Senin - Jumat07:00-21:00Sabtu07:00-13:00Hubungi kami+0315921101

Blog

Pentingnya-Istirahat-yang-Cukup-untuk-Mencegah-Mata-Lelah.png
18/Feb/2026

Di era digital saat ini, penggunaan perangkat elektronik seperti ponsel, tablet, dan komputer menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Sayangnya, kebiasaan ini sering membuat mata bekerja terus-menerus tanpa jeda, sehingga memicu kondisi yang dikenal sebagai mata lelah (eye strain).

Mata lelah bukan hanya sekadar rasa pegal atau tidak nyaman di area mata, tetapi juga dapat memengaruhi produktivitas, kualitas tidur, serta kesehatan visual jangka panjang jika tidak ditangani dengan tepat. Untuk itu, memenuhi kebutuhan istirahat mata menjadi langkah penting agar organ penglihatan tetap sehat dan nyaman.

Gejala Mata Lelah yang Harus Diwaspadai

Mata lelah dapat ditandai oleh beberapa gejala, antara lain:

  • Rasa tegang atau pegal pada mata

  • Pandangan buram atau fokus yang berganti-ganti

  • Mata terasa kering, gatal, atau berair

  • Sakit kepala di sekitar area dahi atau pelipis

  • Sensasi nyeri di leher, bahu, atau punggung akibat posisi tubuh yang kurang ergonomis saat melihat layar

Gejala-gejala ini dapat muncul saat bekerja terlalu lama di depan layar atau melakukan aktivitas yang menuntut penglihatan fokus terus-menerus, seperti membaca atau berkendara jarak jauh.

Mengapa Mata Perlu Istirahat?

Mata bekerja luar biasa keras untuk menangkap cahaya, memproses detail, serta membantu tubuh menavigasi lingkungan setiap hari. Saat mata terus menerus fokus tanpa jeda, otot-otot kecil di dalam dan sekitar bola mata menjadi tegang dan lelah.

Perangkat digital juga menghasilkan cahaya biru yang dapat menyebabkan silau, mempercepat kelelahan mata, dan mengganggu ritme biologis tubuh jika digunakan secara berlebihan, terutama di malam hari.

Istirahat yang cukup memberikan waktu bagi otot-otot mata untuk relaks dan mengurangi ketegangan visual, sehingga membantu mencegah komplikasi jangka panjang seperti gangguan penglihatan sementara ataupun masalah kualitas hidup akibat ketidaknyamanan mata.

Tips Efektif Mengurangi Mata Lelah

Berikut beberapa langkah sederhana yang dapat membantu menjaga kesehatan mata dan mencegah kelelahan visual:

1. Terapkan Aturan 20-20-20

Setiap 20 menit melihat layar, alihkan pandangan ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki (±6 meter) selama 20 detik. Pola ini dapat membantu merilekskan otot mata yang tegang.

2. Pastikan Pencahayaan yang Tepat

Gunakan pencahayaan yang cukup dan hindari refleksi cahaya pada layar. Posisi cahaya yang terlalu terang atau kontras tinggi dapat memicu silau dan mempercepat kelelahan.

3. Sesuaikan Jarak dan Posisi Layar

Posisikan layar agar berada sedikit di bawah ketinggian pandangan mata dan tidak terlalu dekat. Jarak yang ideal dapat membantu mengurangi ketegangan otot mata.

4. Berkedip Lebih Sering

Saat fokus pada layar, frekuensi berkedip cenderung menurun, menyebabkan mata kering. Sadarilah kebiasaan ini dan usahakan berkedip lebih sering untuk menjaga kelembapan mata.

5. Istirahatkan Mata Secara Rutin

Selain aturan 20-20-20, luangkan waktu beberapa menit untuk benar-benar melepaskan fokus dari layar, menutup mata sebentar, atau melakukan aktivitas ringan di luar ruangan.

6. Perhatikan Kualitas Tidur

Tidur yang cukup membantu proses regenerasi tubuh termasuk jaringan mata. Kurang tidur dapat memperparah kelelahan mata dan memengaruhi kesehatan visual secara keseluruhan.

Kapan Perlu Berkonsultasi ke Dokter Mata?

Mata lelah ringan biasanya dapat diatasi dengan perubahan pola aktivitas dan istirahat yang cukup. Namun, jika gejala semakin berat atau tidak kunjung membaik setelah perbaikan kebiasaan, sebaiknya segera memeriksakan mata ke dokter spesialis mata. Terutama jika disertai:

  • Nyeri mata hebat

  • Penglihatan buram yang menetap

  • Sensasi benda asing di dalam mata

  • Perubahan penglihatan atau tidak bisa melihat dengan jelas

Pemeriksaan profesional akan membantu mengidentifikasi masalah visual lain yang mungkin mendasari kelelahan mata, seperti masalah refraksi (rabun jauh, rabun dekat), katarak, atau gangguan lainnya.

Mata lelah adalah kondisi umum yang sering muncul akibat penggunaan visual yang intens, terutama saat beraktivitas di depan layar. Mengatur waktu istirahat mata secara tepat, menerapkan kebiasaan visual sehat, serta menjaga kualitas tidur adalah langkah penting dalam mencegah kelelahan mata. Jika gejala berlanjut atau terasa tidak biasa, konsultasi dengan dokter mata dapat membantu mendapatkan penanganan yang tepat serta menjaga kesehatan penglihatan jangka panjang.

Jika Anda mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan pengobatan segera, Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan yang Anda butuhkan.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di:

0315921101
085233664118
Atau Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier di Jl. Raya Dharma Husada Indah No.26, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285


Penyebab-Gula-Darah-Tinggi-dan-Cara-Mengontrolnya-untuk-Kesehatan-Jangka-Panjang.png
13/Feb/2026

Kadar gula darah yang tinggi sering dikaitkan dengan diabetes, tetapi kondisi ini sebenarnya dapat terjadi pada siapa saja bukan hanya pada pasien diabetes. Banyak faktor sehari-hari yang tampak sepele, seperti pola makan yang kurang tepat, stres, atau kurang tidur, yang tanpa disadari dapat menyebabkan lonjakan gula darah.

Jika tidak dikendalikan, kadar gula darah yang tinggi dapat berdampak buruk pada kesehatan jangka panjang, termasuk meningkatkan risiko penyakit kronis. Karena itu penting untuk memahami apa saja penyebab gula darah naik serta langkah yang dapat dilakukan untuk menstabilkannya.

 

Gejala yang Sering Terjadi Ketika Gula Darah Meningkat

Seringkali gula darah yang meningkat tidak terasa pada awalnya. Namun, beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Sering haus dan buang air kecil: Tubuh mencoba mengeluarkan kelebihan gula melalui urin.
  • Rasa lelah berlebihan: Sel-sel tubuh kesulitan menggunakan gula sebagai energi.
  • Pandangan kabur: Perubahan gula darah memengaruhi cairan di lensa mata.
  • Luka sulit sembuh: Kadar gula tinggi dapat memperlambat proses penyembuhan.
  • Rasa lapar terus-menerus: Tubuh tidak efektif memanfaatkan gula sebagai sumber energi.

 

7 Penyebab Gula Darah Naik yang Perlu Anda Ketahui

Berikut faktor-faktor yang dapat memicu tingginya kadar gula darah dalam tubuh:

  1. Pola Makan Tinggi Gula dan Karbohidrat Olahan

Makanan seperti nasi putih, roti tawar, mie instan, kue, dan minuman manis mengandung gula sederhana yang cepat diserap tubuh, sehingga dapat menyebabkan lonjakan gula darah setelah makan.

  1. Kurang Aktivitas Fisik

Aktivitas fisik membantu otot menggunakan gula darah sebagai energi. Kurangnya gerak menyebabkan gula menumpuk dalam aliran darah dan dapat menurunkan kepekaan tubuh terhadap insulin.

  1. Stres Berkepanjangan

Saat stres, tubuh melepaskan hormon seperti kortisol dan adrenalin yang dapat meningkatkan gula darah. Jika stres menjadi kronis, kadar gula darah bisa tetap tinggi dalam jangka panjang.

  1. Pola Tidur Tidak Teratur

Kurang tidur atau kebiasaan tidur yang tidak teratur dapat mengganggu hormon yang mengatur gula darah, sehingga tubuh menjadi kurang efektif memproses glukosa.

  1. Dehidrasi

Kekurangan cairan membuat gula dalam darah menjadi lebih pekat. Minum air putih secara cukup membantu metabolisme gula darah berjalan lebih baik.

  1. Penggunaan Obat Tertentu

Beberapa jenis obat, seperti steroid, pil kontrasepsi, dan obat tekanan darah tertentu, dapat memengaruhi cara tubuh mengendalikan gula darah.

  1. Kondisi Medis Tertentu

Resistensi insulin atau gangguan hormon seperti sindrom Cushing atau sindrom ovarium polikistik (PCOS) dapat mengganggu penggunaan gula oleh tubuh, sehingga menimbulkan peningkatan kadar gula darah.

 

Cara Mengendalikan Kadar Gula Darah

Mengendalikan gula darah bukan berarti sepenuhnya menghindari makanan manis, tetapi mengatur keseimbangan gaya hidup secara keseluruhan. Berikut langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan:

  1. Atur Pola Makan Seimbang

Batasi konsumsi makanan tinggi gula dan karbohidrat olahan, serta perbanyak asupan serat dari sayur, buah, dan biji-bijian.

  1. Rutin Berolahraga

Aktivitas fisik seperti jalan cepat atau bersepeda selama minimal 30 menit setiap hari dapat membantu menurunkan gula darah dan meningkatkan sensitivitas insulin.

  1. Tidur Cukup dan Kelola Stres

Tidur yang cukup dan strategi pengelolaan stres dapat membantu menjaga keseimbangan hormon yang berdampak pada gula darah.

  1. Periksa Gula Darah Secara Rutin

Monitoring gula darah secara berkala dapat membantu mengetahui kondisi tubuh Anda dan mencegah lonjakan yang tidak disadari.

  1. Konsultasi dengan Dokter

Jika diperlukan, dokter dapat menyesuaikan pengobatan atau memberikan rekomendasi terapi yang sesuai untuk menjaga kadar gula darah tetap aman dan stabil.

 

Kapan Harus Periksakan Diri ke Dokter?

Pemeriksaan gula darah secara berkala sangat penting, terutama jika Anda memiliki faktor risiko seperti obesitas, riwayat keluarga dengan diabetes, atau sering mengalami gejala seperti sering haus dan kelelahan. Deteksi dini membantu pencegahan komplikasi serius seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, gangguan ginjal, dan lain-lain.

Gula darah yang tinggi bisa dipicu oleh berbagai faktor gaya hidup maupun kondisi medis. Dengan mengenali penyebabnya dan menerapkan kebiasaan sehat secara konsisten, Anda dapat mengendalikan gula darah dan menjaga kesehatan secara optimal.

 

Jika Anda mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan pengobatan segera, Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan yang Anda butuhkan.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di:

0315921101
085233664118
Atau Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier di Jl. Raya Dharma Husada Indah No.26, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285


Banyak-Berkeringat-Saat-Olahraga-Apakah-Itu-Tanda-Kalori-Terbakar-Lebih-Banyak.png
12/Feb/2026

Saat berolahraga, banyak orang merasa senang ketika keringat bercucuran. Ada yang berpikir, “Kalau saya berkeringat banyak, berarti kalori yang terbakar juga lebih besar.” Namun pandangan semacam ini ternyata bukan indikator yang akurat untuk menilai pembakaran kalori tubuh saat bergerak.

 

Keringat Itu Bukan Pembakar Kalori

Perlu dipahami bahwa berkeringat merupakan mekanisme alami tubuh untuk mengatur suhu agar tetap stabil saat terjadi peningkatan suhu tubuh. Ketika kamu bergerak aktif, otot bekerja lebih keras, suhu tubuh naik, sehingga tubuh mengeluarkan keringat agar suhu inti tidak terlalu tinggi.

Artinya, jumlah keringat yang keluar tidak menunjukkan berapa banyak kalori atau lemak yang telah terbakar. Kamu bisa berkeringat deras di tempat yang panas tanpa membakar banyak kalori, atau justru sedikit berkeringat di ruangan dingin meskipun olahraga cukup intens.

 

Mengapa Orang Berkeringat Berbeda-beda?

Setiap orang memiliki tingkat produksi keringat yang berbeda-beda. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti:

  • Jenis kelamin dan genetika — pria biasanya berkeringat lebih cepat meskipun wanita punya lebih banyak kelenjar keringat;
  • Tingkat kebugaran tubuh — orang yang sudah terbiasa berolahraga cenderung berkeringat lebih efisien;
  • Berat badan dan komposisi tubuh — tubuh dengan massa lebih besar bisa memproduksi lebih banyak keringat karena lebih cepat memanas;
  • Kondisi lingkungan — suhu panas, kelembapan tinggi, atau pakaian yang tebal dapat membuat kamu berkeringat lebih banyak meski intensitas aktivitasnya sama.

 

Apa Hubungan Keringat dengan Pembakaran Kalori?

Secara sederhana, berkeringat bukan penyebab utama pembakaran kalori. Pembakaran kalori lebih banyak terjadi karena gerakan otot yang memerlukan energi, seperti saat kamu berjalan cepat, berlari, bersepeda, atau latihan intens lainnya. Tubuh akan membakar energi sesuai dengan intensitas dan durasi aktivitas, bukan jumlah keringat yang keluar.

Walaupun berkeringat sering terjadi saat kamu melakukan aktivitas yang membakar kalori banyak, bukan berarti semakin banyak keringat sama dengan semakin banyak kalori yang dibakar. Jadi anggapan “keringat banyak = olahraga efektif” perlu diluruskan.

 

Apa Manfaat dan Risiko Berkeringat?

Manfaat berkeringat antara lain:

  • membantu pendinginan tubuh, sehingga kamu tetap nyaman saat berolahraga;
  • bisa menjadi salah satu tanda kamu sudah bergerak aktif jika disertai peningkatan detak jantung dan nafas.

Namun, berkeringat juga bisa menimbulkan risiko tertentu, terutama jika tidak diimbangi asupan cairan yang cukup. Keringat yang berlebihan tanpa penggantian cairan dapat menyebabkan dehidrasi, yang ditandai oleh lemas, pusing, atau mulut kering.

 

Berkeringat memang sering terjadi saat tubuh bekerja keras, tetapi jumlah keringat bukan ukuran pasti berapa banyak kalori yang terbakar. Pembakaran kalori lebih ditentukan oleh intensitas dan durasi latihan. Jadi, pandanglah keringat sebagai bagian dari proses thermoregulation tubuh bukan sebagai tolok ukur utama efektivitas olahraga

 

Jika Anda mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan pengobatan segera, Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan yang Anda butuhkan.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di:

0315921101
085233664118
Atau Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier di Jl. Raya Dharma Husada Indah No.26, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285


Kalori-Kerupuk-Putih-dan-Risiko-Kesehatannya-Jika-Terlalu-Banyak-Dimakan.png
11/Feb/2026

Kerupuk putih dikenal sebagai pelengkap makanan yang hampir wajib ada di atas piring masyarakat Indonesia. Renyah, gurih, dan sering dinikmati bersama nasi atau makanan lain, kerupuk sering kali dianggap makanan ringan yang tidak perlu dipusingkan kandungan nutrisinya. Namun, tahukah Anda bahwa kerupuk putih mengandung kalori cukup tinggi dan minim gizi?

 

Seberapa Banyak Kalori dalam Satu Keping Kerupuk Putih?

Kerupuk putih dibuat dari bahan dasar tepung terigu, tapioka, air, bumbu-bumbu seperti bawang putih, gula, garam, dan penyedap rasa yang kemudian digoreng hingga renyah. Proses ini membuat makanan tersebut menyerap banyak minyak.

Menurut data nutrisi, setiap keping kerupuk putih memiliki sekitar 65 kilokalori (kkal). Dari jumlah tersebut, sebagian besar berasal dari karbohidrat (sekitar 60 persen) dan lemak (sekitar 30 persen), sedangkan protein hanya sekitar 5 persen.

Jika Anda mengonsumsi tiga keping kerupuk putih saja, total kalorinya bisa mencapai hampir 195 kkal, jumlah yang hampir setara dengan sepiring nasi putih biasa.

 

Kerupuk Putih Minim Nutrisi Penting

Di balik rasa gurihnya, kerupuk putih tergolong minim nutrisi esensial. Selain rendah protein dan hampir tidak memiliki serat, kerupuk putih juga tidak menyumbang vitamin atau mineral signifikan yang dibutuhkan tubuh. Hal ini membuatnya kurang ideal sebagai sumber energi berkualitas jika dibandingkan dengan makanan utuh seperti buah, sayur, atau biji-bijian.

Bahaya Jika Dikonsumsi Berlebihan

Mengonsumsi kerupuk putih sering kali terasa ringan, tetapi kebiasaan ini dapat membawa risiko kesehatan jika dilakukan secara berlebihan. Beberapa dampaknya antara lain:

  1. Kenaikan Berat Badan

Kerupuk putih tinggi kalori tetapi tidak mengenyangkan. Jika Anda sering makan banyak kerupuk tanpa mengimbanginya dengan aktivitas fisik, asupan kalori harian bisa mudah melewati kebutuhan tubuh, berisiko menyebabkan penambahan berat badan bahkan obesitas.

  1. Asupan Lemak Jenuh Meningkat

Lemak yang hadir dalam kerupuk putih termasuk lemak jenuh yang berasal dari minyak goreng. Konsumsi lemak jenuh berlebihan telah dikaitkan dengan peningkatan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah, yang menjadi faktor risiko penyakit jantung.

  1. Risiko Penyakit Metabolik

Kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi kalori dan rendah nutrisi seperti kerupuk putih juga dikaitkan dengan sindrom metabolik, diabetes tipe 2, hingga penyakit perlemakan hati. Olahraga dan pola makan sehat sangat penting untuk mengimbangi konsumsi jenis camilan ini.

  1. Masalah Pencernaan dan Kesehatan Lainnya

Selain itu, makanan olahan yang digoreng secara terus-menerus bisa menyebabkan gangguan pencernaan. Asupan makanan tinggi lemak dan rendah serat dalam jangka panjang dapat memicu sembelit dan masalah usus lainnya.

 

Tips Bijak Menikmati Kerupuk

Bukan berarti kerupuk putih harus dihapuskan sepenuhnya dari menu makan Anda. Namun, beberapa langkah ini bisa membantu menjaga kesehatan:

  • Batasi jumlah konsumsi, terutama jika Anda sedang menjaga berat badan.
  • Jadikan sebagai pelengkap, bukan camilan utama.
  • Padukan dengan pola hidup aktif dan makanan tinggi serat seperti sayur dan buah.
  • Pertimbangkan alternatif yang lebih sehat, seperti kerupuk panggang atau camilan berbasis gandum dan kacang-kacangan.

 

Kerupuk putih memang nikmat dan sudah menjadi bagian dari kebiasaan makan banyak orang. Namun, tingginya kalori dan rendahnya nutrisi membuatnya kurang ideal jika dimakan berlebihan. Untuk kesehatan jangka panjang, penting membatasi porsinya serta mengutamakan makanan yang memberikan nutrisi lebih lengkap.

 

Jika Anda mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan pengobatan segera, Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan yang Anda butuhkan.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di:

0315921101
085233664118
Atau Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier di Jl. Raya Dharma Husada Indah No.26, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285


Hindari-Kombinasi-Makanan-Ini-Agar-Pencernaan-dan-Nutrisi-Tidak-Terganggu.png
10/Feb/2026

Makanan memiliki manfaat kesehatan masing-masing. Namun ternyata kombinasi beberapa makanan yang dikonsumsi bersamaan justru dapat mengganggu proses pencernaan, menghambat penyerapan nutrisi, atau bahkan menimbulkan ketidaknyamanan pencernaan. Mengetahui kombinasi yang sebaiknya dihindari dapat membantu tubuh bekerja lebih efisien dan Anda tetap sehat.

 

  1. Teh dengan Susu

Teh adalah minuman yang kaya antioksidan dan kerap dikonsumsi untuk mendukung kesehatan. Namun, jika diminum bersamaan dengan susu dalam satu waktu makan, protein dalam susu dapat mengikat antioksidan teh sehingga manfaat antioksidannya berkurang. Selain itu, zat tannin di dalam teh dapat mengikat zat besi dan protein, sehingga penyerapan nutrisi dari makanan menjadi kurang optimal.

Tips: Jika Anda ingin menikmati teh dan susu, pertimbangkan untuk meminumnya di waktu berbeda, misalnya teh di sela waktu makan dan susu di pagi atau malam hari.

 

  1. Pisang dan Susu

Pisang dan susu masing-masing mengandung nutrisi baik, tetapi ketika dikonsumsi bersama, keduanya menuju proses pencernaan yang berbeda dan memerlukan waktu yang tidak sama. Kombinasi ini dapat membuat sistem pencernaan bekerja terlalu keras dan menimbulkan rasa tidak nyaman seperti kembung atau gas.

 

  1. Kacang-Kacangan dan Keju

Kacang-kacangan memiliki gula tertentu yang sulit dicerna jika dikombinasikan dengan keju. Jika dikonsumsi bersamaan, tubuh kekurangan enzim yang efektif memetabolisme keduanya sekaligus, sehingga dapat memicu produk gas berlebih dan kembung.

 

  1. Daging dan Cuka

Daging biasanya bersifat “panas” dalam beberapa literatur tradisional dan memerlukan pencernaan intensif, sementara cuka bersifat “hangat”. Jika dikonsumsi bersamaan, beberapa sumber menyebutnya dapat memicu perubahan energi dan sirkulasi tubuh yang lebih cepat, meskipun bukti klinis modern masih perlu pendalaman.

 

  1. Sereal dan Jus Jeruk

Kombinasi sereal dengan jus jeruk juga perlu diwaspadai, karena asam dalam jus dapat memengaruhi enzim yang bertugas mencerna karbohidrat dalam sereal. Ini bisa memperlambat proses pencernaan dan menimbulkan sensasi berat di perut.

 

  1. Nanas dan Susu

Nanas mengandung bromelain, enzim yang bermanfaat untuk pencernaan protein, tetapi ketika dikonsumsi dengan susu, kombinasi ini dapat menyebabkan gangguan seperti mual, sakit perut, atau diare pada beberapa orang yang sensitif.

 

  1. Makan Buah Setelah Makan Berat

Banyak orang memiliki kebiasaan makan buah setelah makanan berat. Padahal, buah yang cepat dicerna bisa tertahan oleh makanan lain yang lebih lambat dicerna (seperti protein dan lemak). Ini bisa membuat buah terjebak dalam lambung lebih lama, berpotensi menimbulkan gas atau kembung.

 

  1. Alkohol dan Minuman Berenergi Risiko Tekanan dan Jantung

Mencampur alkohol dengan minuman berenergi sangat tidak dianjurkan. Minuman berenergi sering tinggi gula dan stimulan, yang apabila dipadukan dengan alkohol dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, jantung berdebar kencang, dan dehidrasi.

 

Pesan dari Tenaga Medis

Tidak semua makanan “berbahaya” jika dikonsumsi sendiri, tetapi kombinasi tertentu bisa memengaruhi pencernaan dan penyerapan nutrisi tubuh. Jika Anda memiliki kondisi medis tertentu seperti masalah lambung, irritable bowel syndrome (IBS), anemia, atau intoleransi makanan, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi untuk saran yang lebih spesifik sesuai kebutuhan tubuh Anda.

 

Menjaga pola makan tidak hanya soal apa yang Anda makan, tetapi juga bagaimana kombinasi makanan tersebut berinteraksi dalam tubuh. Menghindari kombinasi yang tidak cocok seperti teh dengan susu atau buah langsung setelah makan berat dapat membantu pencernaan bekerja lebih optimal dan memastikan tubuh menyerap nutrisi dengan baik.

 

Jika Anda mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan pengobatan segera, Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan yang Anda butuhkan.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di:

0315921101
085233664118
Atau Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier di Jl. Raya Dharma Husada Indah No.26, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285


Apakah-Radiasi-Ponsel-Dapat-Menyebabkan-Kanker-Otak.png
07/Feb/2026

Penggunaan ponsel telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Seiring meningkatnya durasi dan intensitas pemakaian, muncul kekhawatiran di masyarakat mengenai paparan radiasi ponsel dan risikonya terhadap kesehatan, khususnya potensi terjadinya kanker otak. Untuk menjawab hal tersebut, diperlukan pemahaman yang tepat berdasarkan bukti ilmiah dan pandangan medis terkini.

 

Jenis Radiasi yang Dipancarkan Ponsel

Ponsel memancarkan gelombang radio (radiofrequency/RF) yang termasuk dalam kelompok radiasi non-ionisasi. Radiasi jenis ini memiliki energi rendah dan tidak cukup kuat untuk merusak DNA atau struktur sel tubuh.

Hal ini berbeda dengan radiasi ionisasi, seperti sinar-X atau radiasi radioaktif, yang telah terbukti secara ilmiah dapat meningkatkan risiko kanker karena kemampuannya merusak materi genetik sel.

 

Hasil Penelitian Ilmiah Terkait Radiasi Ponsel

Berbagai penelitian epidemiologi berskala besar telah dilakukan untuk menilai hubungan antara penggunaan ponsel dan risiko kanker otak. Hingga saat ini, belum ditemukan bukti ilmiah yang kuat dan konsisten yang menunjukkan bahwa radiasi ponsel menyebabkan kanker otak.

Studi jangka panjang yang melibatkan ribuan hingga ratusan ribu partisipan di berbagai negara tidak menunjukkan peningkatan signifikan risiko tumor otak pada pengguna ponsel, termasuk pada mereka yang telah menggunakan ponsel selama lebih dari 10 tahun.

Berdasarkan temuan tersebut, organisasi kesehatan internasional terus menyimpulkan bahwa penggunaan ponsel dalam batas wajar belum terbukti meningkatkan risiko kanker otak.

 

Pandangan Medis dan Organisasi Kesehatan

Lembaga kesehatan dunia dan institusi medis menyatakan bahwa paparan radiasi ponsel saat ini masih berada di bawah ambang batas keamanan yang ditetapkan secara internasional. Meski demikian, pemantauan dan penelitian tetap dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan keamanan jangka panjang seiring perkembangan teknologi komunikasi.

Dengan kata lain, hingga saat ini tidak ada bukti konklusif yang menyatakan radiasi ponsel sebagai penyebab langsung kanker otak pada manusia.

 

Langkah Bijak dalam Penggunaan Ponsel

Walaupun risiko kanker otak akibat radiasi ponsel belum terbukti, penggunaan ponsel secara bijak tetap dianjurkan sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain:

  • Menggunakan earphone atau fitur pengeras suara saat menelepon
  • Menghindari penggunaan ponsel dalam durasi lama dengan posisi menempel langsung di kepala
  • Tidak meletakkan ponsel terlalu dekat dengan kepala saat tidur

Langkah-langkah ini bersifat preventif dan bertujuan untuk meminimalkan paparan radiasi secara umum.

 

Berdasarkan bukti ilmiah dan penilaian medis saat ini, radiasi ponsel tidak terbukti menyebabkan kanker otak. Radiasi yang dihasilkan ponsel termasuk radiasi non-ionisasi yang berbeda secara biologis dari radiasi penyebab kanker.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, menggunakan ponsel secara bijak, dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terbukti kebenarannya. Jika memiliki keluhan kesehatan atau kekhawatiran lebih lanjut, konsultasikan dengan tenaga medis profesional untuk mendapatkan penjelasan yang akurat dan terpercaya.

Jika Anda mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan pengobatan segera, Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan yang Anda butuhkan.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di:

0315921101
085233664118
Atau Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier di Jl. Raya Dharma Husada Indah No.26, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285


Menjaga-Kesehatan-Gigi-Anak-Sejak-Dini-Investasi-untuk-Senyum-Sehat-Sepanjang-Hidup.png
05/Feb/2026

Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian penting dari kesehatan keseluruhan anak. Mengajarkan kebiasaan perawatan gigi sejak dini tidak hanya membantu mencegah masalah gigi di masa kini, tetapi juga membentuk pola kesehatan yang akan bertahan hingga dewasa.

 

Mengapa Kesehatan Gigi Anak Harus Dijaga Sejak Dini?

Gigi pertama anak biasanya mulai tumbuh pada usia sekitar 6–8 bulan, dan proses tumbuh gigi susu berlangsung hingga usia sekitar 3 tahun. Gigi susu ini memiliki peran penting: tidak hanya untuk mengunyah makanan, tetapi juga sebagai “penuntun” yang menjaga ruang bagi gigi permanen yang akan tumbuh nanti.

Sayangnya, banyak orang tua yang masih menganggap bahwa gigi susu tidak perlu dirawat karena akan tanggal juga. Padahal, gigi susu yang rusak dapat berdampak pada pertumbuhan gigi permanen, perkembangan bicara, fungsi pengunyahan, dan bahkan rasa percaya diri anak.

 

Dampak Buruk Jika Gigi Anak Tidak Dirawat

Masalah gigi pada anak dapat beragam, termasuk:

  • Karies gigi (gigi berlubang): sangat umum terjadi dan bisa menyebabkan rasa nyeri serta infeksi.
  • Gigi tumbuh tidak rapi: akibat kebiasaan buruk seperti mengisap jempol.
  • Gingivitis (radang gusi): gusi merah, bengkak, bahkan berdarah saat menyikat gigi.
  • Perubahan warna atau noda gigi: akibat pola makan kurang sehat.

Tanpa penanganan yang tepat, kondisi ini tidak hanya menyebabkan ketidaknyamanan sehari-hari, tetapi juga berpotensi mengganggu nutrisi, bicara, dan tumbuh kembang anak.

 

Manfaat Perawatan Gigi Dini

Dengan menjaga kesehatan gigi sejak dini, anak akan mendapatkan banyak keuntungan, antara lain:

  • Gigi dan mulut lebih sehat, mengurangi rasa sakit atau infeksi.
  • Kemampuan mengunyah lebih optimal untuk asupan nutrisi.
  • Perkembangan bicara yang lebih baik karena struktur mulut yang terjaga.
  • Kepercayaan diri meningkat karena gigi yang bersih dan rapi.

Anak yang tumbuh dengan kebiasaan oral hygiene yang baik cenderung memiliki risiko lebih rendah terhadap batu gigi, penyakit periodontal, dan bahkan masalah kesehatan sistemik di masa dewasa.

 

Menjaga kesehatan gigi anak sejak dini bukan hanya soal mempertahankan senyum yang indah, tetapi juga bagian penting dari kesehatan umum, pertumbuhan optimal, dan kualitas hidup anak. Orang tua, pengasuh, dan tenaga kesehatan perlu bekerja sama untuk membentuk kebiasaan perawatan gigi yang benar sejak bayi tumbuh gigi pertama kali. Melalui edukasi, kebiasaan baik, dan pemeriksaan gigi rutin, anak dapat tumbuh dengan gigi yang kuat, gusi yang sehat, dan senyum yang penuh percaya diri.

 

Jika Anda mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan pengobatan segera, Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan yang Anda butuhkan.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di:

0315921101
085233664118
Atau Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier di Jl. Raya Dharma Husada Indah No.26, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285


Apakah-Minum-Air-Bisa-Menurunkan-Gula-Darah-Begini-Penjelasan-Medisnya.png
04/Feb/2026

Banyak orang bertanya: “Apakah minum air putih bisa menurunkan kadar gula darah?” Jawabannya tidak sesederhana “air saja bisa menyembuhkan,” tetapi cairan yang cukup sangat berperan penting dalam menjaga kadar gula darah tetap stabil terutama bagi orang dengan diabetes atau yang berisiko mengalami hiperglikemia.

Air putih bukan obat untuk diabetes atau pengganti obat gula darah. Namun, kekurangan cairan (dehidrasi) justru dapat membuat gula darah naik lebih tinggi.

 

Bagaimana Dehidrasi Mempengaruhi Gula Darah

Ketika tubuh kekurangan air, konsentrasi gula dalam darah bisa meningkat. Secara sederhana, ini terjadi karena:

  • Darah menjadi “lebih pekat”, sehingga jumlah gula per volume darah terlihat lebih tinggi.
  • Ginjal kesulitan dalam mengeluarkan kelebihan glukosa melalui urine karena tubuh mencoba menyimpan air.
  • Hormon seperti vasopresin meningkat, dan ini bisa memengaruhi bagaimana gula darah diatur oleh tubuh.

Hal ini berarti kalau kamu tidak minum cukup air, kadar gula darah cenderung lebih tinggi, bukan karena air itu sendiri menurunkan gula, tetapi air membantu “membilas” kelebihan gula dan mencegah konsentrasinya naik.

 

Apakah Minum Air Langsung Menurunkan Gula Darah?

Minum air memang tidak langsung menurunkan gula darah secara instan seperti insulin atau obat diabetes, tapi ada beberapa cara air membantu:

  • Membantu Ginjal Mengeluarkan Glukosa

Air yang cukup memudahkan ginjal untuk mengeluarkan kelebihan gula melalui urine, sehingga membantu menurunkan kadar gula dalam darah secara bertahap.

  • Mencegah Lonjakan Akibat Dehidrasi

Saat tubuh terhidrasi, gula tidak terkonsentrasi di dalam darah, sehingga angka gula yang diukur pun lebih akurat dan cenderung lebih stabil.

  • Mendukung Fungsi Metabolik

Cairan yang cukup membantu sistem tubuh bekerja lebih baik, termasuk fungsi hormon dan regulasi insulin yang penting dalam mengontrol gula darah.

 

Berapa Banyak Air yang Dibutuhkan?

Umumnya, pasien diabetes dan orang sehat disarankan untuk minum cukup air sesuai kebutuhan harian tubuh, misalnya sekitar 8–10 gelas per hari (sekitar 2–2,5 liter). Namun jumlah ini bisa berbeda tergantung aktivitas, cuaca, dan kondisi kesehatan individu.

Minum air secara teratur sepanjang hari lebih efektif daripada minum sekaligus dalam jumlah besar, karena tubuh lebih mudah menyerap dan memanfaatkan air saat tetap terhidrasi secara konsisten.

 

Tips Agar Hidrasi Maksimal dan Gula Darah Terkontrol

Berikut sejumlah tips sederhana untuk mendukung kontrol gula darah melalui hidrasi yang baik:

  • Pilih air putih sebagai minuman utama dan hindari minuman manis atau berkalori tinggi.
  • Bawa botol air setiap hari sebagai pengingat minum.
  • Minum sebelum merasa sangat haus, karena haus itu tanda awal dehidrasi.
  • Perhatikan tanda dehidrasi seperti urin gelap, mulut kering, dan mudah lelah.

 

Minum Air = Cara Aman untuk Mendukung Kesehatan Gula Darah

Kesimpulannya, minum air putih tidak langsung menurunkan gula darah seperti obat diabetes, tetapi:

  • Dehidrasi dapat membuat gula darah meningkat.
  • Hidrasi yang baik dapat membantu ginjal mengeluarkan kelebihan glukosa.
  • Air membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh dan mendukung regulasi gula darah.

Air putih adalah salah satu langkah sederhana, murah, dan aman yang bisa dilakukan setiap hari untuk mendukung kesehatan metabolik, termasuk membantu tubuh mengendalikan kadar gula darah terutama pada orang dengan diabetes atau risiko diabetes.

 

Jika Anda mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan pengobatan segera, Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan yang Anda butuhkan.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di:

0315921101
085233664118
Atau Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier di Jl. Raya Dharma Husada Indah No.26, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285


Salah-Kaprah-soal-Makanan-Ini-Daftar-yang-Sering-Disalahartikan.png
31/Jan/2026

Sering kali kita mendengar daftar makanan yang “harus dihindari” demi kesehatan. Namun tidak semua makanan yang dulu kita anggap kurang sehat benar-benar buruk untuk tubuh. Ada beberapa jenis makanan yang justru memiliki manfaat yang baik apabila dikonsumsi dengan cara yang tepat dan dalam porsi seimbang. Mengetahui fakta ini membantu kita makan secara lebih bijak tanpa takut salah paham pada makanan tertentu.

 

  1. Telur: Bukan Musuh Kolesterol

Telur sering dipandang memiliki kolesterol tinggi yang berpotensi buruk bagi kesehatan jantung. Kenyataannya, konsumsi telur dalam jumlah moderat justru tidak selalu menaikkan kolesterol darah pada kebanyakan orang. Nutrisi dalam telur seperti protein berkualitas, vitamin D, dan lemak sehat tetap penting untuk tubuh.

Tips sehat: Untuk sebagian besar orang sehat, 1–2 butir telur per hari masih bisa masuk dalam pola makan seimbang.

 

  1. Cokelat Hitam: Manisnya dengan Manfaat

Cokelat sering dicap sebagai makanan manis yang “buruk” untuk kesehatan. Namun cokelat hitam yang mengandung tinggi kakao (≥70%) justru kaya antioksidan kuat seperti flavonoid, yang bisa mendukung kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Catatan: Pilih cokelat hitam berkualitas tinggi dan nikmati dalam jumlah kecil untuk manfaat maksimal tanpa gula berlebih.

 

  1. Alpukat: Lemak Sehat yang Ramah Jantung

Karena kandungan lemaknya tinggi, alpukat sering disalahartikan sebagai buah yang membuat gemuk. Padahal, lemak dalam alpukat mayoritas adalah lemak tak jenuh yang baik bagi kesehatan jantung dan membantu penyerapan vitamin.

Manfaat lain: Kandungan seratnya membantu menjaga rasa kenyang lebih lama.

 

  1. Ubi dan Kentang: Karbohidrat Sehat

Banyak orang menghindari umbi-umbian seperti ubi atau kentang karena dianggap menyebabkan berat badan naik. Sebenarnya, ubi dan kentang merupakan sumber karbohidrat kompleks dengan serat, vitamin, dan mineral yang baik untuk energi tubuh.

Kunci sehat: Olah dengan cara direbus atau dipanggang, bukan digoreng.

 

  1. Kacang-Kacangan: Lemak Baik yang Ternyata “Sehat”

Kacang seperti almond, kenari, dan kacang mete sering dihindari karena kandungan kalorinya tinggi. Namun kacang mengandung lemak tak jenuh, protein, serta antioksidan yang bermanfaat untuk jantung dan otak.

Catatan: Perhatikan porsinya kacang tetap padat kalori, jadi bijaklah dalam takarannya.

 

  1. Keju: Sumber Kalsium yang Perlu Dipahami

Keju sering dipandang sebagai makanan berlemak dan berkolesterol tinggi. Tetapi keju juga menyediakan protein berkualitas, kalsium, serta vitamin B kompleks yang membantu kesehatan tulang dan fungsi saraf.

Tips: Pilih keju dengan kandungan lemak moderat dan konsumsi dengan porsi kecil sebagai bagian dari makanan seimbang.

 

Tips Bijak Menyikapi Makanan “Sehat vs Tidak Sehat”

  • Kenali kualitas makanan, bukan hanya namanya atau reputasinya.
  • Konsumsi dalam porsi seimbang dan perhatikan keseluruhan pola makan harian.
  • Variasikan sumber makanan supaya tubuh mendapatkan berbagai nutrisi.
  • Gabungkan dengan gaya hidup sehat, seperti olahraga teratur dan manajemen stres.

 

Tidak semua makanan yang sering dianggap “mengganggu kesehatan” benar-benar buruk bagi tubuh. Beberapa justru punya manfaat nyata bila dikonsumsi dengan cara yang tepat dan dalam porsi yang seimbang. Mengetahui fakta ini membantu kita membuat pilihan makan yang lebih cerdas dan mendukung kesehatan jangka panjang.

 

Jika Anda mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan pengobatan segera, Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan yang Anda butuhkan.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di:

0315921101
085233664118
Atau Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier di Jl. Raya Dharma Husada Indah No.26, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285


Gula-Pengganti-Tapi-Aman-Kah-Ini-Penjelasan-tentang-Pemanis-Buatan.png
30/Jan/2026

Pemanis buatan sering digunakan sebagai alternatif gula dalam makanan dan minuman, terutama oleh mereka yang ingin mengurangi kalori atau menjaga kadar gula darah. Meskipun pemanis buatan memberikan rasa manis tanpa banyak kalori, tidak semua jenis aman dikonsumsi dalam jangka panjang. Penting untuk memahami jenis-jenis pemanis buatan serta potensi bahayanya bagi kesehatan.

 

Apa Itu Pemanis Buatan?

Pemanis buatan adalah zat yang memberikan rasa manis tetapi memiliki sedikit atau bahkan tanpa kalori. Pemanis ini sering dijumpai dalam minuman ringan tanpa gula, produk diet, yogurt rendah kalori, makanan ringan bebas gula, hingga permen karet.

 

Jenis-Jenis Pemanis Buatan

Berikut adalah beberapa pemanis buatan yang umum digunakan:

  1. Aspartam

Aspartam adalah pemanis buatan yang sering dipakai pada minuman ringan diet dan makanan rendah kalori. Pemanis ini sekitar 200 kali lebih manis dari gula pasir, sehingga hanya sedikit yang dibutuhkan untuk memberikan rasa manis.

Catatan penting:
Aspartam tidak dianjurkan bagi penderita fenilketonuria kondisi genetik yang membuat tubuh tidak dapat memetabolisme fenilalanin, salah satu komponen aspartam.

 

  1. Sakarin

Sakarin merupakan pemanis buatan pertama yang dipakai secara luas, bahkan sebelum aspartam. Tas pemanis ini memberikan rasa manis tanpa kalori dan sering dipakai pada produk diet.

Kekurangan:
Beberapa penelitian awal sempat mengaitkan sakarin dengan risiko kanker kandung kemih pada hewan laboratorium. Meskipun bukti pada manusia tidak cukup kuat, rekomendasi penggunaannya perlu tetap bijak dan sesuai anjuran.

 

  1. Sukralosa

Sukralosa diproduksi melalui modifikasi molekul gula sehingga tidak diserap oleh tubuh. Pemanis ini hampir 600 kali lebih manis daripada gula dan tahan terhadap panas, sehingga cocok untuk memanggang atau memasak.

Pertimbangan:
Meski umumnya dianggap aman, penggunaan jangka panjang tetap perlu diawasi karena beberapa studi menyebutkan potensi perubahan mikrobiota usus.

 

  1. Acesulfam K

Acesulfam K sering dikombinasikan dengan pemanis lain untuk memberikan rasa manis lebih alami. Pemanis ini juga memiliki rasa manis yang lebih kuat daripada gula pasir.

Pertimbangan:
Beberapa penelitian awal menunjukkan kemungkinan risiko gangguan metabolik, walau bukti pada manusia belum cukup kuat. Penggunaan yang moderat tetap menjadi kunci.

 

Apakah Pemanis Buatan Aman?

Badan pengawas makanan di banyak negara, termasuk BPOM di Indonesia, menetapkan batas aman konsumsi harian untuk pemanis buatan tertentu. Konsumsi dalam jumlah yang sesuai rekomendasi umumnya masih dianggap aman.

Namun, perlu diingat bahwa rasa manis yang terlalu sering dari pemanis buatan dapat tetap memengaruhi preferensi rasa dan perilaku makan, sehingga penting untuk tetap memperhatikan pola makan secara keseluruhan.

 

Potensi Efek Samping Pemanis Buatan

Beberapa orang melaporkan keluhan berikut setelah mengonsumsi pemanis buatan, meskipun tidak dialami semua orang:

  • Perut kembung atau gangguan pencernaan
  • Perubahan suasana hati
  • Peningkatan selera makan terhadap makanan manis

Efek ini bisa berbeda-beda pada setiap individu.

 

Tips Sehat Dalam Menggunakan Pemanis

Gunakan secukupnya: Batasi frekuensi dan jumlah pemanis buatan dalam makanan atau minuman.
Perhatikan label nutrisi: Cermati jenis pemanis yang tertera dan pilih yang sesuai kebutuhan.
Utamakan gula alami dalam buah: Buah-buahan menyediakan rasa manis sekaligus serat dan vitamin.
Kombinasikan dengan pola makan seimbang: Gizi seimbang tetap menjadi kunci hidup sehat.

 

Pemanis buatan tersedia dalam berbagai jenis dan masing-masing memiliki karakteristik rasa manis yang lebih kuat dibanding gula. Meskipun umumnya aman bila digunakan sesuai aturan, konsumsi berlebihan atau tanpa kontrol tetap dapat memberikan efek yang kurang diinginkan. Bijaklah dalam memilih dan menggunakan pemanis agar gaya hidup tetap sehat dan seimbang.

 

Jika Anda mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan pengobatan segera, Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan yang Anda butuhkan.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di:

0315921101
085233664118
Atau Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier di Jl. Raya Dharma Husada Indah No.26, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285




Klinik Utama Dharmahusada Premier merupakan klinik Utama yang berlokasi di area Dharmahusada. Dengan seluruh tenaga medis profesional, Klinik Utama Dharmahusada Premier menghadirkan pelayanan komprehensif yang meliputi perawatan promotif, preventif, dan kuratif. Segala tindakan medis ditangani oleh tenaga medis ahli dan berpengalaman, serta menggunakan teknologi yang modern.



Social Media


Facebook

www.facebook.com/dhpclinic


Twitter

@dhpcclinic


Instagram

@dhpclinic



Hubungi Kami


Whatsapp

085233664118


Telepon

(031)5921101


Email

klinik.dharmahusadapremier@gmail.com


Copyright by Markbro 2024. All rights reserved.