Buta Warna: Penyakit Keturunan yang Harus Dipahami

Buta warna (color blindness) adalah kondisi ketika mata tidak mampu membedakan warna dengan normal. Umumnya merupakan gangguan bawaan (kongenital) yang diturunkan secara genetik, meskipun dalam beberapa kasus bisa muncul akibat kondisi medis tertentu. Meski tidak mengancam jiwa, memahami kondisi ini penting agar penderita dapat beradaptasi dengan baik.
Penyebab Utama: Faktor Genetik
- Bawaan sejak lahir
Dalam kebanyakan kasus, buta warna adalah kondisi genetik yang tidak berubah sepanjang hidup. Kondisi ini lebih sering menyerang pria (~8–9%) dibanding wanita (~0,5–1%) karena diwariskan melalui kromosom X. - Penurunan dari orang tua
Bawaan X-linked berarti anak laki-laki cukup menerima satu kromosom X dengan gen rusak untuk terserang, sedangkan perempuan membutuhkan dua kromosom X dari kedua orang tua. Wanita yang hanya membawa satu gen rusak adalah carrier. - Jenis lain
- Buta warna biru-kuning (tritan) diturunkan secara autosomal dominan sama memengaruhi pria dan wanita.
- Achromatopsia (buta warna total) bersifat autosomal resesif membutuhkan gen rusak dari kedua orang tua.
Jenis dan Ciri-Ciri Buta Warna
| Jenis | Penjelasan |
| Merah–Hijau (paling umum) | Termasuk protanopia/protanomaly (merah) dan deuteranopia/deuteranomaly (hijau). |
| Biru–Kuning | Meliputi tritanopia/tritanomaly (lebih jarang ditemukan). |
| Total (Achromatopsia) | Hanya melihat hitam, putih, dan abu-abu; sangat jarang terjadi. |
Kerusakan sel kerucut (cones) di retina mengakibatkan persepsi warna terganggu.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
- Kesulitan membedakan warna mirip contohnya merah vs hijau, biru vs kuning.
- Warna tampak kusam atau berubah.
- Penderita mungkin tidak sadar kondisi ini karena terbiasa sejak kecil.
- Bentuk ringan sering tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.
Diagnosis: Kapan Harus Diperiksa?
Tes sederhana oleh dokter mata bisa digunakan, seperti:
- Tes Ishihara (angka dalam lingkaran titik warna).
- Tes lanjutan seperti Hue Test, Anomaloscope, atau Farnsworth–Munsell 100 Hue.
Tujuannya untuk mendeteksi jenis dan tingkat buta warna.
Adaptasi & Penanganan
- Kacamata atau lensa khusus membantu membedakan warna namun tidak menyembuhkan.
- Aplikasi dan alat bantu digital, misalnya filter warna di perangkat elektronik.
- Strategi adaptasi sehari-hari, misalnya menghafal urutan lampu lalu lintas, atau menggunakan bentuk dan tekstur sebagai acuan.
Untuk buta warna yang didapat (akuisisi), pengobatan kondisi penyebab seperti glaukoma atau degenerasi makula bisa memperbaiki penglihatan warna.
Buta warna adalah kondisi penglihatan keturunan yang diturunkan melalui kromosom X, lebih sering terjadi pada pria. Jenis umum melibatkan kesulitan membedakan warna merah–hijau. Diagnosis dini sangat membantu dalam adaptasi, dan meski tidak bisa disembuhkan secara tuntas, alat bantu serta strategi adaptasi dapat memudahkan aktivitas sehari-hari.
Jika Anda mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan pengobatan segera, Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan yang Anda butuhkan.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di:
0315921101
085233664118
Atau Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier di Jl. Raya Dharma Husada Indah No.26, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

