Waspada! Penggunaan Bedak Bayi Berbahaya?

Bedak tabur bayi biasanya terbuat dari bubuk talcum atau tepung jagung.Pemakaian bedak tabur dapat menjaga kulit bayi tetap kering,halus,dan wangi. Orang tua juga biasanya memakai bedak bayi untuk mencegah risiko biang keringat dan ruam popok di sekitar bokong dan area kelamin bayi.
Risiko Pemakaian Bedak Bayi
-Iritasi Kulit
Bayi yang masih dalam masa perkembangan mempunyai kulit yang masih sensitif.Kondisi kulit yang masih rentan dan sensitif ditambah pemakaian bedak bayi berisiko mengakibatkan iritasi kulit.Penggunaan bedak yang tak diiringi dengan usaha menjaga kebersihan dengan baik akan menyebabkan atau memperparah ruam popok.
-Gangguan Pernapasan
Partikel bedak yang kecil dengan tekstur yang sangat halus bisa dengan mudah mengepul pada udara dan mudah terhirup oleh bayi.Partikel yang terhirup dapat memicu iritasi di saluran pernapasan bayi serta menyebabkan gangguan pernapasan, seperti batuk-batuk, sesak napas,hingga problem pernapasan yang cukup serius
-Kanker
Bedak tabur yang berasal dari bubuk talcum dinilai bisa memicu risiko kanker,sebab bedak tabur talcum umumnya mengandung zat berbahaya bernama asbes, yaitu zat karsinogenik yang mengakibatkan pertumbuhan sel kanker. Saat zat asbes ini terhirup dalam jangka waktu lama,bayi akan beresiko terkena kanker paru-paru.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) masih memperbolehkan penggunaannya dengan beberapa syarat berikut:
- Pilih bedak yang terbuat dari bahan talkum.
- Tuang bedak pada telapak tangan Anda, kemudian usapkan tipis dan merata sebelum menggunakannya pada bayi Anda.
- Utamakan bagian lipatan tubuh bayi yang sudah kering.
- Hindari penggunaan bedak bayi pada sekitar wajah karena berisiko terhirup.
- Hindari penggunaan bedak dengan kapas atau puff powder karena menyebabkan partikel bedak beterbangan dan berisiko terhirup.
- Bedak cair dapat menjadi pilihan.