  • Nyeri pada dada dan otot. Suara serak dan sakit tenggorokan.

Batuk berdahak yang tidak diobati kadang-kadang dapat menyebabkan patah tulang rusuk, terutama pada orang lanjut usia dengan osteoporosis. Selain itu, jika batuk berdahak tidak diobati, frekuensi batuk berdahak juga dapat meningkat. Hal ini akan meningkatkan tekanan pada kandung kemih saat batuk, menyebabkan inkontinensia urine dan mengompol.

 

Jika Anda mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan penaganan segera, Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di:

  • 0315921101

Atau Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier di Jl. Raya Dharma Husada Indah No.26, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY,
Jawa Timur 60285


artikel-2024-02-15T114848.434.png
15/Feb/2024

Sangat penting untuk melakukan upaya untuk meningkatkan kualitas udara di rumah Anda. Oleh karena itu, udara yang kotor dapat menyebabkan alergi dan memperburuk masalah pernapasan. Polutan atau polusi udara dapat berasal dari dalam rumah juga, seperti asap rokok, debu, jamur, serbuk sari, atau bulu hewan peliharaan.

Polutan ini dapat menyebabkan berbagai reaksi alergi, seperti batuk dan bersin, serta masalah pernapasan seperti sesak hidung dan sesak hidung, jika tidak diatasi segera.

 

Bagaimana Cara Meningkatkan Kualitas Udara di Rumah

Meningkatkan kualitas udara di dalam rumah dapat membantu Anda menghindari paparan polutan dan membuat suasana menjadi lebih segar dan nyaman, sehingga lebih mudah untuk bernapas.

Untuk meningkatkan kualitas udara di dalam rumah Anda, berikut adalah beberapa metode yang dapat Anda gunakan:

  • Rutin membersihkan rumah
    Untuk mengurangi risiko alergi, membersihkan rumah secara teratur sangat penting. Rumah menjadi lebih sehat karena debu, jamur, atau bulu binatang peliharaan yang tersebar di dalamnya otomatis akan berkurang. Anda dapat menjaga rumah tetap bersih dengan cara berikut:

    • Menerapkan aturan untuk tidak merokok di dalam rumah Membersihkan ruang tamu, kamar tidur, dan kamar mandi
    • Menghindari hewan peliharaan dari area tempat tidur Mencuci perlengkapan tempat tidur, seperti sprei, sarung bantal, dan selimut, dengan air hangat
    • Menerapkan aturan untuk tidak merokok di dalam rumah
  • Menggunakan alat untuk membersihkan udara
    Jika Anda memiliki alergi terhadap debu atau partikel di udara, alat pembersih udara biasanya dilengkapi dengan sistem penyaring udara seperti teknologi tinggi efisiensi partikel air (HEPA), yang telah dievaluasi untuk membersihkan polutan dengan baik. Selain itu, ada juga pembersih udara yang dapat menghasilkan ion-ion untuk mengurangi iritan yang menyebabkan gejala alergi.
    Untuk lebih mudah memindahkan alat pembersih udara dari satu ruangan ke ruangan lain, pilih yang berukuran kecil atau portabel dan tempatkannya di area rumah yang paling sering digunakan, seperti kamar tidur. Alat pembersih udara ini dapat mengurangi kadar polutan di dalam rumah, meskipun mungkin tidak akan membersihkan udara secara menyeluruh.
  • Menjaga kelembapan udara
    Jika Anda memiliki risiko alergi, ada baiknya memiliki alat untuk mengecek kelembapan udara rumah Anda untuk mengurangi debu, jamur, dan alergen lainnya. Kelembapan udara harus antara 30 dan 50 persen. Anda bisa menggunakan humidifier untuk kondisi udara yang cenderung kering. Alat ini tidak hanya meningkatkan kelembapan udara tetapi juga dapat membantu mengatasi masalah kesehatan yang terkait dengan udara kering, seperti sinusitis, sakit tenggorokan, kulit kering, dan bibir pecah-pecah.
    Selain itu, jika udara cenderung basah, seperti saat musim hujan, Anda dapat menggunakan AC (air conditioner) selama beberapa jam sehari. Pendingin ruangan dapat mengurangi kelembapan di dalam ruangan dan mengontrol alergen dengan baik dengan mencegah serbuk sari masuk.
  • Menaruh tanaman dalam rumah
    Tanaman di dalam rumah adalah cara alami untuk meningkatkan kualitas udara, terutama di ruang tertutup dengan sedikit aliran udara, selain memperindah ruangan. Tanaman diperiksa untuk kemampuan mereka untuk menyerap racun dan polutan berbahaya yang dilepaskan dari bahan sintetis dalam ruangan, seperti perabotan dan karpet.
    Anda dapat memilih tanaman hias berdaun lebar seperti aglonema, sirih gading, atau karet merah, tetapi jika meletakkannya di dalam rumah malah dapat menyebabkan reaksi alergi, sebaiknya Anda meletakkannya di luar.

 

Jika Anda mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan penaganan segera, Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di:

  • 0315921101

Atau Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier di Jl. Raya Dharma Husada Indah No.26, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY,
Jawa Timur 60285


artikel-2024-02-12T140752.912.png
12/Feb/2024

Asma dan penyakit jantung sering dikaitkan dengan penyebab dada terasa sesak. Namun, keluhan ini sebenarnya juga dapat berasal dari hal lain, seperti masalah pencernaan atau bahkan masalah psikologis.

Rasa sesak di dada dapat digambarkan sebagai sensasi seperti ada yang mengikat atau menekan dari leher bagian bawah hingga perut bagian atas. Rasa sesak ini dapat terjadi di seluruh dada atau hanya di satu bagian.

Selain itu, dada yang penuh sering disertai dengan kesulitan bernapas. Penanganan medis segera diperlukan untuk mencegah perburukan penyakit jika disebabkan oleh penyakit saluran napas atau penyakit jantung.

Pengobatan sesak di dada biasanya dilakukan dengan mengambil obat atau mengikuti gaya hidup sehat, tetapi ini tergantung pada penyebabnya. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui penyebab sesak di dada lebih awal.

 

Penyebab Dada Menjadi Sesak

Sesak di dada sering dikaitkan dengan penyakit jantung, tetapi itu hanyalah salah satu penyebabnya. Hal ini dapat terjadi karena kondisi berikut:

  • Asma
    Asma adalah kondisi ketika saluran udara menyempit, membengkak, dan dipenuhi lendir. Penderita mengalami kesulitan bernapas, sesak, nyeri di dada, batuk, dan mengi. Asma juga dapat kambuh ketika penderita terpapar pemicu alergi atau iritan, seperti bulu hewan, debu, polusi udara, udara dingin, atau ruangan berjamur.
  • GERD
    Penyakit gastroesophageal reflux (GERD) terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan. Ini terjadi karena katup pangkal lambung melemah, memungkinkan asam lambung naik ke kerongkongan. Salah satu gejalanya adalah sensasi terbakar di dada, sesak di dada, dan nyeri. Selain itu, penderita GERD biasanya mengalami kesulitan menelan, gatal di tenggorokan, atau rasa pahit di mulut, yang mengurangi nafsu makan.
  • Pneumonia
    Peradangan pada paru-paru adalah tanda pneumonia, yang umumnya disebabkan oleh infeksi. Paru-paru memiliki banyak kantung udara kecil yang membantu oksigen masuk ke dalam darah; namun, ketika seseorang menderita pneumonia, kantung udara ini dapat mengandung cairan, yang mengganggu proses pernapasan. Beberapa gejala pneumonia termasuk dada yang sesak, nyeri, batuk berdahak, kelelahan, demam, mual, atau diare.
  • Gangguan kecemasan
    Gangguan kecemasan adalah masalah mental yang dapat menyebabkan sakit dada. Trauma, riwayat bullying, kecanduan aktivitas tertentu, demam panggung, atau penyalahgunaan narkoba adalah penyebab umum kondisi ini, meskipun penyebabnya belum diketahui. Selain rasa sesak pada dada, gejala lain mungkin termasuk napas cepat, sulit bernapas, jantung berdebar, pusing, dan bahkan sensasi pingsan.
  • Kostokondritis
    Kostokondritis, peradangan pada tulang rawan di tulang rusuk, juga bisa menyebabkan sesak dada. Kondisi ini tidak memiliki penyebab yang diketahui secara pasti. Namun, batuk parah, cedera di dada, dan terlalu banyak olahraga dapat meningkatkan risiko penyakit kostokondroitis. Kostokondritis dapat menyebabkan rasa sesak di dada, terutama saat menarik napas dalam, bergerak, atau meregangkan tubuh.
  • Batu empedu
    Batu empedu biasanya terbentuk dari endapan kolesterol di dalam kantong empedu dan mungkin tidak menyebabkan gejala apa pun. Namun, gejala biasanya muncul ketika batu menyumbat saluran empedu. Penderita mungkin mengalami rasa nyeri seperti ditekan di area perut hingga dada. Mungkin ada gejala tambahan seperti mual, muntah, atau diare.
  • Patah tulang rusuk
    Sesak di dada juga bisa menjadi gejalanya. Terjatuh atau kecelakaan lalu lintas adalah penyebab utama kondisi ini. Saat menarik napas dalam, menekan area yang cedera, atau menggerakkan tubuh, rasa sakit dan sesak akan meningkat. Kondisi ini memerlukan pemeriksaan dan penanganan langsung dari dokter karena sangat menyakitkan, terutama ketika serpihan tulang merusak organ.

 

Jika Anda mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan penaganan segera, Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di:

  • 0315921101

Atau Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier di Jl. Raya Dharma Husada Indah No.26, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY,
Jawa Timur 60285


artikel-2024-02-05T160140.918.png
05/Feb/2024

Meskipun sebagian besar sakit kepala tidak berbahaya, ada beberapa jenis sakit kepala yang bisa berbahaya, jadi Anda harus mewaspadainya. Sakit kepala ini mungkin mengindikasikan suatu kondisi medis yang perlu ditangani oleh dokter.

Masalah umum yang mungkin dialami semua orang adalah sakit kepala. Yang harus Anda lakukan untuk mengatasi hal ini adalah dengan meminum obat, mengonsumsi makanan atau minuman tertentu, atau mengambil cuti. Namun, Anda mungkin menderita sakit kepala yang serius dan memerlukan perhatian medis jika disertai gejala aneh atau tidak kunjung hilang setelah minum obat.

 

Apa Saja Jenis Sakit Kepala yang Berbahaya

Berikut beberapa ciri dan jenis sakit kepala yang berbahaya selain yang umum:

  • Sakit kepala berulang
    Sakit kepala kronis mungkin menjadi penyebab sakit kepala yang sering Anda alami hampir setiap hari. Sakit kepala yang berlangsung lebih dari tiga bulan dan terjadi setidaknya lima belas hari per bulan diklasifikasikan sebagai sakit kepala kronis. Sakit kepala berulang seperti ini dapat disebabkan oleh infeksi, tumor otak, gegar otak, peradangan, atau masalah pada arteri darah di dalam dan sekitar otak.
  • Sakit kepala berdebar-debar
    Kebanyakan orang setuju bahwa sakit kepala berdenyut adalah nyeri menyiksa yang terlokalisasi di satu bagian kepala dan sering terjadi. Anda mungkin merasa kesulitan melakukan tugas sehari-hari karena ketidaknyamanan tersebut. Jenis sakit kepala yang mematikan ini mungkin terjadi jika Anda menderita sinusitis, mabuk alkohol, atau indikasi penghentian kafein. Jika Anda mengalami sakit kepala parah yang mengganggu kemampuan Anda melakukan tugas sehari-hari, konsultasikan dengan dokter Anda.
  • Sakit kepala di malam hari yang membuat Anda tetap terjaga
    Penyakit ini, terkadang disebut sakit kepala hipnik, ditandai dengan perasaan berdenyut atau tertusuk-tusuk yang membangunkan Anda saat Anda sedang tidur. Setelah bangun tidur, rasa sakit bisa berlangsung selama lima belas menit. Orang lanjut usia, khususnya wanita, lebih mungkin mengalami sakit kepala ini. Selain itu, mereka yang sudah menderita tekanan darah tinggi atau migrain lebih rentan terhadap sakit kepala berbahaya ini.
  • Sakit kepala yang terus-menerus
    Ciri khas sakit kepala mematikan ini adalah rasa tidak nyaman yang berlangsung setidaknya selama dua puluh empat jam. Timbulnya gejala dapat berlanjut selama beberapa hari atau bahkan berbulan-bulan. Ketidaknyamanan Anda mungkin tidak hilang seluruhnya, tetapi mungkin membaik. Faktanya, sakit kepala berbahaya seperti ini jarang terjadi. Namun, jika Anda mengalaminya, Anda mungkin memerlukan perhatian medis karena perawatan mandiri saja mungkin tidak cukup untuk meringankan gejala sakit kepala Anda.
  • Muntah disertai sakit kepala
    Muntah disertai sakit kepala mungkin mengindikasikan vertigo, demam berdarah, malaria, penyakit ginjal, gegar otak, atau bahkan pendarahan di otak. Darah dalam muntahan mungkin menandakan adanya pendarahan di lambung, usus, kerongkongan, dan bagian saluran pencernaan lainnya. Muntah disertai sakit kepala—atau bahkan muntah darah—merupakan keadaan darurat yang harus segera ditangani oleh dokter.
  • Gejala tertentu menyertai sakit kepala
    Penting untuk memantau waktu timbulnya sakit kepala serta gejala tambahan yang mungkin muncul. Bentuk sakit kepala serius lainnya yang memerlukan kewaspadaan adalah sebagai berikut:

    • Sakit kepala dengan suhu lebih dari 40°C
    • Berkurangnya kemampuan untuk berbicara, mendengar, melihat, menggerakkan bagian tubuh, atau mengingat disertai sakit kepala
    • Sakit kepala disertai masalah ketidakseimbangan
    • sakit kepala disertai kesemutan atau edema pada wajah
    • sakit kepala yang disebabkan oleh trauma otak
    • sakit kepala parah di sisi kepala yang sakit, disertai rasa sakit dan mata merah
    • Sakit kepala disertai nyeri setelah mengunyah atau penurunan berat badan
    • Sakit kepala yang parah, apalagi jika sebelumnya Anda pernah mengalami sakit kepala
    • Sakit kepala yang muncul setelah berolahraga, mengangkat beban berat, atau berhubungan seks; sakit kepala yang muncul setelah minum obat tertentu
    • Kejang dan sakit kepala bersamaan
    • Sakit kepala dikombinasikan dengan ketidaksadaran

 

Jika Anda mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan penaganan segera, Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di:

  • 0315921101

Atau Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier di Jl. Raya Dharma Husada Indah No.26, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY,
Jawa Timur 60285


artikel-2024-02-03T111129.888.png
03/Feb/2024

Kopi adalah salah satu minuman paling populer di dunia. Beberapa orang minum kopi di pagi hari, sebelum makan apa pun. Namun, bolehkah mengonsumsi kopi saat perut kosong?

Minum kopi di pagi hari dapat memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan, termasuk meningkatkan mood dan tingkat energi. Selain itu, minum kopi dapat membantu mencegah rasa lelah. Keunggulan inilah yang menjadi alasan sebagian orang meminum kopi di pagi hari, meski perutnya masih dalam keadaan kosong.

 

Apa yang Terjadi Saat Meminum Kopi Saat Perut Kosong

Minum kopi saat perut kosong sering kali dikaitkan dengan risiko banyak masalah kesehatan, termasuk:

  • Menyebabkan masalah perut
    Minum kopi saat perut kosong diketahui dapat memicu masalah pencernaan, termasuk mual, mulas, maag, dan kemungkinan sindrom iritasi usus besar (IBS). Hal ini diduga disebabkan oleh rasa pahit kopi yang merangsang pembentukan asam lambung. Saat tidak ada makanan, asam lambung diduga dapat mengiritasi lapisan lambung.
    Hingga saat ini, belum ada penelitian yang secara pasti menunjukkan adanya hubungan antara mengonsumsi kopi saat perut kosong dengan risiko gangguan pencernaan. Namun, di antara orang-orang yang sensitif terhadap kafein, minum kopi dapat menyebabkan masalah pencernaan, terlepas dari apakah mereka mengonsumsinya saat perut kosong.
  • Meningkatkan kadar hormon stress
    Hormon kortisol, kadang-kadang dikenal sebagai hormon stres, mengatur suasana hati, motivasi, dan ketakutan. Hormon ini juga mengontrol metabolisme, tekanan darah, dan kadar gula. Kadar kortisol secara alami meningkat saat Anda bangun dan selama beberapa jam pertama tidur. Jika kadar kortisol terlalu tinggi, dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, antara lain tekanan darah tinggi, diabetes, gangguan tidur, bahkan gangguan mental.
    Minum kopi untuk sementara dapat meningkatkan kadar hormon kortisol. Namun, penelitian menunjukkan bahwa meminumnya setelah makan tidak menurunkan sintesis hormon ini. Jadi, baik dikonsumsi setelah makan atau saat perut kosong, kopi tetap bisa meningkatkan kadar kortisol.

Perlu diingat juga bahwa asupan kopi yang berlebihan dapat mengakibatkan berbagai efek negatif, termasuk sakit kepala, migrain, sulit tidur, dan kecemasan, terlepas dari apakah Anda mengonsumsinya saat perut kosong.

Alhasil, Anda harus terus membatasi konsumsi kopi tidak lebih dari empat cangkir setiap harinya. Selain itu, meskipun sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa minum kopi saat perut kosong tidak berbahaya, Anda tetap harus memantau reaksi tubuh Anda terhadap konsumsi kopi.

 

Jika Anda mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan penaganan segera, Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di:

  • 0315921101

Atau Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier di Jl. Raya Dharma Husada Indah No.26, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY,
Jawa Timur 60285


artikel-2024-02-02T153954.461.png
02/Feb/2024

Apakah Anda sering terbangun dengan sakit kepala atau merasa kepala terasa berat? Jika iya, silahkan simak penjelasan di bawah ini untuk mengetahui berbagai kemungkinan penyebabnya dan cara mengatasinya. Setidaknya satu dari setiap tiga belas orang mengalami sakit kepala saat bangun tidur. Ini adalah keluhan yang wajar karena tubuh memproduksi lebih sedikit hormon pereda nyeri di pagi hari.

Namun, jangan abaikan keluhan ini karena bisa jadi merupakan gejala dari masalah kesehatan yang lebih serius.

 

Penyebab Sakit Kepala Saat Bangun Tidur

  • Kesulitan bernapas saat tidur (sleep apnea)
    Sleep apnea adalah suatu kelainan di mana pernapasan penderitanya menjadi terbatas atau menyempit selama beberapa detik saat tidur. Hal ini menyebabkan kadar oksigen di otak turun, sehingga menyebabkan sakit kepala saat orang tersebut bangun. Gejala sleep apnea antara lain mendengkur keras, berkeringat saat tidur, sesak napas saat tidur, sering terbangun dari tidur, dan kelelahan saat bangun tidur.
  • Insomnia
    Apakah pola tidur Anda tidak menentu atau Anda menderita insomnia? Ini mungkin menjadi sumber masalah sakit kepala pagi hari Anda. Insomnia mengganggu siklus tidur, yang dapat menyebabkan sakit kepala atau disorientasi saat bangun tidur.
  • Bruxism, atau kebiasaan menggemeretakkan gigi
    Meski tampak mudah, menggemeretakkan gigi saat tidur bisa jadi menyebabkan sakit kepala saat bangun tidur. Pasalnya, perilaku tersebut dapat mengganggu kualitas tidur sehingga menimbulkan gejala sakit kepala.
  • Migrain
    Migrain atau sakit kepala di satu sisi juga bisa menyebabkan sakit kepala di pagi hari. Sakit kepala pagi hari yang disebabkan oleh migrain mungkin memburuk antara jam 4 dan 8 pagi.
  • Gangguan Kecemasan dan Depresi
    Menurut sebuah penelitian, masalah kecemasan dan suasana hati adalah salah satu penyebab sakit kepala pagi yang berulang. Sebab, ketika seseorang stres atau sedih, ia akan kesulitan tidur dan mengalami insomnia, sehingga berisiko mengalami sakit kepala saat bangun tidur.

 

Jika Anda mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan penaganan segera, Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di:

  • 0315921101

Atau Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier di Jl. Raya Dharma Husada Indah No.26, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY,
Jawa Timur 60285




Klinik Utama Dharmahusada Premier merupakan klinik Utama yang berlokasi di area Dharmahusada. Dengan seluruh tenaga medis profesional, Klinik Utama Dharmahusada Premier menghadirkan pelayanan komprehensif yang meliputi perawatan promotif, preventif, dan kuratif. Segala tindakan medis ditangani oleh tenaga medis ahli dan berpengalaman, serta menggunakan teknologi yang modern.



Social Media


Facebook

www.facebook.com/dhpclinic


Twitter

@dhpcclinic


Instagram

@dhpclinic



Hubungi Kami


Whatsapp

085233664118


Telepon

(031)5921101


Email

klinik.dharmahusadapremier@gmail.com


Copyright by Markbro 2024. All rights reserved.