Senin - Jumat07:00-21:00Sabtu07:00-13:00Hubungi kami+0315921101

Blog

Minum-Alkohol-Berlebih-Saat-Pesta-Akhir-Tahun-Risiko-Nyata-untuk-Jantung.png
11/Dec/2025

Musim liburan dan pesta akhir tahun sering identik dengan perayaan, kumpul bersama, dan konsumsi alkohol. Namun jika asupan alkohol berlebihan terutama dalam waktu singkat bisa membawa dampak serius bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Berikut hal-hal yang penting Anda ketahui sebelum menuangkan gelas kedua (atau lebih).

 

Bagaimana Alkohol Mempengaruhi Jantung & Pembuluh Darah

Efek negatif alkohol pada jantung dan sistem sirkulasi cukup banyak, berikut beberapa dampak dari konsumsi alkohol:

  • Tekanan Darah & Risiko Hipertensi

Minum alkohol dalam jumlah banyak dan sering dapat menaikkan tekanan darah suatu faktor risiko utama penyakit jantung dan stroke.
Jika konsumsi alkohol tidak dikendalikan, dari episode ke episode, tekanan darah tinggi bisa menjadi kronis dan memicu komplikasi jangka panjang.

  • Detak & Irama Jantung Tidak Normal (Aritmia)

Konsumsi alkohol berat dan binge-drinking (minum banyak dalam satu waktu) dapat memicu aritmia detak jantung terlalu cepat, tidak beraturan, atau malah melemah
Salah satu kondisi berbahaya yang sering dikaitkan dengan minum berat adalah Holiday Heart Syndrome irama jantung kacau yang muncul mendadak setelah pesta atau konsumsi alkohol berat.

  • Kerusakan Otot Jantung Risiko Kardiomiopati

Minum alkohol berat secara kronis dapat merusak otot jantung, membuatnya melemah atau membengkak kondisi dikenal sebagai Alcoholic Cardiomyopathy.
Jika dibiarkan, otot jantung yang lemah dapat mengakibatkan gagal jantung, dengan gejala seperti sesak napas, kelelahan ekstrem, dan penurunan kualitas hidup.

  • Berat Badan, Kalori Kosong, dan Faktor Risiko Tambahan

Minuman beralkohol umumnya penuh kalori. Konsumsi berlebih bisa menyebabkan kenaikan berat badan dan obesitas dua faktor yang memperberat beban jantung.
Ditambah, kombinasi alkohol dengan makanan berlemak atau tinggi garam saat pesta, bisa mempercepat penumpukan lemak di arteri dan memperbesar risiko penyakit jantung.

 

Tidak Ada “Batas Aman” Universal Jadi Kenali Batas Anda
Namun penting dicatat: tidak ada jumlah alkohol yang benar-benar “bebas risiko.” Bahkan minum ringan ataupun kadang-kadang tetap bisa memberi dampak tergantung kondisi jantung, frekuensi minum, dan gaya hidup keseluruhan.
Bagi orang yang sudah memiliki gangguan jantung, hipertensi, atau faktor risiko kardiovaskular lain sebaiknya berhati-hati atau bahkan menghindari alkohol sama sekali.

 

Tips Aman Jika Tetap Ingin Minum di Akhir Tahun

Jika Anda memilih minum saat pesta akhir tahun, berikut saran untuk mengurangi risiko:

  • Batasi jumlah minuman hindari binge-drinking. (misalnya, jangan minum lebih dari 6–8 gelas dalam sekali waktu)
  • Selingi dengan air putih atau minuman tanpa alkohol agar tubuh tetap terhidrasi.
  • Hindari alkohol jika Anda memiliki riwayat jantung, hipertensi, atau sedang mengonsumsi obat jantung/tekanan darah.
  • Gabungkan gaya hidup sehat olahraga rutin, pola makan seimbang, tidur cukup sebagai perlindungan terhadap jantung.
  • Pertimbangkan alternatif non-alkohol saat berkumpul mocktail, jus buah, atau minuman sehat lainnya.

 

Pesta akhir tahun dan minuman alkohol memang sering dianggap bagian dari perayaan tapi jangan sampai “perayaan” itu berakhir dengan dampak fatal untuk kesehatan jantung.

Minum alkohol berlebihan terutama dalam tempo singkat dapat memicu tekanan darah tinggi, aritmia, kerusakan otot jantung, dan risiko gagal jantung. Jika Anda peduli dengan kesehatan jantung, lebih bijak mempertimbangkan batasan, atau bahkan memilih untuk tidak minum sama sekali.

 

Jika Anda mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan pengobatan segera, Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan yang Anda butuhkan.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di:

0315921101
085233664118
Atau Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier di Jl. Raya Dharma Husada Indah No.26, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285


Waspadai-Efek-Samping-Terlalu-Sering-Pakai-Headset.png
09/Dec/2025

Di zaman sekarang, headset atau earphone sudah jadi bagian dari keseharian banyak orang entah untuk musik, film, hingga bekerja atau belajar. Meskipun nyaman, penggunaan headset yang terlalu sering terutama dengan volume tinggi bisa membawa dampak negatif bagi kesehatan telinga dan pendengaran.

 

Risiko bagi Pendengaran

  • Gangguan pendengaran dan hilangnya pendengaran — Suara keras dan paparan lama dari headset dapat merusak sel-sel saraf pendengaran di dalam telinga. Pada beberapa kasus, kerusakan ini sifatnya tetap (permanen), sehingga dengar kita bisa terganggu serius.
  • Tinnitus — yaitu kondisi telinga berdenging atau “berbunyi” terus, bahkan saat kita tidak memakai headset. Risiko meningkatkan jika kita menggunakan headset berjam-jam dengan volume tinggi.

 

Risiko Infeksi & Iritasi Telinga

Headset terutama jenis in-ear bisa menutup saluran telinga dan menciptakan lingkungan lembap. Kondisi ini memungkinkan penumpukan kotoran telinga (earwax), serta memudahkan berkembangnya bakteri atau jamur, yang bisa memicu infeksi atau iritasi.
Selain itu, penggunaan headset terlalu lama bisa menyebabkan rasa sakit, telinga terasa penuh, gatal, atau tidak nyaman.

 

Dampak Lain dari Penggunaan Headset Berlebihan

  • Sensasi tidak nyaman seperti pusing, kepala berat, atau lelah pada area telinga dan kepala terutama jika headset dipasang dengan longgar/tidak pas.
  • Kesulitan mendengar suara sekitar ini bisa berisiko jika kita menggunakan headset saat berkendara atau berada di lingkungan ramai, karena bisa membuat kita kurang waspada terhadap suara penting sekitar.

 

Cara Aman Menggunakan Headset

Untuk mengurangi risiko-risiko di atas tanpa harus berhenti total menggunakan headset, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:

  • Batasi volume suara maksimal ~ 60% dari volume tertinggi.
  • Batasi durasi pemakaian misalnya jangan gunakan lebih dari 1 jam berturut-turut. Jika perlu mendengarkan lebih lama, beri jeda agar telinga bisa “beristirahat.”
  • Gunakan headset dengan model yang ventilasinya baik over-ear bisa lebih aman dibanding in-ear karena tidak menutup saluran telinga rapat-rapat.
  • Jaga kebersihan headset bersihkan bagian yang masuk ke telinga secara berkala; hindari berbagi headset dengan orang lain.
  • Jika merasakan gejala seperti telinga berdenging, nyeri, pendengaran mulai menurun hentikan penggunaan headset dan periksakan ke dokter THT.

 

Penggunaan headset memang memberikan kenyamanan dan fleksibilitas tetapi seperti hal lainnya, jika dilakukan tanpa batas dan kadang tanpa sadar, bisa menimbulkan dampak jangka panjang yang serius. Dengan sedikit kesadaran dan kebiasaan mendengarkan yang bijak, Anda bisa tetap menikmati musik atau konten favorit tanpa merusak kesehatan telinga.

Jika Anda mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan pengobatan segera, Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan yang Anda butuhkan.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di:

0315921101
085233664118
Atau Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier di Jl. Raya Dharma Husada Indah No.26, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285


Memahami-HIV-dan-AIDS-Virus-Risiko-dan-Penanganannya.png
04/Dec/2025

HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, khususnya sel darah putih (sel CD4), sehingga melemahkan daya tubuh melawan infeksi.
Sedangkan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah tahap lanjut dari infeksi HIV, terjadi ketika tubuh kehilangan kemampuan melawan infeksi, sehingga penderita rentan terhadap berbagai penyakit berat.

Dengan kata lain: HIV adalah penyebabnya, AIDS adalah kondisi komplikasi serius jika HIV tidak ditangani dengan baik.

 

Gejala & Tahapan Infeksi

Gejala infeksi HIV bisa berbeda-beda pada tiap orang, tergantung pada fase penyakit.

  1. Fase awal (acute phase)

Beberapa minggu setelah terinfeksi, seseorang bisa merasakan tanda seperti flu: demam, sakit tenggorokan, ruam kulit, nyeri otot, sakit kepala, dan sariawan. Namun ini tidak selalu muncul, dan kadang terasa ringan sehingga diabaikan.

  1. Fase kronis (latency period)

Setelah itu, virus bisa “menyelinap” tanpa gejala jelas bertahun-tahun. Meskipun tampak sehat, virus tetap aktif merusak sistem kekebalan tubuh. Pada periode ini, penderita tetap bisa menularkan HIV ke orang lain.

  1. Tahap lanjut / AIDS

Jika tidak diobati, sel CD4 bisa turun drastis tubuh kehilangan daya tahan, penderita rentan terhadap infeksi berat dan berbagai komplikasi. Gejala bisa berupa demam berkepanjangan, penurunan berat badan mendadak, diare kronis, infeksi berulang, muncul sariawan atau infeksi jamur, serta penyakit serius lain seperti TBC.

 

Bagaimana HIV Menular?

Penularan HIV terjadi melalui kontak dengan cairan tubuh yang mengandung virus, antara lain: darah, air mani, cairan vagina, atau ASI dari ibu ke bayi.

Beberapa cara penularan yang umum:

  • Berhubungan intim tanpa kondom dengan pasangan yang positif HIV.
  • Berbagi jarum suntik (misalnya pengguna narkoba suntik), atau penggunaan peralatan medis / tato / transfusi yang tidak steril.
  • Dari ibu ke bayi melalui kehamilan, persalinan, atau menyusui.

Penting dicatat: HIV tidak menular lewat kontak biasa seperti berjabat tangan, bersalaman, berbagi alat makan, pelukan, atau gigitan nyamuk.

 

Bagaimana Mengetahui Jika Terinfeksi

Untuk memastikan infeksi HIV, dokter akan melakukan tes darah (atau kadang urine) guna mendeteksi keberadaan virus atau antibodi tubuh melawan virus.

Beberapa metode diagnosis umum:

  • Tes antibodi (serologi) — mendeteksi respons imun tubuh terhadap HIV.
  • Tes kombinasi antigen-antibodi — bisa mendeteksi lebih awal daripada hanya antibodi.
  • Tes asam nukleat (RNA/NAT) — mendeteksi materi genetik virus, berguna saat infeksi baru atau pada masa pencarian awal virus.

Setelah diagnosis positif, dokter biasanya memonitor jumlah sel CD4 dan viral load secara rutin untuk menilai kondisi imun dan keberhasilan terapi.

 

Penanganan HIV/AIDS

Meski hingga kini belum ada obat yang bisa menyembuhkan HIV sepenuhnya, terapi yang ada bisa secara signifikan memperlambat perkembangan penyakit dan membantu penderita hidup relatif normal.

Terapi antiretroviral (ARV / ART)

  • Pengobatan rutin dengan obat ARV membantu menekan jumlah virus dalam tubuh, menjaga sel CD4, dan mencegah berkembangnya AIDS.
  • Jika terapi dijalani dengan benar, viral load bisa menjadi “tidak terdeteksi” artinya risiko komplikasi menurun drastis, dan penularan ke orang lain bisa diminimalkan.
  • Terapi bersifat jangka panjang dan perlu komitmen untuk konsumsi obat sesuai instruksi dokter.

Penanganan infeksi & komplikasi

Karena sistem imun melemah, penderita rentan terhadap infeksi lain, seperti tuberkulosis, infeksi paru, infeksi saluran cerna, atau infeksi jamur. Dokter bisa meresepkan obat tambahan (antibiotik, antijamur, terapi suportif) jika diperlukan.

Pencegahan penularan & hidup sehat

  • Gunakan kondom secara konsisten jika berhubungan seksual.
  • Jangan berbagi jarum suntik atau alat tusuk yang bisa tercemar darah.
  • Jika ibu hamil terinfeksi HIV, konsultasikan dengan dokter untuk langkah pencegahan penularan ke bayi.
  • Melakukan skrining HIV secara berkala jika berisiko tinggi. Deteksi dini sangat penting.

 

Kenapa Deteksi Dini dan Pengobatan Penting?

Tanpa penanganan, HIV bisa berkembang menjadi AIDS membuat sistem kekebalan tubuh lumpuh, rentan terhadap infeksi berat, penyakit opportunistik, bahkan kematian.

Namun dengan deteksi dan terapi tepat waktu, banyak penderita HIV bisa hidup panjang dan produktif. Terapi modern membuat HIV bisa dikendalikan mengurangi risiko komplikasi dan menurunkan kemungkinan menularkan virus ke orang lain.

Kesadaran, pemeriksaan rutin, dan tindakan preventif terutama di kalangan yang berisiko jadi kunci mengendalikan penyebaran HIV/AIDS.

 

HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Jika dibiarkan tanpa penanganan, dapat berkembang menjadi AIDS kondisi serius yang membuat tubuh rentan terhadap berbagai infeksi dan komplikasi. Namun, dengan pemeriksaan dini, terapi antiretroviral, serta gaya hidup dan pencegahan yang tepat, HIV bisa dikendalikan.

Pengetahuan yang benar tentang HIV/AIDS bukan hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga memberi kontribusi mencegah penyebaran serta membantu mendukung orang yang hidup dengan HIV. Jika Anda merasa berisiko atau memiliki kekhawatiran, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke tenaga medis profesional.

 

Jika Anda mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan pengobatan segera, Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan yang Anda butuhkan.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di:

0315921101
085233664118
Atau Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier di Jl. Raya Dharma Husada Indah No.26, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285


Pahami-Bedanya-HIV-dan-AIDS-Virus-vs-Kondisi.png
02/Dec/2025

Apa itu HIV?

HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh dengan cara menghancurkan sel-sel kekebalan yang bernama sel CD4 (T-helper cells), sehingga tubuh menjadi lebih rentan terhadap infeksi.
HIV bisa ditularkan lewat cairan tubuh tertentu seperti darah, air mani, cairan vagina, atau ASI misalnya melalui hubungan seksual tanpa kondom, penggunaan jarum suntik bergantian, atau dari ibu ke bayi lewat kehamilan, melahirkan, atau menyusui.
Saat pertama kali tertular, HIV bisa menyebabkan gejala ringan mirip flu demam, lelah, pembengkakan kelenjar getah bening namun bisa juga tanpa gejala sama sekali. Setelah itu, virus bisa “diam” di dalam tubuh selama bertahun-tahun tanpa menunjukkan gejala serius.

 

Apa itu AIDS?

AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) bukan virus, melainkan kondisi atau sindrom tahap paling parah dari infeksi HIV. Kondisi ini terjadi ketika sistem kekebalan telah rusak parah karena jumlah sel CD4 sangat menurun atau ketika muncul infeksi oportunistik atau komplikasi lain yang hanya muncul pada kondisi kekebalan lemah.
Dengan kata lain: seseorang bisa mengidap HIV dan tetap hidup sehat bertahun-tahun tanpa pernah berkembang menjadi AIDS, terutama jika mendapatkan pengobatan yang tepat.

 

Perbedaan Inti Antara HIV dan AIDS

Aspek HIV AIDS
Jenis Virus penyebab infeksi Tahap akhir/komplikasi dari infeksi HIV
Dampak langsung Menyerang sistem kekebalan tubuh Sistem kekebalan sangat melemah, muncul infeksi serius
Penularan Bisa menular ke orang lain Tidak “menular” kondisi akhir dari infeksi HIV
Diagnosa Tes darah/antigen/antibodi untuk mendeteksi virus Berdasarkan jumlah CD4 yang sangat rendah atau adanya infeksi oportunistik
Pengobatan / Penanganan Obat antiretroviral (ART) bisa menekan virus Butuh perawatan intensif untuk infeksi & komplikasi, ART tetap penting

Mengapa Penting Tahu Bedanya

Sering terjadi kebingungan antara istilah HIV dan AIDS bahkan di kalangan awam. Padahal, perbedaan ini penting karena menentukan cara pencegahan, terapi, dan pandangan terhadap orang yang terinfeksi:

  • Jika seseorang positif HIV dan mendapat terapi tepat sejak dini, mereka bisa hidup sehat lama tanpa pernah berkembang ke AIDS.
  • Salah kaprah penggunaan istilah bisa menimbulkan stigma, rasa takut berlebihan, atau diskriminasi terhadap orang dengan HIV. Pemahaman benar bantu kurangi stigma dan mendukung pencegahan serta pengobatan tepat.
  • Mengetahui cara penularan dan pencegahan membantu kita menjaga diri dan orang lain misalnya dengan memakai kondom, menghindari jarum suntik bergantian, atau melakukan pemeriksaan saat ada risiko.

 

HIV dan AIDS sering disebut bersamaan, tapi keduanya sangat berbeda. HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, sementara AIDS adalah kondisi serius yang bisa muncul jika infeksi HIV dibiarkan tanpa pengobatan atau penanganan. Dengan deteksi dini, perawatan medis, dan kesadaran akan penularan HIV bisa dikendalikan, dan banyak orang hidup normal tanpa mencapai tahap AIDS.

 

Jika Anda mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan pengobatan segera, Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan yang Anda butuhkan.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di:

0315921101
085233664118
Atau Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier di Jl. Raya Dharma Husada Indah No.26, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285


Perawatan-Bayi-Prematur-Memahami-Risiko-dan-Cara-Merawat-Si-Kecil-di-Rumah.png
28/Nov/2025

Bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu dikategorikan sebagai bayi prematur. Kondisi ini membuat sejumlah organ tubuh bayi mulai dari paru-paru, sistem imun, hingga pengatur suhu tubuh belum berkembang sempurna. Karena itu, bayi prematur membutuhkan perhatian khusus sejak lahir hingga masa tumbuh kembang berikutnya.

 

Apa Itu Bayi Prematur?

Dalam dunia medis, bayi prematur dibedakan menjadi beberapa kelompok:

  • Extremely preterm: kurang dari 28 minggu
  • Very preterm: 28–32 minggu
  • Moderate preterm: 32–35 minggu
  • Late preterm: 35–36 minggu

Semakin awal usia kehamilan saat kelahiran, semakin tinggi pula risiko kesehatan yang harus diwaspadai.

 

Risiko Kesehatan yang Sering Muncul

Karena organ tubuh belum matang, bayi prematur lebih rentan mengalami sejumlah gangguan, seperti:

  • Kesulitan menjaga suhu tubuh
  • Masalah pernapasan karena paru-paru belum berkembang optimal
  • Kerentanan terhadap infeksi
  • Gangguan pada pencernaan atau organ lain

Kondisi tersebut menjadikan perawatan medis intensif sebagai langkah penting pada hari-hari awal kelahiran.

 

Perawatan di NICU

Sebagian besar bayi prematur dirawat di Neonatal Intensive Care Unit (NICU). Di ruang khusus ini, bayi mendapatkan pengawasan ketat dan alat bantu sesuai kebutuhan, seperti:

  • Inkubator untuk menjaga suhu tubuh
  • Bantuan napas
  • Nutrisi yang disesuaikan, termasuk ASI atau susu khusus
  • Pemantauan fungsi vital secara berkelanjutan

Perawatan di NICU menjadi fondasi penting sebelum bayi diperbolehkan pulang.

 

Panduan Merawat Bayi Prematur di Rumah

Setelah bayi dinyatakan stabil dan pulang dari rumah sakit, orang tua memegang peran besar dalam menjaga kesehatan dan tumbuh kembangnya. Berikut beberapa langkah perawatan yang disarankan:

  1. Lakukan Metode Kangguru

Kontak kulit langsung antara bayi dan ibu atau ayah membantu menjaga suhu tubuh, menstabilkan napas, sekaligus memperkuat ikatan emosional.

  1. Batasi Aktivitas di Luar Rumah

Bayi prematur lebih rentan terpapar infeksi. Hindari keramaian dan paparan polusi.

  1. Batasi Pengunjung

Pastikan hanya orang sehat yang berinteraksi dengan bayi. Cuci tangan sebelum menggendong dan hindari paparan asap rokok.

  1. Jaga Jadwal Menyusu

Bayi prematur perlu makan lebih sering, biasanya setiap 2 jam, untuk mendukung kenaikan berat badan yang stabil.

  1. Pastikan Kualitas Tidur

Ciptakan lingkungan tidur yang tenang, aman, dan nyaman. Letakkan bayi dalam posisi terlentang tanpa banyak bantal atau guling.

  1. Imunisasi Tepat Waktu

Imunisasi penting untuk melindungi bayi dari penyakit infeksi.

  1. Bangun Ikatan Emosional

Luangkan waktu untuk berbicara, memeluk, atau menyentuh bayi secara lembut.

  1. Jaga Kebersihan Lingkungan

Pastikan ruangan, pakaian, mainan, serta perlengkapan bayi selalu bersih.

  1. Kontrol Rutin ke Dokter Anak

Pemeriksaan rutin membantu memantau tumbuh kembang, mendeteksi gangguan, dan memastikan bayi mengikuti perkembangan sesuai usia koreksi.

 

Mengapa Perhatian Lebih Diperlukan?

Dua tahun pertama kehidupan adalah masa penting bagi perkembangan otak dan organ tubuh. Bagi bayi prematur, dukungan nutrisi, perawatan medis, dan lingkungan rumah yang sehat sangat menentukan kemampuan mereka mengejar ketertinggalan perkembangan.

Dengan penanganan yang tepat dan konsisten, banyak bayi prematur tumbuh sehat layaknya bayi cukup bulan.

 

Jika Anda mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan pengobatan segera, Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan yang Anda butuhkan.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di:

0315921101
085233664118
Atau Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier di Jl. Raya Dharma Husada Indah No.26, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285


Kenapa-Bayi-Bisa-Lahir-Prematur-dan-Faktor-Risiko-yang-Harus-Diwaspadai.png
27/Nov/2025

Kelahiran prematur adalah kondisi ketika bayi lahir sebelum usia kehamilan mencapai 37 minggu. Organ vital janin seperti paru-paru, otak, dan sistem kekebalan belum benar-benar matang. Oleh sebab itu, bayi prematur bisa menghadapi berbagai risiko kesehatan, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Meskipun terkadang penyebab pastinya tidak bisa dipastikan, ada sejumlah faktor yang diketahui meningkatkan peluang persalinan prematur. Berikut yang paling umum:

 

Faktor Risiko dan Penyebab Prematur

  • Gangguan kesehatan atau kelainan pada ibu — Penyakit kronis seperti tekanan darah tinggi (hipertensi), diabetes, penyakit ginjal atau hati, serta kondisi lain pada sistem reproduksi seperti serviks pendek atau inkompetensi serviks dapat meningkatkan risiko persalinan dini.
  • Infeksi selama kehamilan — Infeksi vagina, infeksi saluran kemih, atau infeksi lain pada ibu dapat memicu kontraksi dini atau pecah ketuban, memperbesar kemungkinan kelahiran prematur.
  • Masalah plasenta atau kehamilan kembar — Kondisi seperti solusio plasenta (plasenta terlepas prematur), kehamilan ganda (kembar dua atau lebih), atau kelebihan cairan ketuban bisa menyebabkan peregangan rahim yang memicu persalinan prematur.
  • Riwayat kelahiran prematur sebelumnya atau genetika — Ibu atau saudara kandung yang pernah mengalami persalinan prematur bisa meningkatkan risiko bagi kehamilan selanjutnya.
  • Gaya hidup dan kondisi kehamilan — Kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, kurang tidur, stres berat, atau kondisi gizi yang kurang baik saat hamil juga terkait dengan peningkatan risiko.

 

Dampak Jika Bayi Lahir Prematur

Karena organ tubuh belum matang, bayi prematur memiliki potensi mengalami komplikasi mulai dari gangguan pernapasan, suhu tubuh yang sulit dijaga, kesulitan menyusu atau makan, hingga komplikasi jangka panjang seperti gangguan perkembangan saraf, penglihatan, pendengaran, atau tumbuh-kembang yang terlambat.

Karena itu, persalinan prematur bukan hal sepele membutuhkan perhatian lebih, perawatan khusus, dan sering kali perawatan intensif di unit neonatal (NICU) jika diperlukan.

 

Cara Mengurangi Risiko, Perawatan dan Pencegahan Sejak Dini

Meskipun tidak semua kasus bisa dicegah, banyak langkah yang bisa membantu meminimalkan risiko persalinan prematur. Berikut hal-hal yang dapat dilakukan:

  • Rutin memeriksakan kehamilan ke tenaga medis agar faktor risiko bisa terdeteksi sejak awal.
  • Menjaga kesehatan ibu: menjaga tekanan darah, gula darah, dan kondisi medis lainnya sebelum dan selama kehamilan.
  • Menghindari gaya hidup berisiko seperti merokok, konsumsi alkohol dan mengupayakan gizi cukup serta kondisi tubuh ideal sebelum dan saat hamil.
  • Waspadai infeksi segera obati infeksi saluran kemih, infeksi vagina, atau kondisi lain yang bisa mengganggu kehamilan.
  • Hindari kehamilan terlalu rapat (istirahat yang cukup antar kehamilan), terutama jika sebelumnya sudah pernah melahirkan prematur atau terdapat riwayat komplikasi.

 

Peran Orang Tua & Tenaga Medis: Deteksi Dini dan Kesadaran Penting

Mengetahui tanda-tanda risiko dan faktor penyebab prematur sejak dini memberi kesempatan bagi ibu dan keluarga untuk bersiap baik dari segi pemeriksaan kehamilan, pola hidup, maupun mental. Bila ada indikasi misalnya infeksi, komplikasi kesehatan, atau kondisi medis lainnya segera konsultasikan ke dokter.

Dengan perhatian, perawatan, dan kesadaran sejak awal, peluang kelahiran lancar dan bayi sehat bisa meningkat. Kehamilan sehat bukan hanya soal waktu, tapi juga soal kesiapan fisik, mental, dan lingkungan sekitar.

 

Jika Anda mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan pengobatan segera, Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan yang Anda butuhkan.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di:

0315921101
085233664118
Atau Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier di Jl. Raya Dharma Husada Indah No.26, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285


Mengenal-Kelahiran-Prematur-dan-Tantangan-Kesehatan-yang-Menyertai.png
25/Nov/2025

Kelahiran prematur masih menjadi salah satu tantangan besar dalam dunia kesehatan ibu dan anak. Kondisi ini terjadi ketika bayi lahir sebelum usia kehamilan mencapai 37 minggu, sehingga organ-organ tubuhnya belum berkembang secara sempurna. Akibatnya, bayi prematur lebih rentan mengalami gangguan kesehatan, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

 

Apa yang Dimaksud dengan Kelahiran Prematur?

Secara medis, kelahiran prematur adalah proses persalinan yang terjadi lebih awal dari waktu ideal. Semakin dini bayi lahir, semakin tinggi risiko komplikasi yang dapat muncul, terutama pada fungsi pernapasan, pencernaan, hingga perkembangan saraf.

Bayi yang lahir pada usia kehamilan di bawah 28 minggu dikategorikan sebagai prematur ekstrem, sedangkan kelahiran pada usia 28–32 minggu disebut sangat prematur. Adapun bayi yang lahir di usia 32–36 minggu termasuk prematur sedang hingga ringan.

 

Penyebab Kelahiran Prematur

Kelahiran prematur dipengaruhi banyak faktor. Beberapa kondisi yang meningkatkan risikonya antara lain:

  1. Kehamilan kembar, seperti kembar dua atau lebih
  2. Penyakit kronis pada ibu, misalnya diabetes atau hipertensi
  3. Infeksi selama kehamilan, terutama pada rahim atau saluran kemih
  4. Masalah pada plasenta atau serviks, seperti inkompetensi serviks
  5. Riwayat kelahiran prematur sebelumnya
  6. Kebiasaan tertentu, seperti merokok, stres berat, atau kurang nutrisi

Meski begitu, tidak sedikit kasus di mana penyebab pastinya tidak diketahui.

 

Risiko dan Komplikasi yang Mungkin Terjadi

Bayi prematur umumnya membutuhkan perawatan intensif karena organ tubuhnya belum matang. Beberapa risiko yang dapat muncul meliputi:

  • Gangguan pernapasan akibat paru-paru yang belum berkembang sempurna
  • Kesulitan mengatur suhu tubuh
  • Masalah pencernaan, seperti necrotizing enterocolitis
  • Gangguan penglihatan atau pendengaran
  • Kerentanan tinggi terhadap infeksi

Dalam jangka panjang, bayi prematur dapat mengalami keterlambatan tumbuh kembang, kesulitan belajar, atau gangguan motorik.

 

Cara Mencegah Kelahiran Prematur

Meskipun tidak semua penyebab dapat dicegah, beberapa langkah berikut dapat membantu menurunkan risiko kelahiran prematur:

  1. Rutin melakukan pemeriksaan kehamilan untuk memantau kondisi ibu dan janin
  2. Mengonsumsi nutrisi seimbang, terutama yang mendukung pertumbuhan janin
  3. Menghindari rokok, alkohol, dan obat-obatan tanpa resep
  4. Mengelola stres dan menjaga pola hidup sehat
  5. Mengatasi penyakit atau infeksi sedini mungkin
  6. Mengikuti anjuran dokter, terutama jika memiliki riwayat kelahiran prematur

 

Peran Perawatan Intensif Neonatal

Bayi prematur umumnya dirawat di NICU (Neonatal Intensive Care Unit) untuk memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi. Di ruang ini, bayi mendapatkan bantuan pernapasan, pengaturan suhu, pemantauan ketat, hingga pemberian nutrisi melalui metode khusus.

Perawatan yang tepat terbukti meningkatkan peluang bayi prematur untuk bertahan dan berkembang secara optimal.

 

Jika Anda mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan pengobatan segera, Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan yang Anda butuhkan.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di:

0315921101
085233664118
Atau Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier di Jl. Raya Dharma Husada Indah No.26, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285


Bolehkah-Berenang-Saat-Menstruasi-Ini-Penjelasan-Medis-dan-Tips-Aman.png
24/Nov/2025

Banyak mitos seputar menstruasi, salah satunya adalah larangan untuk berenang saat haid. Faktanya, berenang saat menstruasi boleh dilakukan dan tidak berbahaya secara medis.

Mengapa Boleh Berenang Saat Menstruasi

  1. Tidak Ada Larangan Medis
    Menstruasi bukanlah halangan untuk melakukan aktivitas fisik, termasuk berenang. Secara medis, tidak ada bukti yang melarang berenang karena haid.
  2. Tekanan Air Membantu
    Saat berada di dalam air, tekanan dari air kolam dapat memperlambat keluarnya darah. Namun, ini bukan berarti perdarahan berhenti sepenuhnya saat keluar dari kolam, aliran darah bisa kembali normal.
  3. Mitos Hiu Tidak Benar
    Ada mitos bahwa darah haid bisa menarik hiu di laut. Menurut Hello Sehat, itu tidak berdasar. Hiu tidak “tertarik” pada darah menstruasi karena darah tersebut bukan darah segar.

 

Tips Aman untuk Berenang Saat Haid

Agar nyaman dan terhindar dari risiko kebocoran atau infeksi, berikut beberapa rekomendasi:

  • Gunakan Tampon atau Menstrual Cup
    Produk internal seperti tampon dan menstrual cup sangat dianjurkan saat berenang. Hello Sehat menyarankan menggunakan tampon baru sebelum masuk air, agar daya serapnya maksimal.
  • Ganti Setelah Berenang
    Setelah selesai, segera ganti tampon yang telah digunakan. Hal ini juga berlaku jika terpaksa berenang menggunakan pembalut (meski tidak direkomendasikan).
  • Hindari Pembalut Biasa
    Menggunakan pembalut saat berenang tidak efektif, karena pembalut akan menyerap air kolam dan menjadi lembap ini bisa menyebabkan risiko infeksi.
  • Waktu Ideal
    Sebaiknya, pilih waktu berenang di hari-hari terakhir menstruasi, saat aliran darah cenderung berkurang.
  • Perhatikan Kebersihan
    Karena kolam renang digunakan banyak orang, menjaga kebersihan sangat penting. Tekanan air + pH darah haid + pH air kolam bisa memengaruhi keseimbangan mikroba di vagina, jadi disarankan untuk meminimalkan risiko infeksi.

 

Catatan Risiko

  • Risiko infeksi memang ada jika berenang dengan tampon yang sudah penuh atau menggunakan pembalut di dalam air.
  • Jika aliran menstruasi sedang sangat deras, mungkin lebih nyaman menunda berenang hingga alirannya berkurang.
  • Pastikan untuk segera mandi dan mengganti pakaian setelah keluar dari kolam agar tidak duduk lama dalam pakaian renang yang basah hal ini bisa mengurangi potensi iritasi atau infeksi.

 

Berenang saat menstruasi adalah sesuatu yang sepenuhnya mungkin dan aman, asalkan dengan persiapan yang tepat: gunakan tampon atau menstrual cup, ganti sesudah berenang, dan utamakan kebersihan. Jangan biarkan haid menjadi halangan untuk tetap aktif dan menikmati olahraga air.

 

Jika Anda mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan pengobatan segera, Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan yang Anda butuhkan.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di:

0315921101
085233664118
Atau Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier di Jl. Raya Dharma Husada Indah No.26, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285


Makanan-dan-Tips-Tepat-untuk-Meningkatkan-Daya-Tahan-Tubuh.png
21/Nov/2025

Sistem kekebalan tubuh (imunitas) adalah garis pertahanan utama tubuh dari berbagai infeksi dan penyakit. Salah satu cara penting untuk menjaga imunitas adalah melalui pola makan sehat dan gaya hidup seimbang. Berikut rangkuman mengenai makanan yang bisa memperkuat daya tahan tubuh dan beberapa tips pendukung.

 

Makanan yang Baik untuk Menunjang Sistem Imun

Beberapa jenis makanan punya peran penting dalam memperkuat sistem kekebalan karena kandungan vitamin, mineral, dan antioksidannya. Berikut beberapa contohnya:

  1. Jeruk
    Jeruk kaya akan vitamin C, nutrisi yang membantu meningkatkan jumlah sel darah putih sel penting dalam melawan infeksi.
  2. Brokoli
    Sayuran ini tinggi vitamin A, C, dan E, juga mengandung antioksidan dan mineral, yang bersama-sama mendukung imunitas tubuh.
  3. Bayam
    Bayam memiliki banyak antioksidan, serta beta-karoten dan vitamin C. Semua ini berperan dalam menjaga sistem pertahanan tubuh.
  4. Kacang Almond
    Almond menjadi sumber vitamin E yang baik. Vitamin E membantu melindungi sel imun dan mendukung fungsinya.
  5. Biji Bunga Matahari
    Biji ini mengandung vitamin B6, vitamin E, magnesium, fosfor, dan selenium semua nutrisi ini penting untuk menjaga imunitas.

Selain lima makanan di atas, ada beberapa makanan lain yang baik untuk imunitas, misalnya jahe, bawang putih, paprika merah, kunyit, teh hijau, kubis Brussel, dan yoghurt.

Untuk menjaga manfaat nutrisi, sayuran seperti brokoli dan bayam sebaiknya tidak dimasak terlalu lama cukup direbus sebentar agar kandungan gizinya tetap terjaga.

 

Tips Gaya Hidup untuk Meningkatkan Imunitas

Selain makan makanan bergizi, pola hidup sehat juga sangat menentukan kesehatan sistem kekebalan. Berikut beberapa tips yang bisa dicoba:

  • Istirahat yang cukup: Tidur yang baik memberi waktu bagi tubuh untuk memperbaiki diri dan memperkuat sistem imun.
  • Olahraga rutin: Aktivitas fisik secara teratur mendorong kerja sistem kekebalan tubuh.
  • Hindari merokok: Kebiasaan merokok melemahkan imunitas, jadi sebaiknya dikurangi atau dihentikan.
  • Batasi alkohol dan gula: Minuman beralkohol atau makanan sangat manis bisa berdampak negatif pada kesehatan secara keseluruhan, termasuk sistem kekebalan.
  • Kelola stres: Stres berlebihan bisa melemahkan sistem imun, jadi penting untuk mencari cara relaksasi dan manajemen stres.
  • Lakukan vaksinasi: Vaksin, seperti vaksin COVID-19 dan influenza, bisa menjadi pelindung tambahan untuk sistem imun.

 

Memperkuat daya tahan tubuh tidak hanya soal minum suplemen pola makan yang kaya nutrisi dan gaya hidup sehat memainkan peran besar. Dengan mengonsumsi buah, sayuran, kacang-kacangan, serta bahan alami seperti rempah, ditambah dengan istirahat yang cukup, olahraga, dan manajemen stres yang baik, imunitas bisa tetap optimal.

Jika Anda punya kondisi kesehatan tertentu atau butuh saran lebih spesifik misalnya berapa banyak vitamin yang dibutuhkan, atau jenis makanan terbaik untuk imunitas anda ada baiknya konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi.

Jika Anda mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan pengobatan segera, Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan yang Anda butuhkan.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di:

0315921101
085233664118
Atau Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier di Jl. Raya Dharma Husada Indah No.26, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285


Manfaat-Istirahat-dan-Tidur-Cukup-bagi-Kesehatan.png
20/Nov/2025

Tidur cukup dan berkualitas bukanlah sekadar waktu untuk mengistirahatkan tubuh dari lelah. Menurut ahli kesehatan, tidur sama pentingnya dengan makan dan bernapas keduanya adalah kebutuhan dasar manusia. Kurang tidur tidak hanya membuat Anda lelah, tetapi juga dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan.

Berdasarkan sumber dari Alodokter, berikut sejumlah manfaat signifikan dari istirahat dan tidur yang cukup:

  1. Meningkatkan Konsentrasi dan Produktivitas

Ketika Anda tidur dengan cukup, otak akan lebih siap untuk bekerja pada hari berikutnya. Fungsi-fungsi seperti fokus, pemrosesan informasi, dan penyelesaian tugas menjadi lebih efisien. Sebaliknya, kurang tidur dapat memperlambat reaksi dan membuat pekerjaan terasa lebih berat.

  1. Meningkatkan Suasana Hati

Tidur yang berkualitas membantu menyeimbangkan emosi. Selama tidur, otak akan mengolah pikiran dan pengalaman emosional sehingga saat bangun, suasana hati cenderung lebih stabil dan segar. Kurang tidur kronis bahkan bisa meningkatkan risiko gangguan suasana hati seperti kecemasan atau depresi.

  1. Memperkuat Memori

Saat tidur, otak memproses dan menyimpan memori baru. Ini memungkinkan Anda untuk mengingat informasi dengan lebih baik dan mempertajam kemampuan kognitif. Tanpa tidur yang cukup, konsolidasi memori bisa terganggu.

  1. Menguatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Tidur cukup memberi waktu bagi tubuh untuk memperbaiki diri dan memperkuat sistem kekebalan. Selama tidur, tubuh memproduksi molekul yang dapat membantu melawan infeksi, serta memperbaiki kerusakan jaringan.

  1. Mengontrol Kadar Gula Darah

Kurang tidur terbukti dapat mengganggu metabolisme, termasuk mengacaukan regulasi gula darah. Hal ini bisa meningkatkan risiko pra-diabetes atau diabetes jika kebiasaan kurang tidur berlangsung terus-menerus.

  1. Menjaga Berat Badan Ideal

Tidur yang cukup berperan dalam mengatur hormon yang mengendalikan nafsu makan, seperti leptin dan ghrelin. Bila tidur kurang, hormon-hormon ini bisa tidak seimbang, menyebabkan nafsu makan meningkat dan risiko asupan kalori berlebih.

  1. Menjaga Kesehatan Jantung

Selama tidur, tekanan darah cenderung turun dan pembuluh darah mendapatkan “waktu istirahat”. Selain itu, tubuh melepaskan hormon-hormon yang penting untuk menjaga fungsi jantung dan pembuluh darah. Kurang tidur dapat berkontribusi pada gangguan kardiovaskular.

 

Tips Mendapatkan Tidur yang Lebih Baik

Agar manfaat di atas benar-benar bisa dirasakan, berikut beberapa saran praktis:

  • Usahakan tidur 7–9 jam per malam, sesuai rekomendasi umum untuk orang dewasa.
  • Bangun dan tidur di waktu yang sama setiap hari untuk membentuk ritme sirkadian yang sehat.
  • Ciptakan lingkungan tidur yang kondusif: gelap, sejuk, dan tenang.
  • Jika Anda mengalami kesulitan tidur atau gangguan tidur berkepanjangan, konsultasikan dengan dokter agar bisa mendapatkan penanganan yang tepat.

 

Tidur mungkin tampak sederhana, tetapi dampaknya terhadap kesehatan jangka panjang sangat besar. Menjadikan tidur cukup sebagai prioritas bisa menjadi investasi penting bagi produktivitas, kebugaran, dan kualitas hidup Anda.

 

Jika Anda mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan pengobatan segera, Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan yang Anda butuhkan.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di:

0315921101
085233664118
Atau Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier di Jl. Raya Dharma Husada Indah No.26, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285




Klinik Utama Dharmahusada Premier merupakan klinik Utama yang berlokasi di area Dharmahusada. Dengan seluruh tenaga medis profesional, Klinik Utama Dharmahusada Premier menghadirkan pelayanan komprehensif yang meliputi perawatan promotif, preventif, dan kuratif. Segala tindakan medis ditangani oleh tenaga medis ahli dan berpengalaman, serta menggunakan teknologi yang modern.



Social Media


Facebook

www.facebook.com/dhpclinic


Twitter

@dhpcclinic


Instagram

@dhpclinic



Hubungi Kami


Whatsapp

085233664118


Telepon

(031)5921101


Email

klinik.dharmahusadapremier@gmail.com


Copyright by Markbro 2024. All rights reserved.