Persiapan Sebelum Hamil, Langkah Awal untuk Kehamilan Sehat!
Sedang merencanakan kehamilan bersama pasangan? Sebelum memasuki masa kehamilan, ada baiknya Bunda mulai mempersiapkan kondisi kesehatan sejak dini, ya! Persiapan ini bukan hanya tentang…
Sama seperti orang dewasa, anak-anak bisa saja berkata kasar, mengumpat, melontarkan kata kotor, ataupun makian. Umumnya, anak berusia di bawah 5 tahun yang berkata kasar belum paham apa makna di balik umpatan yang ia ucapkan. Ia bisa berucap seperti itu karena meniru orang yang pernah berkata kasar di sekitarnya atau bisa juga karena menurutnya kata-kata tersebut terdengar lucu.
Namun, anak-anak berusia di atas 5 tahun atau usia sekolah yang mengumpat biasanya sudah mengerti arti dari kata-kata yang ia ucapkan. Bila tidak mengerti pun, setidaknya mereka mengerti bahwa kata-kata tersebut tidak pantas dilontarkan.Meski begitu, ia tetap bisa menggunakan kata tersebut sebagai ekspresi kekesalannya akan sesuatu atau untuk mendapatkan perhatian dari orang di sekitarnya.
Perilaku anak berkata kasar tidak bisa diabaikan. Meski begitu, jangan terburu-buru untuk berteriak dan memarahinya, ya. Respons yang orang tua berikan berperan sangat penting dalam mengatasi perilaku ini.
Berikut ini adalah beberapa tips dalam menangani anak yang suka berkata kasar:
Sangat penting untuk tetap tenang. Reaksi berlebihan dan tertawa dapat memperparah kebiasaan ini terutama jika penyebab bersumpah adalah untuk menarik perhatian. Jelaskan kepada anak bahwa berkata kasar itu tidak pantas dan tidak dapat diterima.
Karena anak mudah sekali meniru orang, orang tua harus menjadi contoh yang baik untuknya. Hindari berkata kasar, mencaci, atau menyumpah dengan nada marah di depan mereka. Bila tidak sengaja dilakukan, cepatlah mengoreksinya dan minta maaf pada anak. Selanjutnya, berjanjilah untuk tidak melakukannya lagi.
Saat anak berkata kasar cobalah ajak ia untuk memikirkan perasaan orang lain. Misalnya dengan bertanya “Kira-kira apa yang kamu rasakan jika seseorang berkata kasar padamu? Tentu kamu merasa sakit hati, kan? Begitulah yang dirasakan orang lain karena perkataanmu itu.”
Selain dari lingkungan, kata-kata kasar dan kotor yang anak ucapkan juga bisa berasal dari gadget, lho. Tidak sedikit acara TV atau video di media sosial yang kontennya tidak mendidik dan mengandung kata-kata kasar.Selain itu, terlalu sering menggunakan gadget juga bisa mengganggu perkembangan dan kesehatan fisik anak.
Konsekuensi dapat dilakukan dengan memberikan hukuman saat anak berbicara kasar. Beberapa jenis konsekuensi yang dapat diberikan, seperti mengurungnya di kamar atau melarangnya bermain gadget. Ingat, ibu tidak boleh terpancing emosi saat memberikan konsekuensi, agar tidak mengarah pada kekerasan.
Pujilah usahanya ketika ia berhasil menjauhi kata kasar dan bisa berbicara dengan santun, agar ia merasa dihargai dan diperhatikan. Misalnya, jika ia bercerita bahwa temannya berkata kasar, tapi ia menahan diri dan tidak mengikutinya, katakan bahwa ia hebat dan anda bangga padanya.
Sedang merencanakan kehamilan bersama pasangan? Sebelum memasuki masa kehamilan, ada baiknya Bunda mulai mempersiapkan kondisi kesehatan sejak dini, ya! Persiapan ini bukan hanya tentang…
Sedang menjalani masa kehamilan? Selain menjaga asupan nutrisi dan rutin memeriksakan kondisi kehamilan, ada satu pemeriksaan yang tidak kalah penting, yaitu triple eliminasi. Pemeriksaan…
Tahukah Bunda? Beberapa penyakit infeksi dapat ditularkan dari ibu kepada bayi selama masa kehamilan hingga persalinan. Karena itu, pemeriksaan sejak dini menjadi bagian penting…