Senin - Jumat07:00-21:00Sabtu07:00-13:00Hubungi kami+0315921101

Blog

Gerakan-3M-Plus-Cara-Sederhana-Lindungi-Keluarga-dari-Demam-Berdarah.png
16/Apr/2026

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi salah satu penyakit yang perlu diwaspadai, terutama di negara tropis seperti Indonesia. Penyakit ini disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti yang berkembang biak di air bersih yang tergenang.

Sayangnya, hingga saat ini belum ada obat khusus untuk menyembuhkan DBD. Oleh karena itu, langkah pencegahan menjadi kunci utama untuk melindungi diri dan keluarga dari penyakit ini. Salah satu cara paling efektif adalah dengan menerapkan gerakan 3M Plus.

 

Apa Itu Gerakan 3M Plus?

Gerakan 3M Plus adalah upaya pemberantasan sarang nyamuk (PSN) yang bertujuan untuk memutus siklus hidup nyamuk penyebab DBD.

Program ini terdiri dari tiga langkah utama (3M) dan tambahan langkah pencegahan lainnya (Plus) yang dilakukan secara rutin dan konsisten.

 

3M Inti yang Wajib Dilakukan

Berikut tiga langkah utama dalam gerakan 3M:

  1. Menguras
    Membersihkan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember, dan vas bunga secara rutin minimal seminggu sekali untuk menghilangkan jentik nyamuk.
  2. Menutup
    Menutup rapat semua wadah penampungan air agar nyamuk tidak bisa masuk dan bertelur.
  3. Mendaur ulang atau mengubur
    Memanfaatkan kembali atau membuang barang bekas seperti botol, kaleng, dan ban yang dapat menampung air hujan.

 

Langkah “Plus” untuk Perlindungan Maksimal

Selain 3M, terdapat langkah tambahan yang dapat meningkatkan efektivitas pencegahan DBD, yaitu:

  • Menggunakan obat atau lotion anti nyamuk
  • Memasang kawat kasa pada ventilasi rumah
  • Menggunakan kelambu saat tidur
  • Menaburkan larvasida pada tempat yang sulit dibersihkan
  • Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk
  • Menanam tanaman pengusir nyamuk
  • Tidak menggantung pakaian di dalam rumah

Langkah-langkah ini membantu mencegah gigitan nyamuk sekaligus mengurangi tempat berkembang biaknya.

 

Mengapa 3M Plus Sangat Penting?

Nyamuk Aedes aegypti berkembang biak dengan cepat, terutama saat musim hujan. Jika lingkungan tidak bersih, jumlah nyamuk bisa meningkat dan risiko penularan DBD menjadi lebih tinggi.

Dengan menerapkan 3M Plus secara rutin, risiko penyebaran DBD dapat ditekan secara signifikan karena siklus hidup nyamuk berhasil diputus.

 

Gejala DBD yang Perlu Diwaspadai

Beberapa gejala DBD yang umum muncul antara lain:

  • Demam tinggi mendadak
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot dan sendi
  • Mual atau muntah
  • Muncul bintik merah di kulit

Jika tidak ditangani, kondisi ini bisa berkembang menjadi lebih serius seperti perdarahan hingga syok.

 

Cara Mencegah DBD di Rumah

Selain menerapkan 3M Plus, Anda juga bisa melakukan langkah berikut:

  • Menjaga kebersihan lingkungan
  • Rutin mengecek tempat penampungan air
  • Meningkatkan daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat
  • Berkonsultasi mengenai vaksin DBD jika diperlukan

 

Gerakan 3M Plus adalah cara sederhana namun sangat efektif untuk mencegah demam berdarah. Dengan menguras, menutup, mendaur ulang, serta melakukan langkah tambahan, Anda bisa melindungi keluarga dari risiko DBD.

Kunci utamanya adalah konsisten dan melibatkan seluruh anggota keluarga dalam menjaga kebersihan lingkungan. Mulai dari rumah sendiri, Anda sudah ikut berperan dalam mencegah penyebaran DBD.

Jika Anda mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan pengobatan segera, Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan yang Anda butuhkan.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di:

0315921101
085233664118
Atau Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier di Jl. Raya Dharma Husada Indah No.26, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285


Kenali-3-Jenis-Kolesterol-yang-Harus-Diwaspadai-Sejak-Dini.png
14/Apr/2026

Kolesterol sering dianggap sebagai penyebab utama berbagai penyakit. Padahal, kolesterol sebenarnya dibutuhkan tubuh untuk membentuk sel, hormon, dan membantu proses metabolisme. Masalah muncul ketika kadarnya tidak seimbang, terutama jika terlalu tinggi.

Untuk menjaga kesehatan, penting mengetahui bahwa tidak semua kolesterol itu buruk. Ada beberapa jenis kolesterol yang justru perlu diperhatikan karena masing-masing memiliki peran yang berbeda dalam tubuh.

 

Apa Itu Kolesterol?

Kolesterol adalah zat lemak yang diproduksi oleh hati dan juga berasal dari makanan. Dalam tubuh, kolesterol berfungsi untuk membangun sel dan membantu produksi hormon. Namun, kadar yang berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

 

3 Jenis Kolesterol yang Mesti Diwaspadai

Berikut tiga jenis kolesterol utama yang perlu diketahui:

  1. LDL (Low-Density Lipoprotein) – Kolesterol “Jahat”

LDL sering disebut sebagai kolesterol jahat karena dapat menumpuk di dinding pembuluh darah. Penumpukan ini membentuk plak yang bisa menyumbat aliran darah dan meningkatkan risiko serangan jantung serta stroke.

Semakin tinggi kadar LDL, semakin besar risiko terjadinya penyakit kardiovaskular.

  1. HDL (High-Density Lipoprotein) – Kolesterol “Baik”

Berbeda dengan LDL, HDL dikenal sebagai kolesterol baik. Fungsinya adalah membantu mengangkut kelebihan kolesterol dari pembuluh darah kembali ke hati untuk dibuang dari tubuh.

Kadar HDL yang tinggi justru membantu melindungi tubuh dari penyakit jantung.

  1. Trigliserida – Lemak dalam Darah

Selain LDL dan HDL, trigliserida juga termasuk lemak dalam darah yang perlu diwaspadai. Trigliserida berasal dari makanan dan digunakan sebagai cadangan energi.

Namun, jika kadarnya terlalu tinggi, trigliserida dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, terutama jika disertai dengan kadar LDL tinggi atau HDL rendah.

 

Mengapa Penting Menjaga Kadar Kolesterol?

Ketidakseimbangan kolesterol terutama LDL tinggi dan HDL rendah dapat menyebabkan penumpukan lemak di pembuluh darah (aterosklerosis). Kondisi ini bisa berujung pada penyakit serius seperti:

  • Penyakit jantung koroner
  • Stroke
  • Gangguan pembuluh darah lainnya

Sayangnya, kolesterol tinggi sering tidak menimbulkan gejala, sehingga banyak orang tidak menyadarinya hingga muncul komplikasi.

 

Cara Menjaga Kolesterol Tetap Normal

Agar kadar kolesterol tetap sehat, beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:

  • Mengurangi konsumsi lemak jenuh dan makanan olahan
  • Memperbanyak buah, sayur, dan serat
  • Rutin berolahraga
  • Menjaga berat badan ideal
  • Melakukan pemeriksaan kolesterol secara berkala

 

Kolesterol bukanlah musuh sepenuhnya, tetapi perlu dijaga keseimbangannya. LDL, HDL, dan trigliserida memiliki peran berbeda dalam tubuh, namun semuanya saling berkaitan dalam menentukan kesehatan jantung.

Dengan memahami jenis-jenis kolesterol ini, Anda bisa lebih bijak dalam menjaga pola hidup agar terhindar dari risiko penyakit serius di masa depan.

 

Jika Anda mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan pengobatan segera, Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan yang Anda butuhkan.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di:

0315921101
085233664118
Atau Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier di Jl. Raya Dharma Husada Indah No.26, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285


Risiko-Makan-Terlalu-Cepat-dan-Manfaat-Makan-Lebih-Lambat.png
26/Mar/2026

Kesibukan sehari-hari sering membuat banyak orang makan dengan terburu-buru. Padahal, cara makan ternyata memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan tubuh. Makan terlalu cepat bukan hanya soal kebiasaan, tetapi juga bisa berdampak pada sistem pencernaan hingga risiko penyakit tertentu.

Sebaliknya, makan dengan lebih lambat justru memberikan banyak manfaat bagi tubuh.

 

Mengapa Makan Cepat Berbahaya?

Tubuh membutuhkan waktu untuk memproses makanan dan mengirimkan sinyal kenyang ke otak. Proses ini biasanya memakan waktu sekitar 20 menit. Jika makan terlalu cepat, seseorang cenderung makan lebih banyak sebelum merasa kenyang.

Akibatnya, kebiasaan ini dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan.

  1. Meningkatkan Berat Badan

Makan cepat membuat seseorang cenderung mengonsumsi lebih banyak kalori. Hal ini dapat menyebabkan penambahan berat badan hingga obesitas.

  1. Risiko Sindrom Metabolik

Kenaikan berat badan akibat makan cepat dapat memicu sindrom metabolik dan resistensi insulin, yang berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan diabetes tipe 2.

  1. Gangguan Pencernaan

Saat makan cepat, makanan tidak dikunyah dengan baik sehingga sistem pencernaan harus bekerja lebih keras. Hal ini dapat memperlambat proses pencernaan dan menimbulkan ketidaknyamanan pada perut.

  1. Risiko Asam Lambung

Makan terburu-buru juga dapat meningkatkan risiko naiknya asam lambung (GERD), yang ditandai dengan nyeri ulu hati hingga sensasi terbakar di dada.

  1. Memicu Makan Berlebihan

Selain itu, makan cepat membuat seseorang kurang merasa puas dan dapat memicu kebiasaan makan berlebihan (binge eating).

 

Manfaat Makan Lebih Lambat

Berbeda dengan makan cepat, makan secara perlahan memberikan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh.

  1. Mengontrol Porsi Makan

Makan perlahan membantu tubuh mengenali rasa kenyang lebih cepat sehingga dapat mengontrol jumlah makanan yang dikonsumsi.

  1. Membantu Menurunkan Berat Badan

Dengan asupan kalori yang lebih terkontrol, makan lambat dapat membantu menjaga atau menurunkan berat badan secara bertahap.

  1. Meningkatkan Penyerapan Nutrisi

Mengunyah makanan dengan baik membantu tubuh menyerap nutrisi secara lebih optimal.

  1. Melancarkan Proses Pencernaan

Makan perlahan membuat makanan lebih halus sebelum masuk ke lambung, sehingga proses pencernaan menjadi lebih efisien.

  1. Mengurangi Stres

Makan dengan tenang juga dapat memberikan efek relaksasi dan membantu mengurangi stres karena tubuh merasa lebih terkendali.

 

Tips Agar Tidak Makan Terlalu Cepat

Untuk mengubah kebiasaan makan, beberapa langkah berikut bisa dilakukan:

  • Fokus pada makanan dan hindari distraksi seperti gadget atau TV
  • Kunyah makanan lebih lama, sekitar 20–30 kali setiap suapan
  • Makan dengan porsi kecil dan perlahan
  • Atur jadwal makan secara teratur agar tidak terlalu lapar
  • Konsumsi camilan sehat agar tidak makan berlebihan saat waktu makan utama

 

Makan terlalu cepat dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, mulai dari kenaikan berat badan hingga gangguan pencernaan dan penyakit metabolik. Sebaliknya, makan dengan lebih lambat memberikan banyak manfaat, seperti membantu mengontrol porsi makan, meningkatkan penyerapan nutrisi, dan menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Mulai sekarang, biasakan makan dengan lebih tenang dan perlahan agar tubuh tetap sehat dan terhindar dari berbagai risiko penyakit.

 

Jika Anda mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan pengobatan segera, Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan yang Anda butuhkan.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di:

0315921101
085233664118
Atau Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier di Jl. Raya Dharma Husada Indah No.26, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285


Mengenal-Gangguan-Saraf-pada-Anak-dan-Dampaknya-pada-Tumbuh-Kembang.png
24/Mar/2026

Penyakit saraf pada anak merupakan kondisi yang perlu diwaspadai karena dapat memengaruhi tumbuh kembang, kemampuan belajar, hingga aktivitas sehari-hari. Gangguan ini dapat terjadi pada sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang) maupun sistem saraf tepi.

Mengetahui jenis dan tanda-tandanya sejak dini sangat penting agar anak bisa mendapatkan penanganan yang tepat.

 

Penyebab Penyakit Saraf pada Anak

Gangguan saraf pada anak dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain:

  • Kelainan bawaan sejak dalam kandungan (kongenital)
  • Kelahiran prematur
  • Gangguan saat proses persalinan
  • Cedera atau infeksi pada otak

Kondisi ini dapat berdampak pada perkembangan fisik maupun mental anak jika tidak ditangani dengan baik.

 

Jenis Penyakit Saraf pada Anak

Berikut beberapa penyakit saraf pada anak yang cukup sering ditemukan:

  1. Epilepsi

Epilepsi merupakan salah satu gangguan saraf yang paling umum pada anak. Kondisi ini ditandai dengan kejang berulang tanpa penyebab yang jelas.

  1. Spina Bifida

Spina bifida adalah kelainan pada tulang belakang akibat pembentukan saraf yang tidak sempurna sejak dalam kandungan. Kondisinya bisa ringan hingga berat.

  1. Cerebral Palsy

Cerebral palsy terjadi akibat kerusakan otak saat masa perkembangan janin atau setelah lahir. Gejala utamanya adalah gangguan gerak dan koordinasi.

  1. ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder)

ADHD adalah gangguan saraf yang menyebabkan anak sulit fokus, hiperaktif, dan impulsif. Kondisi ini biasanya mulai terlihat saat anak memasuki usia sekolah.

  1. Autisme

Autisme merupakan gangguan perkembangan saraf yang memengaruhi kemampuan komunikasi, interaksi sosial, dan perilaku anak.

  1. Hidrosefalus

Hidrosefalus terjadi akibat penumpukan cairan di otak yang menyebabkan tekanan pada jaringan otak. Gejalanya bisa berupa pembesaran kepala, muntah, dan keterlambatan perkembangan.

  1. Disleksia

Disleksia adalah gangguan belajar yang membuat anak kesulitan membaca dan memahami bahasa, meskipun tingkat kecerdasannya normal.

  1. Keterlambatan Tumbuh Kembang

Keterlambatan dalam berjalan, berbicara, atau kemampuan motorik bisa menjadi tanda adanya gangguan saraf pada anak.

 

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Beberapa tanda yang dapat menunjukkan adanya gangguan saraf pada anak antara lain:

  • Keterlambatan perkembangan (motorik atau bicara)
  • Kejang berulang
  • Sulit fokus atau hiperaktif
  • Gangguan koordinasi gerak
  • Kesulitan belajar atau berinteraksi

Gejala ini dapat berbeda pada setiap anak, tergantung jenis gangguan yang dialami.

 

Pentingnya Deteksi Dini

Deteksi dini sangat penting untuk mencegah dampak yang lebih serius. Semakin cepat gangguan saraf diketahui, semakin besar peluang anak untuk mendapatkan terapi dan penanganan yang optimal.

Penanganan biasanya melibatkan tim medis seperti dokter spesialis anak, neurologi, hingga terapi tumbuh kembang.

 

Penyakit saraf pada anak dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan, mulai dari perkembangan fisik hingga kemampuan belajar. Berbagai kondisi seperti epilepsi, autisme, hingga cerebral palsy perlu dikenali sejak dini agar dapat ditangani dengan tepat.

 

Jika Anda mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan pengobatan segera, Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan yang Anda butuhkan.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di:

0315921101
085233664118
Atau Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier di Jl. Raya Dharma Husada Indah No.26, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285


Nyeri-Punggung-Saat-Hamil-Waspadai-Saraf-Terjepit.png
22/Mar/2026

Nyeri punggung dan pinggang sering dialami oleh ibu hamil, terutama pada trimester akhir. Namun, tidak semua nyeri tersebut normal. Dalam beberapa kasus, keluhan tersebut bisa menjadi tanda saraf terjepit, kondisi yang perlu mendapatkan perhatian khusus.

Mengenal Saraf Terjepit

Saraf terjepit terjadi akibat tekanan pada saraf oleh jaringan di sekitarnya, seperti otot atau tulang. Kondisi ini dapat mengganggu fungsi saraf dan menyebabkan rasa nyeri, kesemutan, atau kelemahan pada bagian tubuh tertentu.

Pada ibu hamil, kondisi ini dapat diperburuk oleh perubahan tubuh selama kehamilan.

Mengapa Ibu Hamil Rentan?

Selama kehamilan, tubuh mengalami perubahan yang signifikan, seperti:

  • Peregangan ligamen di area panggul
  • Perubahan postur tubuh
  • Bertambahnya berat badan
  • Tekanan pada saraf di area punggung

Semua faktor tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya saraf terjepit.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Saraf terjepit pada ibu hamil dapat menimbulkan gejala seperti:

  • Nyeri menjalar dari punggung ke kaki
  • Kesemutan atau mati rasa
  • Rasa tidak nyaman saat duduk atau tidur
  • Kesulitan bergerak

Keluhan ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan menurunkan kualitas hidup ibu hamil.

Risiko Jika Tidak Ditangani

Jika saraf terjepit berlangsung lama, dapat menyebabkan:

  • Pembengkakan jaringan di sekitar saraf
  • Penumpukan cairan dan jaringan parut
  • Kerusakan saraf permanen

Kondisi ini tentu dapat berdampak pada kesehatan ibu dan jalannya kehamilan.

Cara Mengurangi Keluhan

Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan ibu hamil antara lain:

  • Mengatur posisi tidur yang nyaman
  • Menghindari aktivitas berat
  • Menjaga postur tubuh
  • Mendapatkan dukungan dari keluarga
  • Rutin memeriksakan kondisi ke tenaga kesehatan

 

Saraf terjepit merupakan salah satu penyebab nyeri pada ibu hamil yang perlu diwaspadai. Dengan mengenali gejala dan melakukan penanganan sejak dini, risiko komplikasi dapat diminimalkan sehingga ibu tetap dapat menjalani kehamilan dengan sehat dan nyaman.

 

Jika Anda mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan pengobatan segera, Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan yang Anda butuhkan.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di:

0315921101
085233664118
Atau Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier di Jl. Raya Dharma Husada Indah No.26, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285


Saraf-Terjepit-pada-Ibu-Hamil-Jangan-Diabaikan.png
18/Mar/2026

Kehamilan merupakan masa yang penuh perubahan pada tubuh. Selain perubahan hormon dan fisik, ibu hamil juga sering mengalami berbagai keluhan, salah satunya adalah saraf terjepit. Kondisi ini sering dianggap sepele, padahal dapat berdampak pada kenyamanan bahkan keselamatan ibu dan janin jika tidak ditangani dengan baik.

 

Apa Itu Saraf Terjepit?

Saraf terjepit adalah kondisi ketika saraf mengalami tekanan, baik secara langsung maupun tidak langsung, sehingga fungsi saraf terganggu. Tekanan ini dapat menghambat kemampuan saraf dalam menghantarkan sinyal dari otak ke tubuh atau sebaliknya.

 

Penyebab Saraf Terjepit pada Ibu Hamil

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan saraf terjepit selama kehamilan antara lain:

  • Posisi tidur yang kurang tepat
  • Postur tubuh yang salah saat mengangkat beban
  • Perubahan fisik selama kehamilan
  • Tekanan pada area punggung dan panggul

Selain itu, perubahan tubuh selama kehamilan seperti peregangan ligamen dan pembesaran rahim juga dapat memicu kompresi saraf.

 

Dampak yang Bisa Terjadi

Saraf terjepit dapat menimbulkan berbagai keluhan seperti:

  • Nyeri pada punggung atau pinggang
  • Rasa tidak nyaman saat bergerak
  • Gangguan posisi tidur

Jika kondisi ini dibiarkan, dapat berdampak pada proses persalinan karena ibu akan kesulitan menahan nyeri saat melahirkan.

 

Penanganan yang Dapat Dilakukan

Jika mengalami keluhan saraf terjepit, ibu hamil disarankan untuk:

  • Tetap tenang dan tidak panik
  • Segera berkonsultasi ke tenaga kesehatan
  • Menjaga posisi tubuh yang baik
  • Menghindari aktivitas yang memperparah nyeri

Pada kasus ringan hingga sedang, kondisi ini biasanya tidak berbahaya. Namun pada kasus berat, diperlukan penanganan lebih lanjut oleh tenaga medis.

 

Saraf terjepit pada ibu hamil merupakan kondisi yang tidak boleh diabaikan. Dengan penanganan yang tepat dan deteksi dini, ibu hamil tetap dapat menjalani kehamilan dengan nyaman dan aman.

 

Jika Anda mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan pengobatan segera, Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan yang Anda butuhkan.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di:

0315921101
085233664118
Atau Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier di Jl. Raya Dharma Husada Indah No.26, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285


Mengenal-Carpal-Tunnel-Syndrome-pada-Ibu-Hamil.png
17/Mar/2026

Kehamilan membawa banyak perubahan pada tubuh, baik secara fisik maupun hormonal. Salah satu keluhan yang sering dialami ibu hamil adalah rasa kesemutan, kebas, atau nyeri pada tangan dan jari. Kondisi ini dapat menjadi tanda Carpal Tunnel Syndrome (CTS), yaitu gangguan pada saraf pergelangan tangan yang cukup sering terjadi selama kehamilan.

Memahami penyebab, gejala, serta cara mengatasinya dapat membantu ibu hamil tetap nyaman menjalani masa kehamilan.

 

Apa Itu Carpal Tunnel Syndrome?

Carpal Tunnel Syndrome adalah kondisi ketika saraf median yang melewati pergelangan tangan mengalami tekanan atau penekanan. Saraf ini berada di dalam terowongan kecil di pergelangan tangan yang disebut carpal tunnel. Ketika ruang ini menyempit atau terjadi pembengkakan jaringan di sekitarnya, saraf menjadi tertekan dan menimbulkan berbagai keluhan pada tangan.

Pada ibu hamil, kondisi ini sering terjadi karena perubahan hormon yang menyebabkan penumpukan cairan dalam tubuh, termasuk di jaringan pergelangan tangan. Penumpukan cairan tersebut meningkatkan tekanan pada saraf sehingga memicu gejala CTS.

 

Mengapa Ibu Hamil Lebih Rentan Mengalami CTS?

Selama kehamilan, tubuh mengalami banyak perubahan. Beberapa faktor yang membuat ibu hamil lebih rentan mengalami CTS antara lain:

  • Perubahan hormon kehamilan yang menyebabkan retensi cairan
  • Pembengkakan jaringan di pergelangan tangan yang menekan saraf
  • Penambahan berat badan selama kehamilan
  • Aktivitas tangan berulang seperti mengetik, memasak, atau menulis

Gejala CTS juga sering muncul pada trimester kedua hingga trimester ketiga, ketika pembengkakan tubuh biasanya semakin meningkat.

 

Gejala Carpal Tunnel Syndrome pada Ibu Hamil

Beberapa tanda yang sering dirasakan ibu hamil dengan CTS antara lain:

  • Kesemutan atau sensasi seperti tertusuk jarum pada jari
  • Mati rasa pada ibu jari, telunjuk, dan jari tengah
  • Nyeri pada pergelangan tangan yang dapat menjalar ke lengan
  • Tangan terasa lemah atau sulit menggenggam benda
  • Keluhan lebih terasa pada malam hari dan dapat mengganggu tidur

Keluhan tersebut bisa terjadi pada satu atau kedua tangan.

 

Apakah Carpal Tunnel Syndrome Berbahaya?

Pada sebagian besar kasus, CTS saat kehamilan tidak berbahaya dan biasanya akan membaik setelah melahirkan, ketika kadar cairan tubuh kembali normal dan tekanan pada saraf berkurang.

Namun, jika keluhan semakin berat atau tidak membaik, ibu hamil sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan agar mendapatkan penanganan yang tepat.

 

Cara Mengurangi Keluhan CTS Saat Hamil

Beberapa langkah sederhana dapat membantu mengurangi keluhan CTS selama kehamilan, antara lain:

  • Mengistirahatkan tangan dari aktivitas yang berulang
  • Menghindari posisi pergelangan tangan yang terlalu menekuk
  • Melakukan peregangan ringan pada tangan dan pergelangan
  • Menggunakan penyangga pergelangan tangan saat tidur
  • Mengompres area pergelangan tangan dengan air hangat atau dingin

Dalam beberapa kasus, dokter dapat menyarankan terapi tertentu jika keluhan cukup mengganggu aktivitas sehari-hari.

Carpal Tunnel Syndrome merupakan keluhan yang cukup sering dialami ibu hamil akibat perubahan hormon dan penumpukan cairan dalam tubuh. Kondisi ini ditandai dengan kesemutan, mati rasa, atau nyeri pada tangan dan jari.

 

Jika Anda mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan pengobatan segera, Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan yang Anda butuhkan.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di:

0315921101
085233664118
Atau Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier di Jl. Raya Dharma Husada Indah No.26, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285


Tips-Makan-Sehat-Saat-Lebaran-agar-Tetap-Fit-dan-Terhindar-dari-Gangguan-Kesehatan.png
14/Mar/2026

Lebaran identik dengan berbagai hidangan lezat seperti ketupat, opor ayam, rendang, dan aneka kue kering. Meskipun momen ini menjadi waktu yang tepat untuk berkumpul bersama keluarga dan menikmati makanan khas hari raya, konsumsi makanan secara berlebihan dapat berdampak pada kesehatan.

Makanan yang tinggi lemak, santan, gula, dan kalori dapat memicu berbagai masalah kesehatan, seperti kenaikan berat badan, gangguan pencernaan, hingga peningkatan kadar kolesterol dan gula darah. Oleh karena itu, penting untuk tetap memperhatikan pola makan sehat agar tubuh tetap bugar selama merayakan Lebaran.

 

Kendalikan Porsi Makan

Saat Lebaran, banyak orang tergoda untuk mencoba berbagai hidangan yang tersedia. Agar tidak makan berlebihan, sebaiknya ambil makanan dalam porsi kecil terlebih dahulu. Makan secara perlahan juga membantu tubuh merasakan kenyang lebih cepat sehingga dapat menghindari konsumsi kalori berlebih.

 

Batasi Makanan Bersantan dan Berlemak

Hidangan Lebaran umumnya menggunakan santan dan mengandung lemak yang cukup tinggi. Konsumsi makanan seperti opor, gulai, atau rendang sebaiknya dibatasi agar kadar kolesterol tetap terjaga dan tidak membebani sistem pencernaan.

 

Perbanyak Sayur dan Buah

Untuk menyeimbangkan asupan makanan, tambahkan sayur dan buah ke dalam menu makan. Kandungan serat, vitamin, dan mineral dalam sayuran serta buah dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan sekaligus membuat perut terasa kenyang lebih lama.

 

Kurangi Makanan dan Minuman Manis

Selain makanan utama, kue kering dan minuman manis juga banyak disajikan saat Lebaran. Konsumsi gula berlebih dapat meningkatkan kadar gula darah dan memicu kenaikan berat badan. Oleh karena itu, sebaiknya batasi konsumsi makanan dan minuman manis serta perbanyak minum air putih.

 

Tetap Aktif Bergerak

Setelah menikmati hidangan Lebaran, usahakan tetap melakukan aktivitas fisik ringan. Berjalan kaki, membantu aktivitas rumah, atau melakukan peregangan ringan dapat membantu membakar kalori serta menjaga metabolisme tubuh tetap baik.

 

Menikmati hidangan Lebaran tetap bisa dilakukan tanpa mengabaikan kesehatan. Dengan mengontrol porsi makan, membatasi makanan tinggi lemak dan gula, memperbanyak konsumsi sayur dan buah, serta tetap aktif bergerak, tubuh dapat tetap sehat dan bugar selama merayakan hari raya.

 

Jika Anda mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan pengobatan segera, Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan yang Anda butuhkan.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di:

0315921101
085233664118
Atau Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier di Jl. Raya Dharma Husada Indah No.26, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285


Tips-Tetap-Sehat-Saat-Lebaran-agar-Tubuh-Tetap-Bugar.png
13/Mar/2026

Hari Raya Idulfitri atau Lebaran merupakan momen yang penuh kebahagiaan bagi umat Muslim setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan. Perayaan ini identik dengan berkumpul bersama keluarga, bersilaturahmi, serta menikmati berbagai hidangan khas yang lezat. Namun, di tengah suasana perayaan tersebut, menjaga kesehatan tetap penting agar tubuh tetap bugar dan terhindar dari berbagai gangguan kesehatan.

Perubahan pola makan setelah Ramadan serta konsumsi makanan berlemak, manis, dan tinggi kalori secara berlebihan dapat menimbulkan berbagai keluhan kesehatan, seperti gangguan pencernaan, kenaikan berat badan, hingga peningkatan kadar gula darah. Oleh karena itu, penting untuk menerapkan kebiasaan sehat selama merayakan Lebaran.

 

  1. Menjaga Pola Makan Seimbang

Saat Lebaran, tersedia banyak makanan lezat seperti opor, rendang, kue kering, dan berbagai hidangan manis. Meski menggoda, konsumsi makanan tersebut sebaiknya tetap dibatasi. Usahakan untuk mengonsumsi makanan yang seimbang dengan menambahkan sayur, buah, dan sumber protein tanpa lemak dalam menu harian. Selain itu, kurangi makanan yang digoreng atau tinggi gula agar tubuh tetap sehat.

  1. Mengontrol Porsi Makan

Hidangan Lebaran biasanya disajikan dalam jumlah melimpah. Tanpa disadari, seseorang bisa makan lebih banyak dari biasanya. Untuk mencegah makan berlebihan, ambillah makanan dalam porsi kecil terlebih dahulu dan makan secara perlahan. Cara ini membantu tubuh mengenali rasa kenyang sehingga dapat menghindari gangguan pencernaan seperti kembung atau mual.

  1. Memenuhi Kebutuhan Cairan Tubuh

Setelah menjalani puasa selama Ramadan, tubuh memerlukan cairan yang cukup untuk menjaga keseimbangan metabolisme. Pastikan untuk minum air putih secara cukup sepanjang hari. Konsumsi makanan yang mengandung banyak air seperti buah-buahan dan sup juga dapat membantu menjaga hidrasi tubuh. Sebaiknya batasi minuman manis karena dapat menyebabkan lonjakan gula darah.

  1. Tetap Aktif Bergerak

Meskipun Lebaran identik dengan waktu bersantai, tubuh tetap membutuhkan aktivitas fisik. Olahraga ringan seperti berjalan kaki setelah makan dapat membantu memperlancar pencernaan, meningkatkan energi, serta menjaga berat badan tetap stabil. Aktivitas sederhana ini juga dapat membantu menjaga kebugaran selama masa liburan.

  1. Cukup Istirahat

Perayaan Lebaran sering kali membuat seseorang tidur lebih larut karena kegiatan silaturahmi atau berkumpul bersama keluarga. Kurang tidur dapat menurunkan daya tahan tubuh dan memengaruhi suasana hati. Oleh karena itu, usahakan tetap mendapatkan waktu tidur yang cukup, sekitar 7–8 jam per hari, agar tubuh tetap segar dan sehat.

  1. Memperhatikan Kebersihan dan Keamanan Makanan

Selama Lebaran, berbagai makanan disiapkan dan disajikan dalam jumlah besar. Pastikan makanan dimasak hingga matang dan disimpan dengan baik. Hindari mengonsumsi makanan yang sudah terlalu lama berada pada suhu ruang karena dapat meningkatkan risiko kontaminasi bakteri yang menyebabkan keracunan makanan.

  1. Mengelola Stres dan Menjaga Kesehatan Mental

Meskipun Lebaran identik dengan kebahagiaan, beberapa orang dapat merasakan stres akibat persiapan perjalanan, kegiatan keluarga, atau berbagai aktivitas lainnya. Mengelola stres dengan baik sangat penting agar kesehatan tetap terjaga. Luangkan waktu untuk beristirahat, bersantai, dan menikmati momen kebersamaan dengan keluarga.

 

Lebaran merupakan momen yang penuh kebahagiaan dan kebersamaan. Namun, menjaga kesehatan tetap perlu menjadi perhatian utama agar perayaan dapat dinikmati dengan nyaman. Dengan menjaga pola makan, mengontrol porsi makanan, cukup minum air, tetap aktif bergerak, serta menjaga kebersihan makanan, tubuh dapat tetap sehat dan bugar selama merayakan Hari Raya Idulfitri.

 

Jika Anda mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan pengobatan segera, Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan yang Anda butuhkan.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di:

0315921101
085233664118
Atau Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier di Jl. Raya Dharma Husada Indah No.26, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285


Tips-Mudik-Sehat-agar-Perjalanan-Tetap-Aman-dan-Nyaman.png
11/Mar/2026

Mudik menjadi tradisi yang sangat dinantikan banyak orang, terutama menjelang Hari Raya. Perjalanan panjang untuk pulang ke kampung halaman tentu membawa kebahagiaan tersendiri karena dapat berkumpul bersama keluarga. Namun, perjalanan yang jauh dan melelahkan juga berisiko menimbulkan berbagai masalah kesehatan jika tidak dipersiapkan dengan baik.

Oleh karena itu, penting bagi para pemudik untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap bugar selama perjalanan. Dengan persiapan yang tepat, perjalanan mudik dapat berlangsung lebih aman, nyaman, dan menyenangkan.

 

  1. Pastikan Kondisi Tubuh dalam Keadaan Sehat

Sebelum berangkat mudik, pastikan kondisi tubuh sedang fit. Jika merasa kurang sehat atau memiliki penyakit tertentu, sebaiknya lakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu. Persiapan fisik yang baik dapat membantu tubuh menghadapi perjalanan panjang yang mungkin melelahkan.

Selain itu, lakukan olahraga ringan dan cukup istirahat beberapa hari sebelum keberangkatan agar stamina tetap terjaga.

  1. Istirahat yang Cukup Sebelum dan Selama Perjalanan

Kurang tidur dapat membuat tubuh cepat lelah dan menurunkan konsentrasi, terutama bagi pengemudi kendaraan. Oleh karena itu, usahakan tidur cukup sebelum berangkat.

Jika perjalanan berlangsung lama, sempatkan beristirahat secara berkala, misalnya setiap 3–4 jam perjalanan. Istirahat sejenak dapat membantu mengurangi kelelahan dan menjaga fokus saat berkendara.

  1. Bawa Obat-obatan dan Perlengkapan P3K

Selama perjalanan mudik, penting untuk membawa obat-obatan pribadi dan perlengkapan pertolongan pertama. Obat yang sebaiknya dibawa antara lain obat sakit kepala, obat mabuk perjalanan, obat maag, serta vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh.

Langkah ini dapat membantu mengatasi keluhan kesehatan ringan yang mungkin muncul selama perjalanan.

  1. Konsumsi Makanan Bergizi dan Cukup Minum Air

Selama perjalanan, pastikan tubuh mendapatkan asupan makanan yang sehat dan bergizi. Hindari makanan yang tidak higienis atau terlalu berminyak karena dapat menyebabkan gangguan pencernaan.

Jika memungkinkan, bawalah bekal dari rumah seperti buah, roti, atau makanan sehat lainnya. Selain itu, jangan lupa untuk memenuhi kebutuhan cairan dengan minum air putih agar tubuh terhindar dari dehidrasi.

  1. Jaga Kebersihan Diri

Perjalanan mudik biasanya melibatkan banyak aktivitas di tempat umum seperti terminal, stasiun, atau rest area. Oleh karena itu, menjaga kebersihan diri sangat penting untuk mencegah penularan penyakit.

Biasakan mencuci tangan sebelum makan atau setelah menyentuh fasilitas umum. Jika tidak tersedia air dan sabun, gunakan hand sanitizer sebagai alternatif.

  1. Lakukan Peregangan Saat Perjalanan Panjang

Duduk terlalu lama selama perjalanan dapat menyebabkan tubuh terasa pegal dan kaku. Untuk menghindarinya, lakukan peregangan ringan saat berhenti di rest area.

Gerakan sederhana seperti berjalan sebentar atau meregangkan kaki dapat membantu melancarkan peredaran darah dan mengurangi rasa lelah.

  1. Kelola Stres Selama Perjalanan

Kemacetan panjang sering kali memicu rasa stres dan emosi. Jika hal ini terjadi, cobalah tetap tenang dan menikmati perjalanan. Mendengarkan musik, berbincang dengan keluarga, atau beristirahat sejenak dapat membantu mengurangi ketegangan selama perjalanan mudik.

 

Mudik merupakan momen yang penuh kebahagiaan, tetapi juga memerlukan persiapan yang matang agar perjalanan tetap aman dan sehat. Dengan menjaga kondisi tubuh, mengonsumsi makanan bergizi, membawa obat-obatan, serta beristirahat secara cukup, perjalanan mudik dapat berjalan lebih nyaman.

Ingatlah bahwa kesehatan adalah hal yang paling penting selama perjalanan. Dengan tubuh yang sehat dan stamina yang terjaga, Anda dapat menikmati momen berkumpul bersama keluarga di kampung halaman dengan lebih bahagia.

 

Jika Anda mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan pengobatan segera, Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan yang Anda butuhkan.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di:

0315921101
085233664118
Atau Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier di Jl. Raya Dharma Husada Indah No.26, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285




Klinik Utama Dharmahusada Premier merupakan klinik Utama yang berlokasi di area Dharmahusada. Dengan seluruh tenaga medis profesional, Klinik Utama Dharmahusada Premier menghadirkan pelayanan komprehensif yang meliputi perawatan promotif, preventif, dan kuratif. Segala tindakan medis ditangani oleh tenaga medis ahli dan berpengalaman, serta menggunakan teknologi yang modern.



Social Media


Facebook

www.facebook.com/dhpclinic


Twitter

@dhpcclinic


Instagram

@dhpclinic



Hubungi Kami


Whatsapp

085233664118


Telepon

(031)5921101


Email

klinik.dharmahusadapremier@gmail.com


Copyright by Markbro 2024. All rights reserved.