Senin - Jumat07:00-21:00Sabtu07:00-13:00Hubungi kami+0315921101

Blog

Flu-Saat-Puasa-Bikin-Lemah-Lakukan-Cara-Ini-Agar-Lekas-Sembuh.png
26/Feb/2026

Mengalami flu saat menjalani puasa bisa membuat aktivitas sehari-hari terasa berat. Gejala seperti hidung tersumbat, bersin, batuk, dan demam ringan dapat memengaruhi kenyamanan dan fokus beribadah. Meski flu pada umumnya bukan kondisi serius, penting mengetahui cara merawatnya dengan tepat terlebih ketika Anda tetap ingin menjalankan puasa dengan nyaman.

 

Mengapa Flu Bisa Terasa Lebih Berat Saat Puasa?

Puasa membuat tubuh tidak menerima asupan cairan dan makanan selama belasan jam. Ketika terserang flu, kebutuhan cairan dan nutrisi meningkat untuk membantu sistem kekebalan tubuh melawan infeksi. Kekurangan cairan bisa memperparah gejala seperti sakit tenggorokan, hidung kering, dan batuk.

Oleh karena itu, strategi penanganan flu yang cermat saat puasa diperlukan agar proses penyembuhan optimal tanpa membuat puasa batal.

 

Cara Cepat Pulih dari Flu Saat Puasa

Berikut beberapa langkah yang dapat membantu Anda pulih dari flu saat berpuasa:

  1. Pastikan Asupan Cairan Saat Sahur dan Berbuka

Karena tubuh tidak mendapat cairan sepanjang hari, penting untuk mencukupi kebutuhan cairan saat sahur dan berbuka. Minumlah air putih secara cukup agar tubuh tetap terhidrasi, membantu tubuh melawan infeksi, dan meringankan gejala flu.

Selain air putih, cairan dari sup hangat, jus buah alami tanpa gula berlebih, atau teh hangat juga dapat membantu melegakan tenggorokan dan menjaga hidrasi tubuh.

 

  1. Istirahat yang Cukup

Tubuh memerlukan energi untuk melawan virus penyebab flu. Pastikan Anda tidur cukup saat malam dan beristirahat setelah berbuka agar sistem imun dapat bekerja lebih efektif.

 

  1. Konsumsi Makanan Bergizi

Saat sahur dan berbuka, pilih makanan yang kaya nutrisi seperti sayur, buah, protein sehat, dan karbohidrat kompleks untuk mendukung daya tahan tubuh. Nutrisi yang baik membantu mempercepat pemulihan flu secara alami.

 

  1. Perhatikan Suhu dan Kelembapan Udara

Udara yang terlalu kering dapat memperparah gejala flu, seperti batuk dan hidung tersumbat. Anda bisa menggunakan humidifier di kamar saat tidur untuk menjaga kelembapan udara atau mandi air hangat sebelum tidur agar saluran napas lebih lega.

 

  1. Hindari Merokok dan Paparan Polusi

Asap rokok dan polutan udara dapat memperburuk iritasi tenggorokan dan batuk. Hindari merokok atau berada di sekitar orang yang merokok, serta upayakan lingkungan yang bersih dan bernapas nyaman.

 

  1. Perawatan Gejala Secara Ringan

Untuk membantu meredakan gejala flu saat berpuasa, beberapa langkah sederhana yang bisa dicoba:

  • Kumur dengan air garam hangat untuk meredakan sakit tenggorokan
  • Tetes hidung saline untuk membuka hidung tersumbat
  • Istirahat suara bila batuk membuat tenggorokan semakin tegang

Jika diperlukan, konsultasikan dengan tenaga kesehatan tentang penggunaan obat yang aman terutama jika gejala mengganggu kualitas puasa atau aktivitas harian.

 

Flu saat berpuasa bisa membuat tubuh terasa tidak nyaman, tetapi dengan perawatan yang tepat, gejala dapat diredakan dan waktu pemulihan dipercepat tanpa mengganggu ibadah puasa secara signifikan. Kunci utamanya adalah menjaga hidrasi, nutrisi, istirahat yang cukup, serta melakukan perawatan gejala ringan dengan bijak.

Jika gejala flu memburuk atau tidak kunjung membaik, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter guna mendapatkan evaluasi dan penanganan yang sesuai.

 

Jika Anda mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan pengobatan segera, Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan yang Anda butuhkan.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di:

0315921101
085233664118
Atau Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier di Jl. Raya Dharma Husada Indah No.26, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285


Anosmia-Saat-Indra-Penciuman-Hilang.png
25/Feb/2026

Indra penciuman memainkan peran penting dalam kehidupan sehari-hari mulai dari menikmati aroma makanan hingga mendeteksi bau bahaya seperti asap. Namun, ada kondisi di mana seseorang kehilangan kemampuan mencium secara sebagian atau total. Kondisi ini disebut anosmia.

Anosmia bukan sekadar gangguan kecil kehilangan penciuman dapat memengaruhi selera makan, kualitas hidup, dan bahkan keselamatan seseorang. Oleh karena itu, penting untuk memahami penyebab, gejala, serta cara menanganinya dengan tepat.

 

Apa Itu Anosmia?

Anosmia adalah kondisi di mana seseorang tidak dapat mencium bau sama sekali. Ini berbeda dengan hiposmia, yaitu penurunan kemampuan mencium. Anosmia dapat bersifat sementara atau permanen tergantung penyebabnya.

Kehilangan penciuman tidak selalu berarti Anda tidak bisa “merasakan” sama sekali seringkali pasien masih dapat merasakan makanan, tetapi aroma makanan akan hilang sehingga pengalaman makan terasa kurang lengkap.

 

Penyebab Anosmia yang Perlu Diketahui

Anosmia dapat timbul karena berbagai kondisi. Beberapa penyebab umum antara lain:

  1. Infeksi Saluran Pernapasan Atas

Infeksi seperti flu, pilek, atau sinusitis akut dapat menyebabkan pembengkakan di saluran pernapasan atas, sehingga semburan udara ke reseptor penciuman terhambat.

  1. Sinusitis Kronis atau Rinitis Alergi

Peradangan pada sinus atau alergi berulang dapat mengganggu fungsi lapisan hidung sehingga menurunkan atau menghilangkan kemampuan mencium.

  1. Cedera Kepala

Trauma pada kepala, terutama yang mengenai area frontal atau saraf penciuman, dapat merusak jalur saraf yang membawa sinyal aroma dari hidung ke otak.

  1. Paparan Zat Berbahaya

Paparan kimia tertentu, asap rokok dalam jangka panjang, atau polusi udara berat dapat merusak reseptor penciuman.

  1. Efek Samping Obat

Beberapa obat dapat mengurangi kemampuan mencium sebagai efek samping, misalnya obat tertentu untuk tekanan darah atau obat alergi.

  1. Kondisi Neurologis

Kelainan pada saraf atau otak, seperti Parkinson atau Alzheimer, juga bisa memengaruhi kemampuan penciuman.

 

Gejala yang Muncul pada Anosmia

Berikut tanda-tanda yang dapat dialami oleh penderita anosmia:

  • Tidak bisa mencium bau seperti kopi, parfum, atau makanan khas.
  • Makanan terasa hambar atau kurang nikmat karena penciuman hilang.
  • Kesulitan mendeteksi bau bahaya seperti asap atau gas bocor — kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan.

 

Cara Mendiagnosis Anosmia

Untuk memastikan diagnosis anosmia, dokter biasanya akan melakukan serangkaian pemeriksaan, antara lain:

  • Anamnesa medis lengkap untuk mengetahui gejala dan riwayat kesehatan.
  • Pemeriksaan fisik hidung dan saluran penciuman dengan alat khusus.
  • Tes penciuman sederhana untuk menilai kemampuan mencium berbagai aroma.
  • Jika diperlukan, pemeriksaan lanjutan seperti rontgen, CT scan, atau MRI untuk mengevaluasi struktur tulang dan jaringan di area hidung dan otak.

 

Penanganan Anosmia

Penanganan anosmia akan disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya:

Penanganan Medis untuk Penyebab Infeksi atau Peradangan

Jika anosmia disebabkan oleh infeksi atau peradangan seperti sinusitis atau alergi, dokter dapat meresepkan:

  • Obat tetes atau semprot hidung steroid untuk mengurangi pembengkakan.
  • Antibiotik jika infeksi bakteri terkonfirmasi.
  • Obat antihistamin untuk alergi yang berat.

Terapi Penciuman (Smell Training)

Latihan penciuman bertujuan melatih kembali indra penciuman dengan cara mencium aroma tertentu secara berulang setiap hari. Cara ini dapat membantu pemulihan neurosensorial jika penyebabnya bukan struktural.

Perubahan Gaya Hidup

  • Menghindari paparan asap rokok atau polusi.
  • Memastikan kelembapan udara yang cukup untuk menjaga mukosa hidung tetap sehat.

 

Anosmia adalah kondisi di mana indera penciuman menjadi hilang atau sangat menurun. Penyebabnya beragam, mulai dari infeksi saluran pernapasan, alergi, cedera kepala, hingga paparan zat berbahaya atau penyakit neurologis. Meski tidak selalu berbahaya, anosmia dapat memengaruhi kualitas hidup dan bahkan keselamatan sehari-hari. Diagnosis tepat dan penanganan yang sesuai berdasarkan penyebabnya merupakan kunci untuk membantu pemulihan indra penciuman.

 

Jika Anda mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan pengobatan segera, Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan yang Anda butuhkan.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di:

0315921101
085233664118
Atau Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier di Jl. Raya Dharma Husada Indah No.26, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285


Bolehkah-Minum-Kopi-Saat-Sahur-dan-Buka-Puasa-Ini-Penjelasan-Kesehatannya.png
24/Feb/2026

Kopi sering menjadi pilihan minuman favorit banyak orang di pagi hari karena memberikan efek segar dan menambah fokus. Namun, ketika menjalani puasa Ramadan, muncul pertanyaan: bolehkah minum kopi saat sahur atau buka puasa? Jawabannya tidak sekadar “boleh atau tidak”, tetapi perlu dipahami juga apa dampaknya terhadap tubuh selama berpuasa.

 

Kopi Memang Boleh Dikonsumsi, Tapi Ada Hal yang Perlu Diperhatikan

Secara umum, minum kopi saat sahur atau buka puasa boleh dilakukan selama tidak membatalkan puasa (yaitu tidak memasukkan apa pun ke dalam tubuh saat berpuasa). Namun, konsumsi kopi juga memiliki efek jangka pendek pada tubuh, terutama ketika dilakukan sebelum atau setelah berpuasa panjang.

 

Efek Kopi pada Tubuh Saat Puasa

  1. Kopi Bersifat Diuretik

Kopi mengandung kafein yang bersifat diuretik, yaitu dapat meningkatkan produksi urine. Hal ini bisa membuat tubuh kehilangan lebih banyak cairan kondisi yang kurang ideal saat sahur, karena tubuh akan melalui waktu puasa yang panjang tanpa cairan.

Akibatnya, jika terlalu banyak minum kopi saat sahur, risiko dehidrasi saat berpuasa bisa meningkat terutama di cuaca panas atau saat melakukan aktivitas fisik berat.

  1. Kopi Dapat Merangsang Lambung

Kafein dalam kopi dapat merangsang produksi asam lambung. Saat diminum di saat perut kosong seperti saat sahur, hal ini dapat menyebabkan iritasi lambung, kembung, atau rasa tidak nyaman di perut.

Bagi orang yang memiliki gangguan pencernaan seperti gastritis atau refluks, minum kopi tanpa makanan sebelumnya dapat memicu gejala yang kurang menyenangkan.

  1. Kopi Bisa Mempengaruhi Kualitas Tidur

Konsumsi kopi terutama mendekati waktu tidur misalnya saat sahur di pagi awal sebelum tidur dapat membuat sebagian orang merasa susah tidur atau tidur tidak nyenyak karena efek stimulasi kafein. Kualitas tidur yang kurang baik juga dapat memengaruhi energi tubuh saat menjalani puasa.

 

Tips Minum Kopi yang Lebih Sehat Saat Ramadan

Jika Anda tetap ingin menikmati kopi saat sahur atau buka puasa, beberapa tips ini dapat membantu agar dampaknya lebih minimal bagi tubuh:

  1. Batasi Jumlahnya

Batasi konsumsi kopi satu atau dua cangkir kecil saja saat sahur atau buka puasa. Hindari konsumsi kopi dalam jumlah besar karena dapat mempercepat dehidrasi.

  1. Jangan Minum Kopi di Perut Kosong

Sebagai pilihan yang lebih aman, minum kopi setelah makanan misalnya setelah sahur selesai makan atau setelah berbuka agar asam lambung tidak terlalu merangsang.

  1. Pilih Kopi yang Tidak Terlalu Kuat

Kopi hitam pahit umumnya mengandung kafein lebih tinggi dibandingkan kopi yang sudah dicampur susu atau gula dalam takaran sedang. Mengurangi intensitas kopi dapat membantu mengurangi efek samping seperti gangguan lambung atau haus berlebihan.

  1. Pastikan Tubuh Terhidrasi

Jika minum kopi saat sahur, seimbangkan dengan konsumsi air putih yang cukup. Ikuti pola minum sehat seperti pola 2-4-2 agar tubuh tetap terhidrasi sepanjang hari.

 

Siapa yang Perlu Lebih Berhati-hati?

Beberapa orang perlu lebih menghindari atau membatasi kopi saat puasa, antara lain:

  • Penderita maag atau refluks asam lambung
  • Orang yang mudah mengalami dehidrasi
  • Individu yang sensitif terhadap kafein
  • Penderita gangguan kecemasan atau sulit tidur

Jika Anda termasuk salah satu kelompok tersebut, konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi tentang pola minum dan pantangan selama puasa yang paling sesuai untuk kondisi Anda.

 

Minum kopi saat sahur atau buka puasa secara teknis boleh dilakukan, tetapi perlu diperhatikan dari segi kesehatan tubuh, kebutuhan cairan, dan kenyamanan pencernaan. Karena sifat kopi yang bersifat diuretik dan stimulatif, konsumsi yang berlebihan dapat meningkatkan risiko dehidrasi, gangguan lambung, atau memengaruhi tidur. Pilih waktu, jumlah, dan cara konsumsi kopi yang bijak, serta pastikan kebutuhan cairan tubuh tetap terpenuhi untuk menjalani puasa dengan lebih nyaman dan sehat.

 

Jika Anda mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan pengobatan segera, Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan yang Anda butuhkan.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di:

0315921101
085233664118
Atau Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier di Jl. Raya Dharma Husada Indah No.26, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285


Bolehkah-Makan-Gorengan-Saat-Buka-Puasa-Begini-Penjelasan-Kesehatannya.png
21/Feb/2026

 

Saat berbuka puasa, gorengan seperti bakwan, tahu isi, tempe goreng, risoles, atau pisang goreng sering menjadi pilihan favorit banyak orang. Rasanya yang gurih dan teksturnya yang renyah memang menggoda setelah berpuasa seharian. Namun, pertanyaannya adalah: apakah konsumsi gorengan saat berbuka itu sehat atau justru berdampak buruk bagi tubuh?

 

Apa Dampak Gorengan pada Tubuh?

Gorengan merupakan makanan yang digoreng dalam minyak panas. Proses ini membuat makanan menyerap banyak minyak, sehingga makanan tersebut menjadi tinggi lemak jenuh dan kalori. Kandungan lemak berlebih ini dapat memberikan dampak negatif bagi kesehatan, antara lain:

  • Meningkatkan risiko kenaikan berat badan
  • Berpotensi meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL)
  • Memperberat kerja sistem pencernaan karena lemak yang sulit dicerna dalam jumlah besar
  • Menyebabkan rasa tidak nyaman seperti kembung, mulas, atau mual jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan

 

Apakah Gorengan Bisa Dikonsumsi Saat Berbuka Puasa?

Jawabannya bisa, tetapi dengan beberapa catatan penting. Gorengan tidak disarankan dikonsumsi secara berlebihan saat berbuka puasa karena tubuh baru saja menjalani puasa panjang dan memerlukan asupan nutrisi yang lebih seimbang.

Saat berbuka, tubuh membutuhkan cairan yang cukup dan nutrisi penting seperti karbohidrat kompleks, protein, serta vitamin dan mineral agar proses pemulihan tubuh berjalan optimal setelah berpuasa. Jika kita langsung mengonsumsi makanan yang tinggi lemak dan kalori seperti gorengan, makanan tersebut justru bisa membuat:

  • Kadar gula darah melonjak terlalu cepat
  • Pencernaan menjadi lambat dan tidak nyaman
  • Rasa kenyang palsu sementara tanpa nutrisi seimbang

 

Tips Mengonsumsi Gorengan saat Berbuka dengan Lebih Bijak

Jika Anda tetap ingin mengonsumsi gorengan saat berbuka, berikut tips agar pilihan makanan tetap lebih sehat:

  1. Batasi Porsi
    Hanya konsumsi gorengan dalam porsi kecil saja. Jangan membuatnya menjadi menu utama berbuka.
  2. Padukan dengan Makanan Bernutrisi
    Sebaiknya gorengan dikombinasikan dengan makanan yang kaya serat dan nutrisi sehat, misalnya sayuran, buah-buahan, atau sumber protein yang baik.
  3. Pilih Gorengan yang Tidak Terlalu Berminyak
    Gorengan yang baru diangkat dan ditiriskan dengan baik serta tidak terlalu berminyak cenderung lebih ringan di pencernaan.
  4. Perhatikan Frekuensi
    Gorengan tidak baik dikonsumsi setiap hari. Idealnya, makan gorengan hanya sesekali — bukan setiap buka puasa agar tubuh tetap seimbang.

 

Alternatif Lebih Sehat Selain Gorengan

Agar buka puasa tetap sehat dan energik, Anda bisa memilih makanan lain yang lebih bernutrisi seperti:

  • Kurma dan air putih sebagai pembuka yang cepat mengembalikan energi
  • Buah segar atau salad buah untuk asupan serat dan cairan
  • Suplemen protein seperti susu rendah lemak atau yoghurt
  • Makanan berkarbohidrat kompleks seperti nasi merah, ubi, atau oatmeal

Pilihan makanan yang seimbang akan membantu tubuh pulih lebih baik setelah berpuasa.

 

Gorengan boleh dinikmati saat berbuka puasa, tetapi sebaiknya dalam jumlah terbatas dan tidak menjadi menu utama. Terlalu banyak mengonsumsi gorengan dapat membuat tubuh merasa tidak nyaman dan berpotensi berdampak buruk bagi kesehatan jangka panjang, terutama jika dikonsumsi secara rutin.

Untuk buka puasa yang lebih sehat, prioritaskan makanan yang kaya nutrisi, cairan, serat, dan protein, serta gunakan gorengan hanya sebagai sesekali camilan. Dengan pola makan yang seimbang, tubuh Anda akan tetap bugar dan siap menjalani aktivitas setelah berbuka.

 

Jika Anda mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan pengobatan segera, Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan yang Anda butuhkan.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di:

0315921101
085233664118
Atau Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier di Jl. Raya Dharma Husada Indah No.26, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285


Pola-Minum-2-4-2-Cara-Efektif-Mencegah-Dehidrasi-Saat-Puasa.png
20/Feb/2026

Berpuasa tidak hanya soal menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat dan terhidrasi sepanjang hari. Salah satu tantangan utama saat puasa adalah dehidrasi, terutama apabila cuaca panas atau aktivitas padat. Untuk membantu mengatasi hal ini, para ahli kesehatan merekomendasikan pola minum khusus yang dikenal sebagai pola 2-4-2.

 

Apa Itu Pola Minum 2-4-2?

Pola minum 2-4-2 adalah strategi pembagian konsumsi air putih yang disesuaikan dengan waktu berbuka dan sahur. Tujuannya adalah agar tubuh tetap mendapatkan asupan cairan yang cukup tanpa membuat perut terlalu kembung atau tidak nyaman saat memulai puasa.

Pembagian pola minum ini meliputi:

  • 2 gelas air putih saat berbuka puasa untuk segera mengganti cairan tubuh yang hilang seharian
  • 4 gelas air putih di malam hari, dicicil secara bertahap setelah berbuka hingga sebelum tidur
  • 2 gelas air putih saat sahur agar kebutuhan cairan tubuh terjaga saat menjalani puasa berikutnya

Dengan langkah ini, total konsumsi air putih dalam sehari mencapai sekitar delapan gelas, sesuai dengan rekomendasi umum kesehatan untuk kebutuhan cairan tubuh.

 

Pentingnya Pola Minum Selama Puasa

Saat berpuasa, tubuh tidak menerima cairan dari luar selama belasan jam. Cairan tubuh hilang melalui proses alami seperti berkeringat, bernafas, dan buang air kecil. Kurangnya asupan air dapat menyebabkan dehidrasi, yang ditandai dengan beberapa gejala berikut:

  • Rasa haus yang berlebihan
  • Mulut dan bibir kering
  • Sakit kepala atau pusing
  • Urine berwarna gelap dengan jumlah sedikit
  • Kelelahan yang berlebihan

Dengan mengikuti pola 2-4-2, kebutuhan cairan tubuh dapat terpenuhi secara berkelanjutan sehingga risiko dehidrasi dapat diminimalkan.

 

Tips Agar Pola Minum 2-4-2 Berlaku Maksimal

Agar tubuh tetap segar dan terhidrasi dengan baik selama puasa, selain menerapkan pola 2-4-2, ada beberapa kiat tambahan yang perlu diperhatikan:

  1. Minum Secara Bertahap
    Hindari minum terlalu banyak sekaligus, terutama saat berbuka. Minumlah perlahan satu atau dua gelas terlebih dulu sebelum melanjutkan minum secara bertahap.
  2. Konsumsi Makanan Kaya Air
    Buah-buahan seperti semangka, melon, timun, dan jeruk dapat membantu menambah asupan cairan tubuh karena kandungan airnya tinggi.
  3. Batasi Minuman Berkafein dan Manis
    Minuman berkafein (seperti kopi dan teh kuat) atau minuman manis dapat bersifat diuretik, membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan.
  4. Perhatikan Aktivitas Fisik dan Cuaca
    Jika berada di lingkungan panas atau melakukan aktivitas berat, pastikan tubuh terhidrasi baik saat malam hari.

 

Kapan Harus Memperhatikan Tanda Dehidrasi?

Jika Anda mengalami gejala seperti pusing, denyut jantung cepat, atau urine sangat sedikit dan pekat, hal ini bisa menjadi tanda dehidrasi yang perlu diperhatikan. Dalam kasus yang berat, dehidrasi dapat berisiko menyebabkan gangguan fungsi tubuh lain dan perlu penanganan medis.

 

Pola minum 2-4-2 merupakan cara sederhana namun efektif untuk mencegah dehidrasi saat puasa. Dengan distribusi konsumsi air putih yang tepat 2 gelas saat berbuka, 4 gelas di malam hari, dan 2 gelas saat sahur tubuh dapat tetap mendapatkan kebutuhan cairan yang optimal. Diperkuat dengan kebiasaan minum yang baik dan makanan kaya air, pola ini dapat membantu Anda menjalani puasa dengan tubuh yang lebih segar, bugar, dan terhidrasi sepanjang hari.

 

Jika Anda mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan pengobatan segera, Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan yang Anda butuhkan.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di:

0315921101
085233664118
Atau Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier di Jl. Raya Dharma Husada Indah No.26, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285


Buka-Puasa-dengan-Air-Dingin-atau-Air-Hangat.png
19/Feb/2026

Saat berbuka puasa, hal pertama yang masuk ke tubuh adalah minuman. Pilihan minuman ini ternyata bukan sekadar soal rasa tetapi juga tentang bagaimana tubuh merespons setelah berpuasa seharian. Banyak orang bertanya, apakah lebih baik minum air dingin atau air hangat ketika berbuka? Berikut penjelasan berdasarkan perspektif nutrisi dan kesehatan.

 

Kenapa Pilihan Minuman Saat Buka Puasa Penting?

Setelah berpuasa selama belasan jam, tubuh mengalami dehidrasi ringan hingga sedang karena tidak mendapat cairan dari makanan atau minuman. Hidrasi yang baik menjadi salah satu kunci untuk membuat tubuh kembali berfungsi optimal setelah berpuasa termasuk membantu metabolisme, sirkulasi darah, dan pencernaan.

 

Air Dingin: Segar tapi Perlu Perhatian

Minum air dingin saat berbuka bisa sangat menyegarkan, apalagi setelah beraktivitas di siang hari yang panas. Air dingin dapat membantu menurunkan suhu tubuh dengan cepat dan memberikan sensasi “segar” setelah menahan haus.

Namun, konsumsi air yang terlalu dingin secara langsung dalam jumlah banyak dapat memberi respons pada sistem pencernaan, seperti kontraksi di perut atau sensasi kurang nyaman, terutama jika perut masih kosong. Ini karena air es bisa memperlambat aliran darah ke saluran pencernaan sementara waktu.

Tips saat memilih air dingin:

  • Minum perlahan, sedikit demi sedikit, agar perut tidak kaget.
  • Hindari langsung minum dalam jumlah besar suhu sangat dingin.
  • Jika terasa tidak nyaman, alternasikan dengan air suhu ruang.

 

Air Hangat: Pilihan yang Lebih Lembut untuk Pencernaan

Air hangat memiliki beberapa manfaat terutama bagi sistem pencernaan. Suhu yang lebih hangat membantu otot-otot lambung dan usus bekerja lebih lancar, sehingga proses pencernaan makanan yang masuk setelah buka puasa bisa lebih nyaman.

Selain itu, air hangat juga bisa membantu merilekskan tubuh setelah berpuasa, serta mengurangi risiko kram atau ‘kaget perut’ akibat perbedaan suhu.

Tips saat memilih air hangat:

  • Minum perlahan sebelum makan besar.
  • Gunakan air hangat sebagai tahap awal buka puasa, lalu dilanjut dengan minuman lain.
  • Padukan dengan makanan tinggi serat agar tubuh cepat kembali mendapatkan energi.

 

Bagusnya: Menjadikan Kedua Pilihan sebagai Kombinasi

Sebenarnya, air dingin dan air hangat dapat digunakan bergantian saat berbuka puasa, tergantung pada kebutuhan tubuh Anda:

  • Air hangat cocok diminum pertama kali untuk menenangkan perut yang kosong dan membantu pencernaan
  • Air dingin bisa diminum setelah makanan ringan atau dalam jumlah kecil untuk memberikan rasa segar

Dengan cara ini, tubuh mendapatkan keseimbangan hidrasi tanpa membuat pencernaan terkejut oleh perubahan suhu yang ekstrem.

 

Minuman Lain yang Juga Baik untuk Buka Puasa

Selain air putih, beberapa minuman sehat yang bisa dipilih saat buka puasa antara lain:

  • Air putih suhu ruang
  • Infused water dengan irisan buah
  • Teh hangat tanpa gula
  • Jus buah alami tanpa gula berlebih
    Hindari minuman yang terlalu manis atau berkafein tinggi karena dapat meningkatkan rasa haus kembali setelah buka puasa.

 

Air putih tetap menjadi pilihan terbaik untuk buka puasa. Antara air dingin dan air hangat, masing-masing memiliki manfaat tersendiri. Air hangat cenderung lebih lembut untuk pencernaan, sedangkan air dingin memberi rasa segar setelah seharian berpuasa. Kuncinya adalah menyesuaikan pilihan dengan kenyamanan tubuh Anda, minum secara perlahan, dan tetap menjaga asupan cairan sepanjang malam agar hidrasi tetap optimal.

 

Jika Anda mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan pengobatan segera, Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan yang Anda butuhkan.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di:

0315921101
085233664118
Atau Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier di Jl. Raya Dharma Husada Indah No.26, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285


Pentingnya-Istirahat-yang-Cukup-untuk-Mencegah-Mata-Lelah.png
18/Feb/2026

Di era digital saat ini, penggunaan perangkat elektronik seperti ponsel, tablet, dan komputer menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Sayangnya, kebiasaan ini sering membuat mata bekerja terus-menerus tanpa jeda, sehingga memicu kondisi yang dikenal sebagai mata lelah (eye strain).

Mata lelah bukan hanya sekadar rasa pegal atau tidak nyaman di area mata, tetapi juga dapat memengaruhi produktivitas, kualitas tidur, serta kesehatan visual jangka panjang jika tidak ditangani dengan tepat. Untuk itu, memenuhi kebutuhan istirahat mata menjadi langkah penting agar organ penglihatan tetap sehat dan nyaman.

Gejala Mata Lelah yang Harus Diwaspadai

Mata lelah dapat ditandai oleh beberapa gejala, antara lain:

  • Rasa tegang atau pegal pada mata

  • Pandangan buram atau fokus yang berganti-ganti

  • Mata terasa kering, gatal, atau berair

  • Sakit kepala di sekitar area dahi atau pelipis

  • Sensasi nyeri di leher, bahu, atau punggung akibat posisi tubuh yang kurang ergonomis saat melihat layar

Gejala-gejala ini dapat muncul saat bekerja terlalu lama di depan layar atau melakukan aktivitas yang menuntut penglihatan fokus terus-menerus, seperti membaca atau berkendara jarak jauh.

Mengapa Mata Perlu Istirahat?

Mata bekerja luar biasa keras untuk menangkap cahaya, memproses detail, serta membantu tubuh menavigasi lingkungan setiap hari. Saat mata terus menerus fokus tanpa jeda, otot-otot kecil di dalam dan sekitar bola mata menjadi tegang dan lelah.

Perangkat digital juga menghasilkan cahaya biru yang dapat menyebabkan silau, mempercepat kelelahan mata, dan mengganggu ritme biologis tubuh jika digunakan secara berlebihan, terutama di malam hari.

Istirahat yang cukup memberikan waktu bagi otot-otot mata untuk relaks dan mengurangi ketegangan visual, sehingga membantu mencegah komplikasi jangka panjang seperti gangguan penglihatan sementara ataupun masalah kualitas hidup akibat ketidaknyamanan mata.

Tips Efektif Mengurangi Mata Lelah

Berikut beberapa langkah sederhana yang dapat membantu menjaga kesehatan mata dan mencegah kelelahan visual:

1. Terapkan Aturan 20-20-20

Setiap 20 menit melihat layar, alihkan pandangan ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki (±6 meter) selama 20 detik. Pola ini dapat membantu merilekskan otot mata yang tegang.

2. Pastikan Pencahayaan yang Tepat

Gunakan pencahayaan yang cukup dan hindari refleksi cahaya pada layar. Posisi cahaya yang terlalu terang atau kontras tinggi dapat memicu silau dan mempercepat kelelahan.

3. Sesuaikan Jarak dan Posisi Layar

Posisikan layar agar berada sedikit di bawah ketinggian pandangan mata dan tidak terlalu dekat. Jarak yang ideal dapat membantu mengurangi ketegangan otot mata.

4. Berkedip Lebih Sering

Saat fokus pada layar, frekuensi berkedip cenderung menurun, menyebabkan mata kering. Sadarilah kebiasaan ini dan usahakan berkedip lebih sering untuk menjaga kelembapan mata.

5. Istirahatkan Mata Secara Rutin

Selain aturan 20-20-20, luangkan waktu beberapa menit untuk benar-benar melepaskan fokus dari layar, menutup mata sebentar, atau melakukan aktivitas ringan di luar ruangan.

6. Perhatikan Kualitas Tidur

Tidur yang cukup membantu proses regenerasi tubuh termasuk jaringan mata. Kurang tidur dapat memperparah kelelahan mata dan memengaruhi kesehatan visual secara keseluruhan.

Kapan Perlu Berkonsultasi ke Dokter Mata?

Mata lelah ringan biasanya dapat diatasi dengan perubahan pola aktivitas dan istirahat yang cukup. Namun, jika gejala semakin berat atau tidak kunjung membaik setelah perbaikan kebiasaan, sebaiknya segera memeriksakan mata ke dokter spesialis mata. Terutama jika disertai:

  • Nyeri mata hebat

  • Penglihatan buram yang menetap

  • Sensasi benda asing di dalam mata

  • Perubahan penglihatan atau tidak bisa melihat dengan jelas

Pemeriksaan profesional akan membantu mengidentifikasi masalah visual lain yang mungkin mendasari kelelahan mata, seperti masalah refraksi (rabun jauh, rabun dekat), katarak, atau gangguan lainnya.

Mata lelah adalah kondisi umum yang sering muncul akibat penggunaan visual yang intens, terutama saat beraktivitas di depan layar. Mengatur waktu istirahat mata secara tepat, menerapkan kebiasaan visual sehat, serta menjaga kualitas tidur adalah langkah penting dalam mencegah kelelahan mata. Jika gejala berlanjut atau terasa tidak biasa, konsultasi dengan dokter mata dapat membantu mendapatkan penanganan yang tepat serta menjaga kesehatan penglihatan jangka panjang.

Jika Anda mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan pengobatan segera, Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan yang Anda butuhkan.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di:

0315921101
085233664118
Atau Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier di Jl. Raya Dharma Husada Indah No.26, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285


Penyebab-Gula-Darah-Tinggi-dan-Cara-Mengontrolnya-untuk-Kesehatan-Jangka-Panjang.png
13/Feb/2026

Kadar gula darah yang tinggi sering dikaitkan dengan diabetes, tetapi kondisi ini sebenarnya dapat terjadi pada siapa saja bukan hanya pada pasien diabetes. Banyak faktor sehari-hari yang tampak sepele, seperti pola makan yang kurang tepat, stres, atau kurang tidur, yang tanpa disadari dapat menyebabkan lonjakan gula darah.

Jika tidak dikendalikan, kadar gula darah yang tinggi dapat berdampak buruk pada kesehatan jangka panjang, termasuk meningkatkan risiko penyakit kronis. Karena itu penting untuk memahami apa saja penyebab gula darah naik serta langkah yang dapat dilakukan untuk menstabilkannya.

 

Gejala yang Sering Terjadi Ketika Gula Darah Meningkat

Seringkali gula darah yang meningkat tidak terasa pada awalnya. Namun, beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Sering haus dan buang air kecil: Tubuh mencoba mengeluarkan kelebihan gula melalui urin.
  • Rasa lelah berlebihan: Sel-sel tubuh kesulitan menggunakan gula sebagai energi.
  • Pandangan kabur: Perubahan gula darah memengaruhi cairan di lensa mata.
  • Luka sulit sembuh: Kadar gula tinggi dapat memperlambat proses penyembuhan.
  • Rasa lapar terus-menerus: Tubuh tidak efektif memanfaatkan gula sebagai sumber energi.

 

7 Penyebab Gula Darah Naik yang Perlu Anda Ketahui

Berikut faktor-faktor yang dapat memicu tingginya kadar gula darah dalam tubuh:

  1. Pola Makan Tinggi Gula dan Karbohidrat Olahan

Makanan seperti nasi putih, roti tawar, mie instan, kue, dan minuman manis mengandung gula sederhana yang cepat diserap tubuh, sehingga dapat menyebabkan lonjakan gula darah setelah makan.

  1. Kurang Aktivitas Fisik

Aktivitas fisik membantu otot menggunakan gula darah sebagai energi. Kurangnya gerak menyebabkan gula menumpuk dalam aliran darah dan dapat menurunkan kepekaan tubuh terhadap insulin.

  1. Stres Berkepanjangan

Saat stres, tubuh melepaskan hormon seperti kortisol dan adrenalin yang dapat meningkatkan gula darah. Jika stres menjadi kronis, kadar gula darah bisa tetap tinggi dalam jangka panjang.

  1. Pola Tidur Tidak Teratur

Kurang tidur atau kebiasaan tidur yang tidak teratur dapat mengganggu hormon yang mengatur gula darah, sehingga tubuh menjadi kurang efektif memproses glukosa.

  1. Dehidrasi

Kekurangan cairan membuat gula dalam darah menjadi lebih pekat. Minum air putih secara cukup membantu metabolisme gula darah berjalan lebih baik.

  1. Penggunaan Obat Tertentu

Beberapa jenis obat, seperti steroid, pil kontrasepsi, dan obat tekanan darah tertentu, dapat memengaruhi cara tubuh mengendalikan gula darah.

  1. Kondisi Medis Tertentu

Resistensi insulin atau gangguan hormon seperti sindrom Cushing atau sindrom ovarium polikistik (PCOS) dapat mengganggu penggunaan gula oleh tubuh, sehingga menimbulkan peningkatan kadar gula darah.

 

Cara Mengendalikan Kadar Gula Darah

Mengendalikan gula darah bukan berarti sepenuhnya menghindari makanan manis, tetapi mengatur keseimbangan gaya hidup secara keseluruhan. Berikut langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan:

  1. Atur Pola Makan Seimbang

Batasi konsumsi makanan tinggi gula dan karbohidrat olahan, serta perbanyak asupan serat dari sayur, buah, dan biji-bijian.

  1. Rutin Berolahraga

Aktivitas fisik seperti jalan cepat atau bersepeda selama minimal 30 menit setiap hari dapat membantu menurunkan gula darah dan meningkatkan sensitivitas insulin.

  1. Tidur Cukup dan Kelola Stres

Tidur yang cukup dan strategi pengelolaan stres dapat membantu menjaga keseimbangan hormon yang berdampak pada gula darah.

  1. Periksa Gula Darah Secara Rutin

Monitoring gula darah secara berkala dapat membantu mengetahui kondisi tubuh Anda dan mencegah lonjakan yang tidak disadari.

  1. Konsultasi dengan Dokter

Jika diperlukan, dokter dapat menyesuaikan pengobatan atau memberikan rekomendasi terapi yang sesuai untuk menjaga kadar gula darah tetap aman dan stabil.

 

Kapan Harus Periksakan Diri ke Dokter?

Pemeriksaan gula darah secara berkala sangat penting, terutama jika Anda memiliki faktor risiko seperti obesitas, riwayat keluarga dengan diabetes, atau sering mengalami gejala seperti sering haus dan kelelahan. Deteksi dini membantu pencegahan komplikasi serius seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, gangguan ginjal, dan lain-lain.

Gula darah yang tinggi bisa dipicu oleh berbagai faktor gaya hidup maupun kondisi medis. Dengan mengenali penyebabnya dan menerapkan kebiasaan sehat secara konsisten, Anda dapat mengendalikan gula darah dan menjaga kesehatan secara optimal.

 

Jika Anda mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan pengobatan segera, Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan yang Anda butuhkan.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di:

0315921101
085233664118
Atau Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier di Jl. Raya Dharma Husada Indah No.26, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285


Banyak-Berkeringat-Saat-Olahraga-Apakah-Itu-Tanda-Kalori-Terbakar-Lebih-Banyak.png
12/Feb/2026

Saat berolahraga, banyak orang merasa senang ketika keringat bercucuran. Ada yang berpikir, “Kalau saya berkeringat banyak, berarti kalori yang terbakar juga lebih besar.” Namun pandangan semacam ini ternyata bukan indikator yang akurat untuk menilai pembakaran kalori tubuh saat bergerak.

 

Keringat Itu Bukan Pembakar Kalori

Perlu dipahami bahwa berkeringat merupakan mekanisme alami tubuh untuk mengatur suhu agar tetap stabil saat terjadi peningkatan suhu tubuh. Ketika kamu bergerak aktif, otot bekerja lebih keras, suhu tubuh naik, sehingga tubuh mengeluarkan keringat agar suhu inti tidak terlalu tinggi.

Artinya, jumlah keringat yang keluar tidak menunjukkan berapa banyak kalori atau lemak yang telah terbakar. Kamu bisa berkeringat deras di tempat yang panas tanpa membakar banyak kalori, atau justru sedikit berkeringat di ruangan dingin meskipun olahraga cukup intens.

 

Mengapa Orang Berkeringat Berbeda-beda?

Setiap orang memiliki tingkat produksi keringat yang berbeda-beda. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti:

  • Jenis kelamin dan genetika — pria biasanya berkeringat lebih cepat meskipun wanita punya lebih banyak kelenjar keringat;
  • Tingkat kebugaran tubuh — orang yang sudah terbiasa berolahraga cenderung berkeringat lebih efisien;
  • Berat badan dan komposisi tubuh — tubuh dengan massa lebih besar bisa memproduksi lebih banyak keringat karena lebih cepat memanas;
  • Kondisi lingkungan — suhu panas, kelembapan tinggi, atau pakaian yang tebal dapat membuat kamu berkeringat lebih banyak meski intensitas aktivitasnya sama.

 

Apa Hubungan Keringat dengan Pembakaran Kalori?

Secara sederhana, berkeringat bukan penyebab utama pembakaran kalori. Pembakaran kalori lebih banyak terjadi karena gerakan otot yang memerlukan energi, seperti saat kamu berjalan cepat, berlari, bersepeda, atau latihan intens lainnya. Tubuh akan membakar energi sesuai dengan intensitas dan durasi aktivitas, bukan jumlah keringat yang keluar.

Walaupun berkeringat sering terjadi saat kamu melakukan aktivitas yang membakar kalori banyak, bukan berarti semakin banyak keringat sama dengan semakin banyak kalori yang dibakar. Jadi anggapan “keringat banyak = olahraga efektif” perlu diluruskan.

 

Apa Manfaat dan Risiko Berkeringat?

Manfaat berkeringat antara lain:

  • membantu pendinginan tubuh, sehingga kamu tetap nyaman saat berolahraga;
  • bisa menjadi salah satu tanda kamu sudah bergerak aktif jika disertai peningkatan detak jantung dan nafas.

Namun, berkeringat juga bisa menimbulkan risiko tertentu, terutama jika tidak diimbangi asupan cairan yang cukup. Keringat yang berlebihan tanpa penggantian cairan dapat menyebabkan dehidrasi, yang ditandai oleh lemas, pusing, atau mulut kering.

 

Berkeringat memang sering terjadi saat tubuh bekerja keras, tetapi jumlah keringat bukan ukuran pasti berapa banyak kalori yang terbakar. Pembakaran kalori lebih ditentukan oleh intensitas dan durasi latihan. Jadi, pandanglah keringat sebagai bagian dari proses thermoregulation tubuh bukan sebagai tolok ukur utama efektivitas olahraga

 

Jika Anda mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan pengobatan segera, Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan yang Anda butuhkan.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di:

0315921101
085233664118
Atau Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier di Jl. Raya Dharma Husada Indah No.26, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285


Kalori-Kerupuk-Putih-dan-Risiko-Kesehatannya-Jika-Terlalu-Banyak-Dimakan.png
11/Feb/2026

Kerupuk putih dikenal sebagai pelengkap makanan yang hampir wajib ada di atas piring masyarakat Indonesia. Renyah, gurih, dan sering dinikmati bersama nasi atau makanan lain, kerupuk sering kali dianggap makanan ringan yang tidak perlu dipusingkan kandungan nutrisinya. Namun, tahukah Anda bahwa kerupuk putih mengandung kalori cukup tinggi dan minim gizi?

 

Seberapa Banyak Kalori dalam Satu Keping Kerupuk Putih?

Kerupuk putih dibuat dari bahan dasar tepung terigu, tapioka, air, bumbu-bumbu seperti bawang putih, gula, garam, dan penyedap rasa yang kemudian digoreng hingga renyah. Proses ini membuat makanan tersebut menyerap banyak minyak.

Menurut data nutrisi, setiap keping kerupuk putih memiliki sekitar 65 kilokalori (kkal). Dari jumlah tersebut, sebagian besar berasal dari karbohidrat (sekitar 60 persen) dan lemak (sekitar 30 persen), sedangkan protein hanya sekitar 5 persen.

Jika Anda mengonsumsi tiga keping kerupuk putih saja, total kalorinya bisa mencapai hampir 195 kkal, jumlah yang hampir setara dengan sepiring nasi putih biasa.

 

Kerupuk Putih Minim Nutrisi Penting

Di balik rasa gurihnya, kerupuk putih tergolong minim nutrisi esensial. Selain rendah protein dan hampir tidak memiliki serat, kerupuk putih juga tidak menyumbang vitamin atau mineral signifikan yang dibutuhkan tubuh. Hal ini membuatnya kurang ideal sebagai sumber energi berkualitas jika dibandingkan dengan makanan utuh seperti buah, sayur, atau biji-bijian.

Bahaya Jika Dikonsumsi Berlebihan

Mengonsumsi kerupuk putih sering kali terasa ringan, tetapi kebiasaan ini dapat membawa risiko kesehatan jika dilakukan secara berlebihan. Beberapa dampaknya antara lain:

  1. Kenaikan Berat Badan

Kerupuk putih tinggi kalori tetapi tidak mengenyangkan. Jika Anda sering makan banyak kerupuk tanpa mengimbanginya dengan aktivitas fisik, asupan kalori harian bisa mudah melewati kebutuhan tubuh, berisiko menyebabkan penambahan berat badan bahkan obesitas.

  1. Asupan Lemak Jenuh Meningkat

Lemak yang hadir dalam kerupuk putih termasuk lemak jenuh yang berasal dari minyak goreng. Konsumsi lemak jenuh berlebihan telah dikaitkan dengan peningkatan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah, yang menjadi faktor risiko penyakit jantung.

  1. Risiko Penyakit Metabolik

Kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi kalori dan rendah nutrisi seperti kerupuk putih juga dikaitkan dengan sindrom metabolik, diabetes tipe 2, hingga penyakit perlemakan hati. Olahraga dan pola makan sehat sangat penting untuk mengimbangi konsumsi jenis camilan ini.

  1. Masalah Pencernaan dan Kesehatan Lainnya

Selain itu, makanan olahan yang digoreng secara terus-menerus bisa menyebabkan gangguan pencernaan. Asupan makanan tinggi lemak dan rendah serat dalam jangka panjang dapat memicu sembelit dan masalah usus lainnya.

 

Tips Bijak Menikmati Kerupuk

Bukan berarti kerupuk putih harus dihapuskan sepenuhnya dari menu makan Anda. Namun, beberapa langkah ini bisa membantu menjaga kesehatan:

  • Batasi jumlah konsumsi, terutama jika Anda sedang menjaga berat badan.
  • Jadikan sebagai pelengkap, bukan camilan utama.
  • Padukan dengan pola hidup aktif dan makanan tinggi serat seperti sayur dan buah.
  • Pertimbangkan alternatif yang lebih sehat, seperti kerupuk panggang atau camilan berbasis gandum dan kacang-kacangan.

 

Kerupuk putih memang nikmat dan sudah menjadi bagian dari kebiasaan makan banyak orang. Namun, tingginya kalori dan rendahnya nutrisi membuatnya kurang ideal jika dimakan berlebihan. Untuk kesehatan jangka panjang, penting membatasi porsinya serta mengutamakan makanan yang memberikan nutrisi lebih lengkap.

 

Jika Anda mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan pengobatan segera, Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan yang Anda butuhkan.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di:

0315921101
085233664118
Atau Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier di Jl. Raya Dharma Husada Indah No.26, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285




Klinik Utama Dharmahusada Premier merupakan klinik Utama yang berlokasi di area Dharmahusada. Dengan seluruh tenaga medis profesional, Klinik Utama Dharmahusada Premier menghadirkan pelayanan komprehensif yang meliputi perawatan promotif, preventif, dan kuratif. Segala tindakan medis ditangani oleh tenaga medis ahli dan berpengalaman, serta menggunakan teknologi yang modern.



Social Media


Facebook

www.facebook.com/dhpclinic


Twitter

@dhpcclinic


Instagram

@dhpclinic



Hubungi Kami


Whatsapp

085233664118


Telepon

(031)5921101


Email

klinik.dharmahusadapremier@gmail.com


Copyright by Markbro 2024. All rights reserved.