Senin - Jumat07:00-21:00Sabtu07:00-13:00Hubungi kami+0315921101

Blog

artikel-2024-05-22T102320.250.png
admin ku
22/May/2024

Untuk memperbaiki penampilan dan kondisi kulit, penderita akantosis nigrikans dapat menggunakan salah satu dari metode yaitu menggunakan krim pencerah kulit yang mengandung retinol, asam alfa hidroksi, atau asam salisilat dan menggunakan krim antibiotik dalam kasus infeksi kulit sekunderKetika salah satu atau kedua amandel menjadi peradangan karena infeksi virus atau bakteri, ini disebut amandel bengkak. Penyakit ini sering menyebabkan nyeri di tenggorokan, terutama saat menelan makanan atau minuman. Baik perawatan rumahan maupun pengobatan dokter dapat mengobati amandel bengkak.

Kelenjar kecil berbentuk oval yang terletak di kedua sisi tenggorokan disebut amandel. Organ ini termasuk dalam sistem limfatik, yang berfungsi untuk melawan kuman yang menyebabkan penyakit yang masuk ke mulut.

Meskipun amandel sangat penting untuk kesehatan tubuh, mereka sering mengalami infeksi dan bengkak, yang disebut tonsilitis atau radang amandel. Komplikasi serius seperti abses peritonsil (penumpukan nanah di amandel), batu amandel, dan bahkan penyebaran infeksi ke jaringan atau organ lain dapat muncul jika amandel bengkak tidak ditangani dengan benar.

 

Kenapa Amandel Bisa Terjadi

Infeksi virus menyebabkan sekitar 70% kasus amandel bengkak. Berikut ini adalah beberapa jenis virus yang paling sering menyebabkan amandel bengkak:

  •       Salah satu jenis virus yang menyebabkan pilek, sakit tenggorokan, dan bronkitis adalah adenovirus.
  •       Kelompok virus yang menyebabkan flu disebut virus influenza.
  •       Virus Epstein-Barr (EBV), yang menyebabkan penyakit ciuman atau mononukleosis, dapat menyebar melalui air liur orang yang terinfeksi.
  •       Cytomegalovirus (CMV, HHV-5), sebuah kelompok virus herpes yang biasanya menetap di dalam tubuh dan menjadi aktif saat sistem kekebalan tubuh menurun
  •       Virus campak, yang berasal dari famili Paramyxoviridae, menyerang sistem pernapasan dan menyebar melalui lendir atau air liur orang yang terinfeksi.

Infeksi bakteri juga dapat menyebabkan bengkak amandel sekitar 15% hingga 30% kasus. Streptococcus pyogenes (Streptococcus tipe A), bakteri yang menyebabkan radang tenggorokan, adalah bakteri yang paling sering menyebabkan bengkak amandel. Walaupun amandel bengkak dapat terjadi pada siapa saja, anak-anak berusia lebih dari dua tahun dan orang dewasa lebih berisiko mengalaminya.

 

Gejala yang Ditimbulkan Amandel

Amandel bengkak dapat terjadi pada salah satu atau kedua amandel. Gejala awal penyakit ini adalah sakit tenggorokan, menyebabkan nyeri saat menelan. Selain itu, amandel bengkak juga dapat disertai dengan gejala lainnya, seperti:

  •       Demam
  •       Bintik putih atau kuning pada amandel
  •       Bengkak di sekitar kelenjar getah bening leher
  •       Bau di mulut
  •       Suara serak
  •       Rasa kaku di leher

Pada kasus yang parah, bengkak amandel bahkan dapat menyebabkan penderitanya kesulitan bernapas melalui mulut.

 

Jika Anda mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan pengobatan segera, Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di:

  • 0315921101
  • 085233664118

Atau Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier di Jl. Raya Dharma Husada Indah No.26, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285


artikel-2024-05-21T105344.306.png
admin ku
21/May/2024

Sel darah putih melindungi tubuh dari berbagai infeksi. Kekurangan sel darah putih, juga dikenal sebagai leukopenia, membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi. Kekurangan sel darah putih juga dapat menyebabkan efek tambahan yang bergantung pada jenis sel darah putih yang dikurangi.

Jumlah sel darah putih kurang dari 3.500 sel per mikroliter darah disebut leukopenia. Jumlah sel darah putih normal pada orang dewasa berkisar antara 3.500 dan 11.000 sel per mikroliter darah.

 

Penyebab Sel Darah Putih Berkurang

Kekurangan sel darah putih dapat disebabkan oleh banyak hal, termasuk:

  • Penyakit yang mempengaruhi produksi sel darah pada sumsum tulang belakang, seperti ANEMIA APLASTIK.
  • Neutropenia kongenital adalah kelainan bawaan yang menyebabkan sumsum tulang tidak menghasilkan sel darah putih.
  • Kanker dan jenis terapi kanker seperti kemoterapi dan radioterapi
  • Virus atau bakteri yang menular, seperti HIV/AIDS dan TUBERKULOSIS.
  • Penggunaan obat, seperti antivirus, antibiotik, dan steroid.
  • Penyakit autoimun seperti Lupus dan RA
  • Malnutrisi, termasuk kekurangan mikronutrien seperti Zinc, Asam Folat, dan Vitamin B12

 

Jenis Kekurangan Sel Darah Putih

Dampak kekurangan sel darah putih dapat berbeda tergantung pada jenis sel darah putih yang berkurang, karena sel darah putih ada berbagai jenis. Berikut adalah penjelasannya:

  • Neutropenia atau kekurangan neutrophil
    Jenis sel darah putih yang paling banyak di dalam tubuh adalah NEUTROFIL, yang merupakan 55–70% dari total. Neutropenia, atau kekurangan NEUTROFIL, dapat terjadi dengan cepat atau lambat. Neuropenia biasanya baru ditemukan melalui pemeriksaan darah dan tidak menunjukkan gejala apa pun. Pada infeksi virus, dapat terjadi Neutropenia disertai Limfositosis.
  • Kekurangan BASOFIL
    Kekurangan BASOFIL dapat menyebabkan reaksi alergi yang parah dan penyakit infeksi yang sulit untuk sembuh. Jumlah normal BASOFIL adalah 0,5–1% dari sel darah putih.
  • Kekurangan LIMFOSIT
    Salah satu jenis sel darah putih adalah LIMFOSIT, yang biasanya terdiri dari 20–40% dari total sel darah putih. Sebagian dari LIMFOSIT ini dibuat oleh sumsum tulang dan sebagian lagi masuk ke sistem limfatik. Limfositopenia adalah istilah lain untuk kekurangan LIMFOSIT. Kekurangan yang tidak terlalu parah biasanya hanya menimbulkan gejala flu atau penyakit ringan lainnya, tetapi pada penyakit tertentu, dapat menyebabkan kekurangan limfosit yang masif sehingga dapat meningkatkan risiko terkena infeksi oportunistik yang lain

 

Jika Anda mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan pengobatan segera, Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di:

  • 0315921101
  • 085233664118

Atau Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier di Jl. Raya Dharma Husada Indah No.26, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285


artikel-2024-05-20T100208.095.png
admin ku
20/May/2024

Anak obesitas memiliki pipi gemuk yang menggemaskan, tetapi ada risiko kesehatan yang mengintai di baliknya. Selain faktor keturunan, obesitas pada anak dapat disebabkan oleh beberapa faktor.

Pola makan yang tidak sehat, konsumsi susu yang berlebihan, dan kurangnya aktivitas fisik dan olahraga juga dapat menjadi penyebab obesitas. Hal ini tidak boleh dibiarkan karena ada banyak masalah kesehatan yang dapat dialami oleh anak obesitas, mulai dari risiko diabetes hingga pubertas dini.

 

Berbagai Penyakit yang Mengintai Anak Obesitas

Obesitas tidak selalu terjadi pada anak-anak yang terlihat ramping dan atletis. Untuk mengetahuinya, pemeriksaan indeks massa tubuh (IMT) anak harus dilakukan. Agar lebih pasti, dokter akan memeriksa anak untuk menentukan apakah dia obesitas berdasarkan hasil pemeriksaan IMT.

Anak obesitas dapat mengalami berbagai masalah kesehatan, seperti:

  • Tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi
    Makanan yang tidak sehat yang dikonsumsi oleh anak obesitas dapat meningkatkan risiko kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi, keduanya meningkatkan risiko penumpukan plak di arteri, yang meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.
  • Diabetes mellitus tipe 2
    Anak-anak yang obesitas memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita diabetes tipe 2 di masa dewasa. Diabetes dapat memengaruhi banyak tubuh, seperti mata, saraf, dan ginjal, jadi tidak boleh diabaikan.
  • Asma
    Anak obesitas memiliki risiko lebih besar untuk mendapat penyakit asma. Penyebabnya belum diketahui, tetapi penumpukan lemak berlebih dan reaksi peradangan kronis diduga menjadi penyebab gangguan pernapasan, termasuk asma.
  • Radangan dan patah tulang pada sendi
    Karena kelebihan berat badan menempatkan tekanan berlebih pada persendian dan tulang, anak obesitas lebih rentan mengalami radang sendi dan patah tulang daripada anak dengan berat badan ideal.

Obesitas dapat berdampak pada kesehatan mental dan fisik anak. Anak yang kelebihan berat badan dapat mengurangi kepercayaan diri mereka sendiri. Selain itu, mereka cenderung menjadi korban perundungan dari teman-temannya. Hal ini dapat menyebabkan kecemasan dan depresi.

 

Jika Anda mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan pengobatan segera, Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di:

  • 0315921101
  • 085233664118

Atau Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier di Jl. Raya Dharma Husada Indah No.26, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285


artikel-2024-05-17T150953.155.png
admin ku
17/May/2024

Berkurangnya komposisi air dari lapisan kulit dapat disebabkan oleh paparan sinar matahari ultraviolet dan sejumlah kondisi medis, seperti psoriasis, dermatitis, dan iktiosis. Anda dapat mencegah kulit kering bersisik dengan melakukan beberapa tindakan sederhana.

Jika lapisan kulit terluar, atau epidermis, rusak dan tidak dapat mempertahankan kelembapan alami kulit, atau jika proses regenerasi sel kulit terganggu, kulit akan kering dan bersisik.

 

Kenapa Kulit Bisa Kering dan Bersisik

Setiap hari, antara 30.000 dan 40.000 sel kulit baru diproduksi. Namun, dalam beberapa situasi, seperti terpapar sinar UV berlebihan atau menderita kondisi medis tertentu, proses pergantian sel kulit dapat terganggu. Akibatnya, sel kulit menjadi menumpuk, yang menyebabkan kulit kering. Kondisi medis berikut dapat menyebabkan kulit kering bersisik:

  • Psoriasis
    Psoriasis adalah penyakit autoimun yang menyebabkan peradangan pada kulit. Gejalanya adalah bercak tebal yang gatal, nyeri, dan kering. Pergantian sel kulit mati biasanya membutuhkan waktu sekitar satu bulan, tetapi pada penderita psoriasis hanya memerlukan tiga atau empat hari. Akibatnya, sel kulit tersebut justru menumpuk dan menebal di permukaan kulit.
  • Dermatitis
    Selain itu, dermatitis, istilah umum untuk kondisi yang menyebabkan peradangan pada kulit, dapat menyebabkan kulit kering dan bersisik. Banyak penyebab dermatitis, termasuk genetik, sistem kekebalan tubuh yang terlalu aktif, dan paparan zat iritan. Beberapa jenis dermatitis yang dapat menyebabkan kulit kering bersisik adalah dermatitis atopik (eksim), dermatitis seboroik, dermatitis kontak, dan dermatitis stasis. Selain menyebabkan kulit kering bersisik, jenis dermatitis ini juga biasanya dapat menyebabkan gatal, ruam, dan kulit melepuh.
  • Keretosi aktinik
    Ketosis aktinik (AK), suatu kondisi prakanker yang biasanya disebabkan oleh paparan sinar ultraviolet, dapat berkembang dan berubah menjadi karsinoma sel skuamosa jika tidak diobati. Salah satu gejala utamanya adalah kulit kering, bersisik, menebal, dan berubah warna. Area kulit yang terkena keratosis aktinik juga terkadang sakit saat disentuh dan kasar seperti amplas.
  • Pityriasis rosea
    Pityriasis rosea juga dapat menyebabkan kulit kering dan bersisik serta ruam yang ditandai dengan munculnya satu titik bulat seperti berwarna merah atau kecoklatan di area tengah tubuh, seperti dada dan perut. Kondisi yang menyebabkan kulit kering dan bersisik ini bisa menyerang siapa saja, tetapi lebih sering terjadi pada orang berusia 10 hingga 35 tahun.
  • Kutu air
    Kekeringan kulit di kaki tidak hanya terjadi di seluruh tubuh. Kutu air, atau kaki atlet, adalah salah satu penyebabnya. Kondisi ini dapat terjadi pada kaki yang basah karena memakai sepatu yang ketat terlalu lama. Seseorang yang mengalami kutu air biasanya mengalami ruam yang gatal dan bersisik pada sela-sela dan telapak kaki. Kutu air juga dapat menyebar ke bagian kaki lainnya jika sudah parah atau pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
  • Iktiosis
    Kulit kering dan bersisik dapat disebabkan oleh beberapa kelainan atau masalah kulit yang diturunkan dari orang tua ke anak, salah satunya adalah iktiosis. Mutasi genetik yang terjadi pada orang yang menderita iktiosis menyebabkan sel-sel kulit baru tumbuh lebih cepat daripada sel-sel kulit mati. Akibatnya, sel-sel kulit mati menumpuk, yang membuat kulit terlihat kering.
  • Panu
    Infeksi panu, atau tinea versicolor, lebih umum pada orang yang tinggal di negara-negara tropis seperti Indonesia. Kondisi penyebab kulit kering bersisik ini disebabkan oleh pertumbuhan jamur Malassezia berlebihan, yang biasanya terdapat pada kulit. Cuaca yang panas dan lembap dengan banyak berkeringat dapat menyediakan lingkungan yang ideal untuk pertumbuhan jamur penyebab panu. Saat kulit menjadi lebih hangat dan lembap, jamur berkembang dengan cepat. Itu sebabnya penduduk negara tropis lebih sering mengalami panu. Biasanya, panu dimulai dengan munculnya bintik-bintik putih, coklat, atau merah muda pada kulit yang terkadang disertai dengan kulit kering dan bersisik.
  • Sunburn
    Risiko mengalami kulit kering dan bersisik meningkat ketika Anda tinggal di negara dengan indeks UV yang tinggi. Sunburn membuat sel-sel kulit rusak. Karena itu, sistem kekebalan tubuh menanggapinya dengan meningkatkan aliran darah ke area kulit yang terbakar. Dalam kebanyakan kasus, kondisi ini diawali dengan ruam yang terasa panas, nyeri, dan gatal. Selain paparan sinar matahari, penggunaan lampu ultraviolet, tempat tanning, dan alat pengering kuku dapat menyebabkan ruam kuku.
  • Proses cleansing yang terlalu sering
    Membersihkan kulit yang terlalu masif & sering dapat juga menganggu keseimbangan barrier kulit sehingga kulit dapat mudah kering & sensitif. Sabun atau cairan antiseptik dapat menganggu kelembapan karena menghapuskan lapisan minyak yang penting untuk menjaga kelembaban & kesehatan kulit. Oleh karena itu, jangan terlalu sering membersihkan kulit, dan gunakan sabun dengan kandungan moisturizer yang cukup

 

Jika Anda mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan pengobatan segera, Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di:

  • 0315921101
  • 085233664118

Atau Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier di Jl. Raya Dharma Husada Indah No.26, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285


artikel-2024-05-16T151909.635.png
admin ku
16/May/2024

Penyakit cacingan tidak hanya dialami oleh anak-anak, tetapi juga orang dewasa. Orang-orang yang tinggal di lingkungan yang tidak memiliki sanitasi yang baik atau tidak menjalani pola hidup bersih dan sehat (PHBS) lebih rentan terkena penyakit ini.

Cacingan terkadang tidak menunjukkan gejala apa pun. Namun, penyakit ini biasanya menimbulkan gejala yang tidak biasa dan dapat terlihat seperti penyakit lain. Penyakit cacingan biasanya menimbulkan gejala seperti sakit perut, diare, mual, muntah, tidak nafsu makan, dan penurunan berat badan. Jika tidak diobati dengan benar, penyakit ini dapat menyebabkan anemia.

 

Penyebab Cacingan Pada Tubuh

Salah satu penyebab utama cacingan masih kebersihan yang tidak terjaga atau lingkungan yang kotor, terutama di lingkungan yang tidak bersih. Namun, penyebab cacingan dapat berbeda pada setiap individu, tergantung pada jenis cacing yang masuk ke dalam tubuh.

Beberapa jenis cacing yang paling sering menyebabkan penyakit cacingan pada manusia adalah:

  • Cacing pita
    Cacing pita, atau Cestoda, dikenal karena bentuknya yang tampak seperti pita, dengan ruas-ruas di seluruh tubuhnya. Cacing pita dewasa dapat mencapai panjang dua puluh lima meter dan dapat bertahan hidup selama tiga puluh tahun. Cacing pita masuk ke dalam tubuh manusia saat tangan bersentuhan dengan tanah atau tinja yang mengandung telur cacing. Mereka kemudian memasukkannya ke dalam mulut saat mereka makan. Selain itu, cacing pita juga dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan atau minuman yang telah terkontaminasi telur cacing. Salah satu cara lain cacing pita dapat masuk ke dalam tubuh manusia adalah dengan memakan daging babi, sapi, atau ikan yang masih mentah atau belum dimasak.
  • Cacing tambang
    Larva cacing tambang, atau cacing tambang yang baru menetas, dapat menembus kulit, seperti melalui telapak kaki tanpa alas, dan masuk ke sirkulasi darah dan masuk ke tenggorokan dan paru-paru. Panjang cacing tambang dewasa berkisar antara 5 dan 13 milimeter. Setelah itu, cacing tambang akan memasuki saluran pencernaan dan tinggal di dalam usus halus. Salah satu cara cacing tambang dapat masuk ke dalam tubuh adalah melalui kontak fisik; ini terjadi ketika seseorang menyentuh atau menginjak tanah yang mengandung larva dan cacing tambang dewasa. Selain itu, makanan atau minuman yang sudah tercemar telur dan larva cacing ini juga dapat menyebabkan infeksi. Tidak hanya manusia, tetapi juga hewan, seperti anjing dan kucing, dapat terinfeksi cacing tambang. Ini masih sering terjadi di wilayah tropis dan lembap dengan kondisi sanitasi yang buruk, termasuk Indonesia.
  • Cacing kremi
    Cacing kremi berwarna putih dan halus, panjangnya sekitar 5 hingga 13 milimeter. Anak-anak usia sekolah biasanya terkena infeksi cacing kremi. Penyebaran cacing kremi biasanya terjadi ketika seseorang mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung parasit tersebut. Selain itu, tangan yang kotor dan jarang dicuci juga dapat menyebabkan infeksi. Telur cacing kremi kemudian masuk ke usus dan berkembang menjadi cacing dewasa dalam beberapa minggu. Jika telur mencapai anus dan digaruk, telur dapat berpindah ke jari, menyentuh permukaan apa pun tanpa disadari.
  • Cacing gelang
    Cacing gelang sangat besar dan dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui tanah yang terkontaminasi oleh telur cacing ini. Panjang cacing gelang berkisar antara 10 dan 35 cm. Telur menetas di usus saat masuk ke dalam tubuh. Kemudian, melalui saluran darah atau pembuluh darah, mereka akan menyebar ke organ tubuh lain, seperti paru-paru atau empedu. Untuk memerangi infeksi cacingan, dokter kemungkinan akan memberikan obat cacing kepada penderita dan seluruh keluarga untuk mencegah infeksi berulang. Mebendazole, ivermectin, albendazole, atau praziquantel adalah beberapa obat yang biasa diresepkan.

 

Jika Anda mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan pengobatan segera, Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di:

  • 0315921101
  • 085233664118

Atau Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier di Jl. Raya Dharma Husada Indah No.26, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285


artikel-2024-05-15T140538.543.png
admin ku
15/May/2024

Perut buncit berbahaya bagi kesehatan secara umum dan penampilan. Ini karena penimbunan lemak. Apa saja risiko yang terkait dengan perut buncit? Selain itu, bagaimana cara mengurangi perut buncit? Perhatikan penjelasannya.

Perut buncit adalah hasil dari penumpukan lemak di area ini. Dua jenis lemak ada di area perut ini: lemak subkutan (dicubit dan terlihat) dan lemak viseral. Namun, lemak viseral tidak dapat dilihat karena berada di sekitar organ dalam tubuh. Lemak viseral ini sering dikaitkan dengan obesitas perut. Lemak viseral sangat sulit untuk dihilangkan dan berbahaya karena dapat meningkatkan risiko penyakit tertentu, seperti penyakit jantung.

 

Penyebab Perut Buncit

Seperti obesitas, perut buncit juga disebabkan oleh konsumsi makanan yang melebihi energi yang diperlukan untuk melakukan aktivitas fisik. Makan terlalu banyak, terutama makanan yang tinggi gula dan kolesterol, dan tidak berolahraga menyebabkan penumpukan lemak di seluruh tubuh Anda, termasuk lemak di perut. Sindrom metabolik juga bisa menyebabkan perut buncit.

Timbulnya perut buncit juga lebih mudah disebabkan oleh usia tua, ketidakseimbangan hormon pada wanita menopause, riwayat obesitas dalam keluarga, kurang tidur, konsumsi alkohol, dan stres yang tinggi.

 

Bahaya yang Datang Karena Perut Buncit

Anda harus waspada jika Anda memiliki perut buncit yang disebabkan oleh banyak lemak karena kondisi ini meningkatkan risiko beberapa penyakit berbahaya. Tubuh dapat mengeluarkan bahan peradangan dan hormon yang dapat mengganggu metabolisme tubuh. Sitokin, yang juga dikenal sebagai senyawa peradangan, memiliki kemampuan untuk menyebabkan peradangan dalam tubuh, meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan tekanan darah tinggi. Selain itu, para peneliti menemukan bahwa sitokin memiliki kemampuan untuk menyebabkan kanker tertentu. Lemak perut dikaitkan dengan kanker usus besar, kerongkongan, dan pankreas.

Peningkatan produksi kolesterol buruk dan penurunan produksi kolesterol baik terkait dengan perut buncit, meningkatkan risiko penyakit kolesterol tinggi. Lemak berlebih juga meningkatkan risiko diabetes karena insulin gagal mengontrol gula darah, meningkatkan risiko gangguan pernapasan, dan bahkan meningkatkan risiko kematian dini akibat penyakit kardiovaskular.

 

Metode untuk Mengatasi Perut Buncit

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, lemak viseral adalah lemak yang banyak berkontribusi pada timbulnya perut buncit. Berbeda dengan lemak subkutan yang berada dekat dengan kulit, lemak viseral berada di sekitar organ dalam, sehingga sulit untuk dihilangkan. Namun, ada beberapa metode yang dapat Anda gunakan untuk mengurangi perut buncit Anda.

Meskipun Anda dapat mengencangkan otot perut Anda dengan sit-up atau gerakan lainnya, hanya melakukan latihan ini tidak akan benar-benar menyingkirkan perut buncit. Untuk mengurangi berat badan, kurangi lemak tubuh secara keseluruhan dan lemak di perut, gunakan kombinasi program olahraga dan diet.

Meskipun mengecilkan perut buncit sulit, Anda harus berusaha untuk melakukannya. Berikut adalah beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk melakukannya:

  • Perhatikan makanan Anda dan asupan kalori Anda
    Untuk mengurangi lemak di perut, Anda harus mengurangi asupan kalori Anda dalam tub. Anda harus mengurangi setidaknya 500 hingga 1000 kalori setiap hari. Kurangi konsumsi karbohidrat dan mulailah mengonsumsi lebih banyak sayuran, buah, produk susu rendah lemak, biji-bijian utuh, protein tanpa lemak, dan produk susu.
  • Perbanyak olahraga
    Tidak melakukan aktivitas fisik dapat menyebabkan kesulitan untuk mengecilkan perut buncit. Oleh karena itu, mulailah berolahraga, terutama kombinasi latihan angkat beban. Jika Anda belum terbiasa melakukan olahraga berat, mulailah dengan berjalan kaki atau yoga.
  • Mengurangi penggunaan minuman beralkohol
    Selain berbahaya bagi tubuh Anda, minuman beralkohol juga dapat menyebabkan obesitas.
  • Hindari situasi stress
    Apabila Anda mengalami masalah, cobalah bermeditasi, beristirahat, dan berbicara dengan orang terdekat Anda. Stres juga dapat menyebabkan perut buncit.
  • Tidur cukup
    Menurut banyak penelitian, kurang tidur dapat menyebabkan nafsu makan meningkat, yang berdampak pada pola makan Anda. Selain itu, kurang tidur dapat menyebabkan peningkatan berat badan. Rekomendasi tidur harian untuk orang dewasa adalah 7–8 jam per hari.

 

Jika Anda mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan pengobatan segera, Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di:

  • 0315921101
  • 085233664118

Atau Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier di Jl. Raya Dharma Husada Indah No.26, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285


artikel-2024-05-14T141244.124.png
admin ku
14/May/2024

Makanan yang dikonsumsi oleh orang yang menderita sinusitis biasanya mengandung zat tertentu yang dapat menyebabkan gejala kambuh atau menjadi lebih parah. Anda mungkin mengonsumsi makanan ini secara teratur tetapi tidak menyadarinya. Peradangan pada sinus, rongga kecil yang menghubungkan saluran udara di dalam tulang tengkorak, menyebabkan pilek, hidung tersumbat, dan rasa sakit di wajah.

Membilas hidung dengan air garam atau mengambil obat dekongestan adalah beberapa cara untuk mencegah gejala sinusitis menjadi lebih parah. Selain itu, sangat penting untuk memperhatikan apa yang Anda makan karena beberapa makanan dapat menyebabkan sinusitis dan harus dihindari.

 

Makanan Penyebab Sinusitis

Beberapa jenis makanan dapat menyebabkan reaksi alergi dan peradangan, menyebabkan rongga sinus bengkak dan banyak menghasilkan lendir. Ini dapat menyebabkan gejala sinusitis sering kambuh atau semakin parah.  Oleh karena itu, orang yang menderita sinusitis harus menghindari makanan yang dapat menyebabkan sinusitis:

  • Keju
    Keju, yang merupakan salah satu makanan yang menyebabkan sinusitis, harus dihindari. Ini karena keju termasuk dalam produk olahan susu sapi. Susu sapi mengandung kasein, menurut beberapa penelitian, yang dapat menyebabkan alergi dan meningkatkan produksi dahak di saluran pernapasan. Ini pasti sangat berbahaya bagi orang yang menderita sinusitis. Menghindari produk olahan susu sapi seperti keju adalah mentega, yoghurt, dan es krim. Jika Anda terbiasa mengonsumsi susu tetapi menderita sinusitis, Anda bisa mengganti susu sapi dengan jenis susu nabati lainnya seperti susu kedelai atau susu almond. Kedua jenis susu ini dibuat tanpa campuran susu sapi sehingga aman untuk dikonsumsi.
  • Permen
    Mengonsumsi permen yang mengandung gula tinggi dapat menyebabkan kambuhnya sinusitis atau memperparah gejalanya. Ini karena makanan yang menyebabkan sinusitis dapat membuat tubuh menerima asupan gula berlebih, yang mengganggu metabolisme dan memperparah peradangan di tubuh. Asupan gula berlebihan dapat menyebabkan peradangan pada sinus, yang dapat menyebabkan berbagai gejala sinusitis kambuh atau menjadi lebih parah. Jika Anda menderita sinusitis, Anda harus menghindari mengonsumsi beberapa makanan dan minuman lain, seperti cokelat, sereal, soda, teh manis, minuman berenergi, dan jus kemasan, karena asupan gula yang berlebihan tidak hanya berasal dari permen.
  • Sosis
    Histamine digunakan untuk membuat sosis dari daging olahan. Histamine adalah zat kimia yang dibuat oleh sel darah putih untuk melawan infeksi dan alergi. Anda juga bisa mendapatkan zat ini dari beberapa makanan. Penderita sinusitis disarankan untuk menghindari makanan yang mengandung histamin karena menyebabkan sinusitis. Ini karena sosis meningkatkan kadar histamin secara berlebihan, yang membuat tubuh tidak dapat memecahnya dengan baik. Zat histamin yang tidak dapat dipecahkan akan menumpuk dan menyebabkan gejala yang terkait dengan sinusitis, seperti bersin, pilek, hidung tersumbat, dan masalah bernapas. Dengan kata lain, semakin banyak zat histamin di dalam tubuh, semakin parah gejala sinusitis.
  • Tomat
    Histamine tidak hanya ada dalam makanan olahan, tetapi juga ada dalam beberapa buah-buahan dan sayuran, salah satunya tomat. Untuk menghindari gejala sinusitis menjadi kambuh atau bertambah parah, tomat adalah makanan penyebab sinusitis yang harus dihindari. Selain tomat, terong, pisang, alpukat, dan bayam adalah buah dan sayur lainnya yang mengandung histamin tinggi.
  • Buah semangka
    Karena semangka mengandung asam salisilat, yang dapat memperburuk gejala sinusitis, semangka dianggap sebagai makanan penyebab sinusitis. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa asam salisilat dapat menyebabkan efek samping seperti pilek, bersin, dan hidung tersumbat.
  • Makanan kemasan atau Ultra Proccessed Food (UPF)
    Makanan UPF mengandung banyak pengawet, pengemulsi, penstabil, penyedap, dll yang tidak baik untuk kesehatan secara umum. Dan biasanya mengandung banyak natrium dan gula yang tinggi. Sehingga bisa menyebabkan peradangan secara umum pada tubuh, dan memicu mediator inflamasi. 90% penyebab penyakit muncul dari makanan yang akan diserap oleh usus halus, sehingga harus menjaga apa yang kita konsumsi supaya imunitas tubuh terjaga

Mengonsumsi makanan yang mengandung asam salisilat dapat menyebabkan gejala sinusitis kambuh atau menjadi lebih parah. Ini karena berbagai efek samping tersebut pasti terkait dengan sinusitis.

Beberapa jenis makanan lain, seperti buncis, stroberi, plum, dan gandum, mengandung asam salisilat, jadi jangan makan apa-apa dari jenis makanan ini jika Anda menderita sinusitis. Penderita sinusitis harus menjaga asupan makanan mereka dan menghindari polusi dan asap rokok agar peradangan mereka tidak memperburuk.

 

Jika Anda mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan pengobatan segera, Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di:

  • 0315921101
  • 085233664118

Atau Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier di Jl. Raya Dharma Husada Indah No.26, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285


artikel-2024-05-11T121718.386.png
admin ku
11/May/2024

Dipercaya bahwa mengonsumsi susu setelah mengonsumsi obat obat dapat mengurangi efek sampingnya. Namun, ini tidak berlaku untuk semua jenis obat; beberapa obat dapat menimbulkan efek samping yang lebih buruk jika dikonsumsi bersamaan dengan susu. Obat biasanya mengandung zat tertentu yang dapat mengubah cara obat bekerja dengan obat lain, suplemen, atau makanan dan minuman tertentu, seperti susu.

 

Apa yang Tejadi Saat Minum Susu Setelah Minum Obat

Interaksi obat dengan makanan dan susu dapat terjadi karena salah penggunaan yang tidak disengaja atau karena pasien tidak tahu tentang kandungan obat. Ini dapat menyebabkan beberapa efek, seperti:

  • Membuat kerja obat menjadi lebih baik atau justru menjadi kurang
  • Mengurangi atau memperburuk efek samping obat, bahkan kadang-kadang menimbulkan efek samping baru.
  • Mengganggu penyerapan obat, metabolisme obat dalam tubuh, atau eliminasi obat dari tubuh

Untuk menghindari hal ini, tanyakan kepada dokter atau apoteker tentang cara minum obat yang benar, termasuk jarak waktu yang tepat. Tanyakan juga apakah obat boleh diminum dengan minuman lain selain air putih.

 

Kandungan Pada Susu yang Mempengaruhi Fungsi Obat

Meminum susu setelah mengonsumsi obat tertentu dianggap aman. Bahkan, susu dapat membantu penyerapan obat dan mengurangi efek samping pencernaan seperti mual, muntah, iritasi saluran cerna, atau nyeri perut. Tidak disarankan untuk minum susu setelah mengonsumsi beberapa jenis obat lainnya. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa bahan-bahan yang terkandung dalam susu memiliki potensi untuk menghambat fungsi obat tersebut.

Supaya lebih aman, Dokter biasanya akan menyarankan Pasien untuk minum obat dengan air putih saja, tidak dengan susu / jus buah. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir efek yang tidak diinginkan dan supaya lebih mudah untuk diingat & diterima Pasien.

 

Jika Anda mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan pengobatan segera, Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di:

  • 0315921101
  • 085233664118

Atau Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier di Jl. Raya Dharma Husada Indah No.26, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285


artikel-2024-05-08T154638.277.png
admin ku
08/May/2024

Salah satu cara untuk menghindari anemia adalah dengan memastikan bahwa tubuh Anda mengonsumsi cukup nutrisi, seperti folat, zat besi, vitamin C, dan vitamin B12, tanpa harus mengambil suplemen atau tablet tambahan darah. Dalam anemia, jumlah sel darah merah atau hemoglobin yang diperlukan untuk mengedarkan nutrisi dan oksigen tidak cukup. Tak mengherankan jika anemia dapat menyebabkan pusing, kelelahan, kelelahan, sakit kepala, dan jantung berdebar-debar.

Kehamilan, menstruasi, efek samping pengobatan, dan kondisi medis tertentu juga dapat menyebabkan anemia; umumnya, kondisi ini disebut anemia defisiensi besi. Mengonsumsi makanan bergizi dapat membantu mencegah anemia karena kekurangan zat besi dan nutrisi lainnya.

 

Makanan Pencegah Anemia

Seseorang yang mengalami anemia defisiensi besi biasanya mengalami kondisi ini karena mereka tidak mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi dalam jumlah yang cukup. Kondisi ini dapat disebabkan oleh banyak hal, seperti mengikuti pola makan vegetarian, mengikuti diet yang tidak sehat, atau tidak memiliki akses yang cukup ke makanan bernutrisi.

Untuk menghindari anemia, Anda harus memenuhi kebutuhan nutrisi Anda selain zat besi. Berikut adalah beberapa cara untuk menghindari anemia dengan mengonsumsi makanan yang kaya nutrisi:

  • Konsumsi zat besi
    Zat besi adalah mineral yang memiliki banyak fungsi untuk tubuh, termasuk mengangkut dan mendistribusikan oksigen dalam darah. Akibatnya, mengonsumsi makanan yang mengandung banyak zat besi dapat membantu mencegah anemia. Makanan yang diperkaya zat besi, seperti roti gandum, susu, dan sereal, dapat memenuhi kebutuhan zat besi tubuh Anda setiap hari antara 9 dan 18 miligram. Namun, konsumsi terlalu banyak zat besi juga tidak baik. Anda dapat memenuhi kebutuhan zat besi Anda dengan makan makanan dan buah-buahan seperti:

    • Daging ayam
    • Daging sapi atau domba tanpa lemak
    • Telur
    • Bayam
    • Kangkung
    • Buncis
    • Brokoli
    • Kentang
    • Tahu serta tempe
    • Kacang-kacangan seperti kacang almond, kedelai, dan polong
  • Mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin C
    Salah satu cara untuk mencegah anemia berikutnya adalah dengan mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin C. Makanan yang mengandung vitamin C meningkatkan penyerapan zat besi tubuh, terutama yang berasal dari sayur-sayuran, buah-buahan, dan kacang-kacangan. Jika Anda ingin memenuhi asupan zat besi Anda melalui diet vegetarian, Anda juga harus mengonsumsi vitamin C. Namun, jika Anda mengambil vitamin C sebagai pencegahan anemia secara berlebihan, Anda dapat mengalami efek samping seperti mual, sakit perut, dan peningkatan asam lambung. Oleh karena itu, jumlah vitamin C yang harus Anda konsumsi hanya antara 75 dan 90 miligram per hari. Anda dapat menghindari anemia dengan mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin C berikut:

    • Jeruk
    • Brokoli
    • Kiwi
    • Melon
    • Stroberi
    • Tomat
    • Paprika
    • Lemon
    • Leci
    • Pepaya
    • Jambu biji
  • Makanan yang mengandung vitamin B12
    Selain kekurangan zat besi, kekurangan vitamin B12 juga dapat menyebabkan anemia. Tubuh membutuhkan vitamin B12 untuk membuat trombosit, sel darah merah, dan sel darah putih. Kekurangan vitamin ini menyebabkan sel darah tidak diproduksi dengan baik, yang menyebabkan sel darah hancur lebih cepat dan menyebabkan anemia. Untuk menghindari efek samping seperti sakit kepala, mual, muntah, sakit perut, diare, dan kesemutan pada kaki dan tangan, Anda tidak perlu mengonsumsi lebih banyak makanan yang mengandung vitamin B12 daripada yang Anda butuhkan setiap hari. Karena tubuh Anda tidak dapat menghasilkan vitamin B12 secara alami, Anda harus mendapatkan vitamin B12 dari makanan. Berikut adalah beberapa produk hewani yang mengandung vitamin B12 untuk membantu Anda menghindari anemia:

    • Ikan, termasuk ikan sarden, salmon, dan tuna
    • Kerang
    • Susu beserta produk olahannya, seperti yogurt dan keju
    • Telur
    • Daging sapi
    • Daging ayam
    • Jeroan, khususnya hati
  • Konsumsi makanan tinggi asam folat
    Salah satu cara untuk mencegah anemia adalah dengan mengonsumsi asam folat atau vitamin B9, yang, seperti vitamin B12, dapat membantu tubuh memproduksi sel darah merah yang sehat. Karena tubuh tidak dapat menyimpan semua vitamin B, termasuk vitamin B12 dan vitamin B9, jumlah nutrisi yang harus Anda konsumsi setiap hari tidak boleh melebihi 400 mikrogram. Beberapa makanan yang mengandung banyak folat adalah:

    • Pisang
    • Pepaya
    • Alpukat
    • Jeruk
    • Hati sapi
    • Telur
    • Asparagus
    • Sayuran berdaun hijau, seperti brokoli dan bayam
    • Kacang-kacangan, termasuk kacang polong dan kacang merah
  • Mengurangi jumlah kafein yang dikonsumsi
    Membatasi konsumsi minuman yang mengandung kafein, seperti teh, dapat menghambat proses penyerapan zat besi oleh tubuh. Oleh karena itu, membatasi konsumsi kafein adalah langkah lain yang penting untuk mencegah anemia.

Salah satu cara untuk mencegah anemia adalah dengan mengonsumsi suplemen penambah darah. Namun, Anda disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum melakukannya untuk mendapatkan dosis yang tepat untuk kondisi Anda. Efek samping seperti sakit perut, BAB hitam, diare, sembelit, dan mual dapat terjadi jika Anda mengonsumsi suplemen penambah darah dalam dosis yang tidak tepat.

 

Jika Anda mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan pengobatan segera, Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di:

  • 0315921101
  • 085233664118

Atau Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier di Jl. Raya Dharma Husada Indah No.26, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285


artikel-2024-05-07T144355.686.png
admin ku
07/May/2024

Kulit kepala bersisik, kemerahan, dan gatal adalah tanda dermatitis seboroik kepala. Meskipun tidak berbahaya dan tidak menular, penyakit yang diduga akibat penumpukan sel kulit mati dan produksi minyak berlebih harus ditangani dengan benar agar tidak mengganggu penampilan.

Semua orang dapat mengalami dermatitis seboroik kepala, mulai dari bayi hingga orang dewasa. Pada bayi, penyakit ini disebut cradle cap dan akan sembuh sendiri seiring bertambahnya usia. Pada orang dewasa, penyakit ini disebut ketombe. Pada orang dewasa, dermatitis seboroik kepala juga dapat hilang dengan sendirinya, tetapi juga dapat muncul kembali dari waktu ke waktu. Akibatnya, penanganan yang tepat diperlukan untuk mencegah kondisi ini berulang.

 

Penyebab dari Dermatitis Seboroik Kepala

Dermatitis seboroik kepala tidak memiliki penyebab yang diketahui, tetapi produksi minyak berlebihan di kulit kepala menyebabkan pertumbuhan jamur Malassezia tidak terkendali. Sistem kekebalan tubuh yang lemah juga lebih rentan terhadap penyakit ini.

Jamur Malassezia biasanya ditemukan di kulit manusia, terutama di daerah berminyak. Namun, pada beberapa orang, keberadaan jamur ini menyebabkan reaksi imun yang diduga menyebabkan dermatitis seboroik kepala. Beberapa kondisi yang diduga dapat menyebabkan dermatitis seboroik kepala, meskipun penyebabnya belum diketahui:

  • Stress
  • Kelelahan
  • Cuaca bersuhu dingin dan kering

Selain itu, ada beberapa predisposisi untuk dermatitis seboroik kepala, seperti:

  • Mengalami penyakit sistem saraf dan kejiwaan seperti depresi berat, stroke, penyakit Alzheimer, dan penyakit Parkinson
  • Mengambil obat, seperti antagonis dopamin, imunosupresan, dan lithium
  • Memiliki daya tahan tubuh yang lemah, seperti pasien HIV/AIDS dan pasien yang pernah menerima transplantasi ginjal

 

Gejala Dermatitis Seboroik Kepala

dermatitis seboroik kepala kurang diperhatikan karena gejalanya sering ditemui. Akibatnya, penganan dermatitis seboroik kepala mungkin kurang atau sama sekali tidak diberikan.

Gejala dermatitis seboroik kepala termasuk:

  • Kepala bersisik
  • Kepala yang mengelupas atau berketombe
  • Gatal di kepala
  • Kulit kepala kemerahan

Pemicu dermatitis seboroik kepala, seperti stres, kelelahan, dan cuaca yang dingin atau kering, dapat menyebabkan gejala muncul atau meningkat.

 

Jika Anda mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan pengobatan segera, Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di:

  • 0315921101
  • 085233664118

Atau Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier di Jl. Raya Dharma Husada Indah No.26, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285




Klinik Utama Dharmahusada Premier merupakan klinik Utama yang berlokasi di area Dharmahusada. Dengan seluruh tenaga medis profesional, Klinik Utama Dharmahusada Premier menghadirkan pelayanan komprehensif yang meliputi perawatan promotif, preventif, dan kuratif. Segala tindakan medis ditangani oleh tenaga medis ahli dan berpengalaman, serta menggunakan teknologi yang modern.



Social Media


Facebook

www.facebook.com/dhpclinic


Twitter

@dhpcclinic


Instagram

@dhpclinic



Hubungi Kami


Whatsapp

085233664118


Telepon

(031)5921101


Email

klinik.dharmahusadapremier@gmail.com


Copyright by Markbro 2024. All rights reserved.