Senin - Jumat07:00-21:00Sabtu07:00-13:00Hubungi kami+0315921101

Blog

Lindungi-Diri-dari-Infeksi-Cara-sederhana-yang-efektif.png
14/Oct/2025

Infeksi merupakan gangguan kesehatan yang sering muncul akibat masuknya mikroorganisme seperti bakteri, virus, jamur, atau parasit ke dalam tubuh. Penularannya bisa terjadi dengan mudah melalui kontak langsung atau tidak langsung. Untungnya, ada banyak cara sederhana yang dapat kita lakukan sehari-hari untuk mencegah infeksi.

 

Cara-cara Pencegahan Infeksi Sehari-hari

Berikut kebiasaan sehat yang bisa Anda mulai sekarang juga:

  1. Rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir
    Tangan sering menjadi “jalur masuk” kuman ke dalam tubuh. Cuci tangan selama minimal 20 detik, terutama sebelum makan, setelah buang air besar, setelah menyentuh permukaan di tempat umum, atau setelah kontak dengan hewan atau tanah.
  2. Gunakan masker saat berada di tempat ramai atau saat sakit
    Droplet dari batuk atau bersin bisa membawa virus atau bakteri. Menutup mulut dan hidung dapat memperkecil risiko penularan melalui udara.
  3. Jangan berbagi barang pribadi
    Barang seperti handuk, sikat gigi, alat makan, dan sapu tangan sebaiknya digunakan sendiri. Berbagi barang tersebut bisa memindahkan mikroorganisme dari satu orang ke orang lain.
  4. Hindari menyentuh wajah dengan tangan kotor
    Mata, hidung, dan mulut adalah pintu masuk mudah bagi mikroorganisme. Pastikan tangan bersih sebelum menyentuh bagian wajah.
  5. Pilih makanan higienis & masak hingga matang
    Infeksi bisa berasal dari makanan yang dikonsumsi. Pastikan makanan disimpan dan diolah dengan cara bersih agar tidak terkontaminasi.
  6. Tinggal di rumah saat sedang sakit & batasi kontak dengan orang lain
    Tubuh yang lemah saat sakit lebih rentan terhadap infeksi lain, dan Anda juga bisa menularkan penyakit ke orang lain.
  7. Bersihkan & desinfeksi permukaan yang sering disentuh
    Gagang pintu, meja, saklar, dan ponsel adalah sarang kuman. Menyeka permukaan ini secara rutin mengurangi risiko penularan.
  8. Lengkapi imunisasi & vaksinasi sesuai rekomendasi
    Vaksin membantu tubuh membangun pertahanan terhadap penyakit tertentu, sehingga Anda lebih terlindungi.

 

Kenapa Pencegahan Itu Lebih Baik daripada Pengobatan?

Mencegah infeksi lebih mudah dan murah daripada mengobatinya setelah terjadi. Dengan kebiasaan pencegahan yang konsisten, kita bisa memperkuat daya tahan tubuh dan mengurangi beban penyakit di masyarakat.

Jika Anda mengalami gejala infeksi seperti demam berkepanjangan, batuk terus-menerus, nyeri, atau penurunan kondisi tubuh tanpa sebab jelas, segera konsultasikan ke tenaga medis agar diagnosis dan penanganan dapat dilakukan tepat waktu.

 

Jika Anda mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan pengobatan segera, Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan yang Anda butuhkan.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di:

0315921101
085233664118
Atau Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier di Jl. Raya Dharma Husada Indah No.26, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285


Terlalu-Sering-Cuci-Tangan-Bahaya-yang-Bisa-Timbul-dari-Kebiasaan-Baik.png
11/Oct/2025

Mencuci tangan adalah kebiasaan sederhana yang sangat efektif dalam mencegah penyebaran penyakit menular. Namun, ternyata bila dilakukan secara berlebihan, mencuci tangan bisa membawa efek samping yang kurang menguntungkan.

 

Kapan Cuci Tangan Sangat Dibutuhkan?

Ada beberapa waktu yang disarankan wajib melakukan cuci tangan:

  • Sebelum makan dan menyiapkan makanan
  • Setelah menggunakan toilet
  • Setelah merawat luka
  • Setelah melepas lensa kontak
  • Setelah batuk, bersin, mengganti popok
  • Setelah menyentuh hewan atau benda yang kemungkinan kotor

Kebiasaan tersebut adalah hal-hal masuk akal dan dianjurkan.

 

Efek Negatif Bila Terlalu Sering

Meski terdengar kontradiktif, mencuci tangan yang terlalu sering juga bisa menimbulkan masalah, di antaranya:

  1. Gangguan sistem kekebalan tubuh
    Terlalu sering mencuci tangan dapat membunuh bakteri “baik” yang hidup alami di kulit. Kehilangan paparan terhadap mikroba tertentu bisa membuat sistem imun kurang terlatih menghadapi kuman.
  2. Risiko alergi meningkat
    Paparan terhadap zat asing dan alergen secara normal membantu tubuh belajar mengenali dan menolak reaksi berlebihan. Bila terlalu steril atau terlalu sering membersihkan tangan, tubuh bisa menjadi terlalu sensitif terhadap hal-hal yang sebelumnya tidak masalah.
  3. Iritasi kulit, kering, dan bahkan luka
    Sabun dan alkohol (dalam hand sanitizer) yang sering dipakai menghilangkan minyak alami kulit, menyebabkan kulit menjadi kering, pecah-pecah, bersisik, bahkan bisa menyebabkan infeksi kalau luka kecil muncul.

 

Cara Aman Agar Tetap Higienis Tanpa Mengganggu Kesehatan Kulit

Agar manfaat mencuci tangan tetap optimal dan risiko negatif bisa diminimalisir, ini beberapa tips yang bisa Anda terapkan:

  • Gunakan sabun lembut dan hand sanitizer yang mengandung alkohol wajar, bukan yang terlalu keras.
  • Setelah mencuci atau menggunakan sanitizer, oleskan pelembap agar kulit tidak kehilangan kelembapannya.
  • Pastikan cuci tangan dilakukan saat benar-benar diperlukan, bukan sebagai kebiasaan refleks terus-menerus tanpa kondisi.
  • Gunakan air hangat suam-suam kuku, bukan terlalu panas atau terlalu dingin.
  • Hindari menggosok tangan terlalu kasar atau memakai scrub keras secara rutin.

 

Mencuci tangan adalah kebiasaan yang sangat baik dan penting untuk kesehatan. Namun, seperti banyak hal dalam hidup, kesetimbangan adalah kunci. Terlalu sering mencuci tangan bisa membawa dampak negatif, mulai dari iritasi kulit sampai pengaruh terhadap sistem imun

Jika Anda mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan pengobatan segera, Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan yang Anda butuhkan.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di:

0315921101
085233664118
Atau Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier di Jl. Raya Dharma Husada Indah No.26, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285


Iritasi-Kulit-Ketika-Kulit-yang-“Damai”-Mendadak-Meradang.png
10/Oct/2025

Iritasi kulit adalah kondisi ketika lapisan luar kulit (terutama lapisan pelindungnya) bereaksi terhadap zat tertentu atau gesekan, sehingga muncul keluhan seperti gatal, kemerahan, panas, atau ruam.

Kulit kita memiliki lapisan terluar yang disebut stratum corneum atau horny layer, yang berfungsi sebagai penahan agar zat asing tidak masuk terlalu dalam. Bila lapisan ini terganggu atau terkena bahan iritan, kulit mudah mengalami iritasi.

 

Gejala Iritasi Kulit yang Perlu Diwaspadai

Iritasi kulit bisa muncul perlahan atau secara tiba-tiba. Beberapa gejalanya antara lain:

  • Gatal yang intens dan membuat ingin terus menggaruk
  • Kemerahan dan pembengkakan di area kulit yang terpapar
  • Muncul ruam atau bercak kemerahan yang terasa panas atau perih
  • Kulit yang mengelupas atau lecet jika iritasi berlanjut

Jika iritasi terjadi di area yang lembap atau rentan (misalnya di lipatan kulit atau area selangkangan), kondisi bisa memburuk dengan cepat jika tidak ditangani.

 

Penyebab Iritasi Kulit

Beberapa faktor yang kerap menjadi penyebab iritasi kulit antara lain:

  • Paparan bahan kimia keras seperti deterjen, sabun pekat, parfum, atau cairan rumah tangga
  • Produk perawatan kulit yang tidak sesuai jenis kulit atau mengandung alergen
  • Kulit kering atau dehidrasi, sehingga lapisan pelindung kulit menjadi rapuh
  • Gesekan terus-menerus, pakaian ketat, atau kain kasar yang bersentuhan dengan kulit
  • Lembap berlebihan di area tubuh seperti lipatan kulit atau area intim, yang memicu pertumbuhan bakteri atau jamur

 

Kapan Harus ke Dokter?

Anda perlu berkonsultasi dengan dokter jika:

  • Ruam muncul tiba-tiba dan menyebar cepat
  • Timbul demam atau gejala sistemik
  • Kulit melepuh, berdarah, atau membentuk luka
  • Iritasi memburuk walaupun sudah mencoba perawatan mandiri

Diagnosa bisa dilakukan melalui pemeriksaan fisik, riwayat paparan bahan iritan, atau tes tambahan seperti biopsi kulit atau tes alergi bila diperlukan.

 

Cara Mengatasi Iritasi Kulit

Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan di rumah untuk meredakan iritasi:

  1. Kompres dingin atau gunakan air dingin pada area yang gatal atau meradang
  2. Jangan digaruk meski terasa mengganggu, agar tidak memperparah luka
  3. Gunakan salep ringan atau calamine untuk meredakan perih dan gatal
  4. Hidrasi kulit menggunakan pelembap yang lembut dan bebas parfum, terutama setelah mandi
  5. Hindari bahan iritan dan alergen yang memicu iritasi kulit Anda

 

Pencegahan supaya Tidak Kambuh

Untuk meminimalkan risiko iritasi kulit, beberapa tips berikut dapat membantu:

  • Pilih sabun dan produk perawatan kulit yang lembut dan sesuai jenis kulit
  • Gunakan pakaian dari bahan lembut dan tidak ketat
  • Jaga kelembapan kulit dengan pelembap dan cukup asupan air
  • Hindari paparan bahan kimia rumah tangga tanpa perlindungan
  • Ganti deterjen atau sabun cuci pakaian jika dianggap penyebab iritasi

 

Iritasi kulit memang tidak selalu serius, tapi bila diabaikan bisa menimbulkan nyeri, infeksi, atau luka. Dengan mengenali penyebab, merawat dengan benar, dan mencegah kambuh, kita bisa menjaga kulit tetap nyaman dan sehat. Jika iritasi berlanjut atau memburuk, segera konsultasikan ke dokter kulit untuk penanganan yang tepat.

 

Jika Anda mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan pengobatan segera, Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan yang Anda butuhkan.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di:

0315921101
085233664118
Atau Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier di Jl. Raya Dharma Husada Indah No.26, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285


Kulit-Sensitif-Perlu-Perawatan-Khusus-agar-Tak-Mudah-Iritasi.png
09/Oct/2025

Kulit sensitif adalah kondisi kulit yang mudah meradang, gatal, mengelupas, atau kemerahan hanya karena sedikit gangguan. Banyak orang yang mengalami ini baik dipicu oleh cuaca, produk perawatan yang keras, atau iritasi ringan yang sering dianggap sepele. Agar kulit tetap nyaman dan sehat, berikut cara merawat kulit sensitif secara aman dan efektif.

 

6 Langkah Merawat Kulit Sensitif

  1. Pilih sabun pembersih yang lembut
    Gunakan sabun dengan bahan mild, hindari yang mengandung surfaktan kuat seperti sodium lauryl sulphate atau sodium laureth sulphate, karena bisa merusak lapisan pelindung kulit (skin barrier).
  2. Double cleansing bila diperlukan
    Saat menggunakan makeup atau sunscreen tahan air, sebaiknya bersihkan dulu dengan pembersih berbasis minyak (oil cleanser) atau micellar water, kemudian lanjutkan dengan sabun wajah lembut. Cara ini membantu mengangkat kotoran dan sisa produk tanpa membuat kulit iritasi.
  3. Gunakan pelembap tanpa parfum
    Pelembap sangat penting untuk menjaga kelembapan kulit dan memperbaiki skin barrier. Pilih pelembap dengan kandungan menenangkan seperti ceramide, hyaluronic acid, niacinamide, panthenol, atau urea. Hindari produk yang memakai parfum kuat.
  4. Oleskan pelembap setelah mandi
    Kulit paling mudah kering setelah mandi. Menggunakan pelembap langsung setelah mandi membantu menjaga kelembapan yang baru saja diperoleh dan membuat produk lebih meresap dengan baik.
  5. Gunakan tabir surya tiap hari
    Paparan sinar matahari dapat memperburuk iritasi dan menyebabkan kerusakan kulit. Untuk kulit sensitif, disarankan memakai physical sunscreen dengan bahan seperti titanium dioxide atau zinc oxide dan SPF minimal 30.
  6. Hindari alkohol denat dan bahan iritasi lainnya
    Beberapa bahan kimia seperti alkohol denat, pewarna, parfum, dan scrub kasar bisa membuat kulit sensitif makin reaktif. Periksa label produk dengan teliti dan coba produk baru pada area kecil terlebih dulu.

 

Hal yang Sebaiknya Dihindari

  • Sering berganti-ganti produk perawatan: Ini bisa membuat kulit terus menerus menyesuaikan diri dan mudah teriritasi.
  • Menyentuh wajah dengan tangan kotor, karena bisa membawa bakteri dan kotoran ke kulit.
  • Menggunakan scrub fisik yang kasar, atau produk eksfoliator yang agresif terlalu sering. Kulit sensitif butuh eksfoliasi yang lembut dan terbatas frekuensinya.

 

Merawat kulit sensitif memang butuh lebih perhatian dan kesabaran, tapi bukan berarti sulit. Dengan memilih produk yang tepat, menjaga kebersihan dan kelembapan kulit, serta menghindari pemicu iritasi, kulit bisa menjadi lebih nyaman dan sedikit demi sedikit lebih kuat. Jika iritasi terus berlanjut, jangan ragu konsultasi ke dokter kulit. Kulit yang sensitif bisa jadi ciri tubuh yang sedang minta perhatian dan meresponnya dengan tepat bisa membuat perbedaan besar dalam kenyamanan sehari-hari.

Jika Anda mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan pengobatan segera, Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan yang Anda butuhkan.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di:

0315921101
085233664118
Atau Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier di Jl. Raya Dharma Husada Indah No.26, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285


Sabun-Antibakteri-Cair-vs-Batang-Mana-yang-Lebih-Baik.png
07/Oct/2025

Setiap hari tubuh kita terpapar berbagai mikroba baik yang baik maupun yang bisa jadi penyebab penyakit. Sabun antibakteri hadir sebagai senjata ekstra untuk membasmi kuman yang menempel di kulit. Tapi, antara sabun antibakteri cair dan batang, mana yang sebaiknya kita pilih?

 

Perbedaan Cara Pakai & Potensi Kontaminasi

  • Sabun batang biasanya digenggam langsung, sehingga ada kemungkinan bakteri berpindah dari tangan ke permukaan sabun.
  • Wadah sabun batang seringkali lembap atau tergenang air setelah digunakan, yang bisa menjadi tempat ideal bagi bakteri berkembang biak.
  • Sementara itu, sabun antibakteri cair disimpan dalam wadah tertutup dan biasanya lebih terlindung dari kontaminasi langsung.

Meski demikian, bukan berarti sabun batang selalu “buruk” bakteri yang menempel pada sabun biasanya dalam jumlah kecil dan tidak selalu mampu menyebabkan infeksi, terutama jika sistem kekebalan tubuh Anda baik.

 

Tips Agar Sabun Batang Lebih Higienis

Jika Anda memilih sabun batang, ada beberapa trik agar tetap aman digunakan:

  1. Basahi tangan dulu sebelum menyentuh sabun, lalu bilas sabun batang agar debu/kotoran tidak ikut dikirim ke kulit.
  2. Pastikan wadah sabun tidak tergenang air pilih tempat sabun dengan drainase yang baik agar cepat kering.
  3. Bila menggunakan sabun cair, jangan lupa membersihkan wadah/pompa sabun secara berkala agar tidak jadi sarang bakteri.

 

Apakah Harus Selalu Pakai Sabun Antibakteri?

Tidak selalu. Untuk rumah tangga sehari-hari, sabun biasa (non-antibakteri) dengan air mengalir sudah cukup efektif membersihkan kuman. Justru, penggunaan sabun antibakteri secara berlebihan dapat mengganggu mikrobioma kulit yaitu kumpulan bakteri “baik” yang membantu menjaga kesehatan kulit dan bahkan berpotensi memicu resistensi bakteri.

Sabun antibakteri lebih sesuai digunakan di situasi dengan risiko tinggi kontaminasi, misalnya di fasilitas kesehatan, setelah kontak langsung dengan benda/lingkungan kotor, atau jika Anda punya kondisi medis tertentu.

 

Pilih Sabun yang Tepat untuk Kulit Anda

Saat memilih sabun (baik cair maupun batang), perhatikan beberapa hal berikut:

  • Pilih formulasi yang lembut, mengandung pelembap (glycerin, aloe vera, dll.), terutama bila kulit Anda sensitif.
  • Hindari sabun dengan kandungan antibakteri yang terlalu kuat atau bahan kimia keras jika tidak diperlukan.
  • Pastikan pH-nya seimbang agar tidak merusak lapisan pelindung kulit.
  • Gunakan sabun yang mudah bilas dan tidak menyisakan residu.

 

Sabun antibakteri cair cenderung lebih higienis dibanding sabun batang dari sisi potensi kontaminasi, tetapi sabun batang pun bisa tetap aman bila digunakan dan dirawat dengan benar. Yang terpenting bukan jenis sabunnya, melainkan cara kita menggunakannya memastikan sabun bersih, wadahnya terawat, dan tidak terlalu sering memakai sabun antibakteri bila tidak dibutuhkan.

 

Jika Anda mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan pengobatan segera, Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan yang Anda butuhkan.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di:

0315921101
085233664118
Atau Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier di Jl. Raya Dharma Husada Indah No.26, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285


Kenapa-Mencuci-Tangan-Itu-Penting.png
03/Oct/2025

Tangan kita sering menyentuh banyak benda meja, gagang pintu, uang, makanan yang kadang kita tak tahu seberapa kotor atau berisi kuman. Dengan mencuci tangan yang benar, kita bisa mencegah kuman berpindah ke mata, mulut, atau hidung dan menyebabkan infeksi. Alodokter menyebut bahwa mencuci tangan dengan sabun jauh lebih efektif daripada hanya memakai air saja.

 

Langkah-Langkah Mencuci Tangan dengan Benar (6 Langkah)

Berikut cara praktis untuk mencuci tangan dengan benar agar bersih maksimal:

  1. Basahi tangan
    Gunakan air bersih yang mengalir (dingin atau hangat, sesuai kenyamanan).
  2. Gunakan sabun
    Tuangkan sabun secukupnya ke telapak tangan.
  3. Gosok seluruh bagian tangan
    Pastikan sabun merata ke telapak, punggung tangan, sela-sela jari, kembali ke sekitar kuku dan pergelangan tangan. Lakukan selama minimal 20 detik agar kuman benar-benar terangkat.
  4. Bilas dengan air mengalir
    Bilas hingga semua busa dan sisa sabun hilang.
  5. Keringkan tangan
    Gunakan tisu sekali pakai atau handuk bersih. Pastikan tangan benar-benar kering karena bakteri lebih mudah menempel pada tangan yang lembap.
  6. Gunakan hand sanitizer jika tidak ada sabun dan air
    Pilih yang mengandung minimal 60% alkohol. Gosok ke seluruh permukaan tangan hingga terasa kering.

 

Saat-Waktu Penting untuk Mencuci Tangan

Pastikan mencuci tangan pada waktu-waktu berikut agar perlindungan maksimal:

  • Sebelum dan sesudah makan
  • Sesudah menggunakan toilet
  • Sebelum menyiapkan makanan
  • Setelah menyentuh benda kotor atau sampah
  • Setelah bersin atau batuk
  • Setelah merawat atau menemani orang sakit
  • Setelah menyentuh hewan atau kebersihan hewan

 

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

Meski tampak sederhana, ada beberapa kebiasaan mencuci tangan yang kurang efektif:

  • Hanya mencuci dengan air, tanpa sabun (air saja tidak membunuh kuman)
  • Terlalu cepat menggosok tangan (kurang dari 20 detik)
  • Melewatkan bagian-bagian kecil: sela jari, kuku, punggung tangan
  • Mengeringkan tangan dengan handuk kotor atau tidak kering

 

Mencuci tangan dengan benar adalah langkah sederhana namun sangat ampuh dalam mencegah penyakit. Mulailah kebiasaan ini setiap hari di rumah, sekolah, kantor, atau di mana pun Anda berada. Ajarkan juga kepada keluarga dan anak-anak agar kita semua terlindungi dari kuman.

 

Jika Anda mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan pengobatan segera, Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan yang Anda butuhkan.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di:

0315921101
085233664118
Atau Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier di Jl. Raya Dharma Husada Indah No.26, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285


Penyebab-Nyeri-Sendi-pada-Anak-Apa-yang-Orang-Tua-Perlu-Tahu.png
23/Sep/2025

Nyeri sendi tidak hanya terjadi pada orang dewasa, anak-anak juga bisa mengalaminya. Anak yang aktif bergerak, jatuh saat bermain, atau bertambah usianya sering merasakan nyeri sendi atau lutut. Meski kadang ringan, nyeri ini bisa juga menjadi pertanda penyakit yang lebih serius.

 

Penyebab Umum Nyeri Sendi pada Anak

Berikut beberapa penyebab nyeri sendi pada anak, mulai dari yang tidak terlalu serius sampai yang memerlukan penanganan medis:

  1. Growing Pain
    Nyeri sendi atau otot karena aktivitas tinggi dan pertumbuhan tubuh. Biasanya terjadi pada usia prasekolah (sekitar 3-4 tahun) dan sekolah dasar (8-12 tahun). Malam hari sering terasa lebih nyeri, dan gejala bisa hilang sendiri.
  2. Juvenile Idiopathic Arthritis (JIA)
    Peradangan sendi yang terjadi pada anak-anak di bawah umur 17 tahun. Sendi bisa bengkak, merah, dan terasa sakit jika disentuh. JIA memerlukan diagnosa dan penanganan khusus agar tidak merusak sendi yang masih berkembang.
  3. Penyakit Kronis
    Nyeri sendi pada anak bisa dipicu kondisi kronis seperti lupus, yang menyerang jaringan tubuh sendiri hingga menimbulkan nyeri, kaku, dan bengkak, atau penyakit Lyme akibat gigitan kutu yang ditandai ruam, demam, dan nyeri sendi.
  4. Leukemia
    Kanker pada sumsum tulang yang bisa menyebabkan nyeri sendi sebagai salah satu gejala. Biasanya disertai gejala lainnya seperti mudah memar, demam terus-menerus, atau kelenjar getah bening membengkak.

 

Kapan Orang Tua Perlu Khawatir & Cari Bantuan Medis

Jika anak mengeluh nyeri sendi, orang tua perlu memperhatikan apabila muncul tanda-tanda berikut agar segera dibawa ke dokter:

  • Sendi tampak merah dan bengkak
  • Rasa nyeri tidak kunjung hilang
  • Anak demam bersamaan dengan nyeri sendi
  • Berat badan anak menurun tanpa sebab jelas
  • Anak mulai lemah atau kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari

 

Nyeri sendi pada anak bisa ringan maupun tanda penyakit serius. Jika disertai bengkak, demam, atau penurunan berat badan, segera periksakan ke dokter agar cepat mendapat penanganan yang tepat.

 

Jika Anda mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan pengobatan segera, Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan yang Anda butuhkan.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di:

0315921101
085233664118
Atau Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier di Jl. Raya Dharma Husada Indah No.26, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285


Cara-Menjaga-Sendi-Agar-Tetap-Sehat-dan-Bebas-Nyeri.png
22/Sep/2025

Sendi adalah penghubung antar tulang yang memungkinkan tubuh bergerak dengan leluasa, berjalan, memutar badan, atau membungkuk. Karena sering dipakai dan terekspos tekanan, sendi bisa rusak dari waktu ke waktu, terutama jika kelembutannya (kartilago) menipis atau cairan pelumas sendi berkurang. Untuk itu, berikut cara-cara yang bisa dilakukan sejak dini agar sendi tetap kuat dan nyaman.

 

7 Langkah Menjaga Sendi Agar Tetap Sehat

  1. Rutin Berolahraga Ringan
    Aktivitas seperti jalan kaki, berenang, yoga, atau senam ringan dapat menguatkan otot di sekitar sendi, menjaga kelenturan, mendukung pelumasan alami sendi agar tidak kaku.
  2. Lakukan Peregangan Secara Berkala
    Saat duduk lama atau setelah bangun tidur, peregangan ringan membantu meredakan tegangan otot dan menjaga fleksibilitas sendi.
  3. Menjaga Berat Badan Ideal
    Berat badan yang berlebih memberi beban ekstra pada sendi, terutama lutut, pinggul, dan punggung bawah. Menurunkan berat badan jika perlu bisa mengurangi tekanan dan risiko rusaknya sendi.
  4. Konsumsi Makanan Bernutrisi
    Pilih makanan kaya antioksidan, asam lemak omega-3, vitamin D, dan mineral seperti kalsium agar sendi tetap sehat. Ikan berlemak, sayur, buah, kacang-kacangan sangat disarankan.
  5. Perhatikan Postur Tubuh
    Duduk, berdiri, dan mengangkat benda dengan posisi tubuh yang tepat membantu mencegah beban tak perlu pada sendi. Gunakan posisi yang mendukung tubuh seperti lurus, tidak membungkuk terus menerus.
  6. Hentikan Kebiasaan Merokok dan Batasi Alkohol
    Rokok dan konsumsi alkohol berlebihan bisa memicu peradangan dan mengganggu aliran darah serta regenerasi jaringan pada sendi.
  7. Cukupi Cairan Tubuh dan Vitamin D
    Air membantu menjaga pelumasan sendi, sedangkan vitamin D penting agar tulang dan sendi kuat. Paparan sinar matahari pagi dan asupan makanan bersumber vitamin D bisa sangat membantu.

 

Merawat sendi tidak perlu dengan langkah yang rumit: cukup dengan membiasakan olahraga ringan, makan sehat, menjaga berat badan, dan menjaga kebiasaan baik seperti postur yang benar serta hidrasi yang cukup. Mulailah sejak dini agar sendi tetap sehat dan bergerak bebas sampai usia lanjut. Jika muncul keluhan seperti nyeri sendi, kaku, atau bengkak yang tidak sembuh-sembuh, jangan ragu untuk memeriksakan ke dokter.

 

Jika Anda mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan pengobatan segera, Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan yang Anda butuhkan.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di:

0315921101
085233664118
Atau Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier di Jl. Raya Dharma Husada Indah No.26, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285


Campak-pada-Anak-Gejala-Risiko-dan-Cara-Pencegahannya.png
19/Sep/2025

Campak adalah infeksi virus yang sangat menular, terutama menyerang anak-anak, tetapi orang dewasa juga bisa tertular. Virus penyebabnya adalah virus paramyxovirus yang menyebar lewat udara atau kontak langsung, misalnya lewat batuk, bersin, atau menyentuh permukaan benda yang terkena virus.

 

Gejala Campak

Anak yang terinfeksi virus campak biasanya menunjukkan gejala sebagai berikut:

  • Demam tinggi
  • Batuk kering
  • Mata merah dan berair
  • Pilek dan sakit tenggorokan
  • Setelah 2‐3 hari, muncul bintik-putih kecil di bagian dalam pipi, namely bintik Koplik
  • Ruam kemerahan yang muncul dari wajah, leher, lalu menyebar ke seluruh tubuh. Ruam ini berlangsung sekitar 5-6 hari sebelum mulai pudar

 

Kapan Harus Memeriksakan ke Dokter

Segera ke dokter bila:

  • Anak masih bayi atau sangat kecil.
  • Demam tidak turun/tetap tinggi.
  • Ada masalah pernapasan seperti sesak atau batuk berat.
  • Anak tidak mau makan atau minum sehingga berisiko dehidrasi.

 

Penyebab & Penularan

  • Virus campak sangat mudah menular melalui udara dan percikan droplet dari batuk atau bersin seseorang yang telah tertular.
  • Virus juga bisa bertahan di udara dan di permukaan benda selama beberapa jam.
  • Menyentuh benda yang terkontaminasi lalu menyentuh wajah, mata, hidung, atau mulut bisa menyebabkan infeksi.

 

Risiko & Komplikasi

Jika tidak ditangani, campak bisa menimbulkan komplikasi, antara lain:

  • Infeksi telinga
  • Diare dan muntah
  • Pneumonia
  • Dehidrasi
  • Kebutaan
  • Peradangan otak (encephalitis)

 

Penanganan & Perawatan di Rumah

Walau tidak ada obat khusus yang membunuh virus campak, gejala bisa diredakan dengan:

  • Istirahat yang cukup agar daya tahan tubuh bisa bekerja maksimal
  • Konsumsi cairan yang banyak
  • Memberikan makanan bergizi
  • Obat pereda demam seperti parasetamol atau ibuprofen (bukan aspirin untuk anak)
  • Vitamin A jika direkomendasikan dokter
  • Menjaga kebersihan lingkungan dan membatasi kontak supaya tidak menular ke orang lain

 

Pencegahan

Pencegahan campak bisa dilakukan lewat:

  • Vaksinasi campak, sesuai jadwal imunisasi nasional (biasanya bayi umur 9 bulan dan booster berikutnya)
  • Memberikan ASI eksklusif untuk bayi supaya daya tahan tubuhnya lebih kuat.
  • Menjaga kebersihan tangan dan lingkungan.

 

Campak adalah penyakit yang sangat menular namun dapat dicegah. Gejalanya khas → demam, batuk, mata merah, ruam. Penanganan cepat dan vaksinasi tepat waktu sangat penting agar anak tidak mengalami komplikasi serius. Selalu konsultasikan ke dokter bila anak menunjukkan tanda-tanda campak atau bila kondisi memburuk.

 

Jika Anda mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan pengobatan segera, Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan yang Anda butuhkan.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di:

0315921101
085233664118
Atau Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier di Jl. Raya Dharma Husada Indah No.26, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285


Bahaya-Cacingan-Dari-Gangguan-Nutrisi-hingga-Komplikasi-Serius.png
18/Sep/2025

Apa Itu Cacingan?

Cacingan adalah kondisi infeksi parasit cacing yang hidup di dalam tubuh manusia, terutama di usus. Parasit ini bisa menyebabkan berbagai gangguan mulai dari yang ringan hingga berat, tergantung jenis cacing, tingkat infeksi, dan kondisi tubuh penderitanya.

 

Gejala Cacingan yang Perlu Diwaspadai

Gejala cacingan bisa berbeda-beda antara anak-anak dan orang dewasa, serta tergantung jenis cacingnya. Berikut beberapa tanda umum:

  • Gatal di area anus, terutama malam hari
  • Perut kram, mual, atau rasa tidak nyaman pada perut
  • Nafsu makan berkurang, berat badan menurun tanpa sebab jelas
  • Tubuh terasa lemas atau sering kelelahan

 

Penyebab Infeksi Cacing

Beberapa faktor yang menyebabkan seseorang bisa mengalami cacingan antara lain:

  • Kebersihan lingkungan dan sanitasi yang kurang baik
  • Konsumsi makanan atau air yang tercemar telur/larva cacing
  • Kebiasaan buruk seperti tidak mencuci tangan sebelum makan atau setelah menggunakan toilet
  • Untuk anak-anak: lingkungan bermain yang kotor, kontak langsung ke tanah atau benda yang tercemar

 

Cara Mengobati Cacingan

Untuk menanganinya, berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan:

  1. Obat Cacing
    Penggunaan obat cacing yang sesuai jenis infeksi. Untuk anak-anak dan orang dewasa, ada obat pil atau sirup yang umumnya dikonsumsi sekali atau selama beberapa hari.
  2. Mengobati Semua Anggota Keluarga
    Supaya infeksi tidak kembali, sering kali dokter menyarankan semua orang serumah untuk ikut minum obat cacing.
  3. Kebersihan Diri dan Lingkungan
    Mencuci tangan sebelum makan, menjaga kebersihan kamar mandi, mencuci pakaian dan selimut secara rutin. Hindari makanan atau air yang tidak bersih.

 

Komplikasi Jika Cacingan Tidak Diobati

Kalau dibiarkan, infeksi parasit cacing bisa menimbulkan beberapa masalah serius, terutama pada anak:

  • Anemia akibat penurunan jumlah darah dan kekurangan zat besi
  • Gangguan pertumbuhan, karena nutrisi tubuh terserap oleh cacing
  • Gangguan pencernaan kronis dan kondisi lemas berkepanjangan

 

Pencegahan

Untuk mengurangi risiko cacingan, beberapa langkah praktis yang bisa dilakukan:

  • Cuci tangan dengan sabun sebelum makan dan setelah ke toilet.
  • Pastikan makanan matang sempurna dan air minum bersih.
  • Jaga kebersihan lingkungan dan sanitasi (toilet, kamar mandi).
  • Gunakan alas kaki jika berjalan di tanah atau tempat yang mungkin tercemar telur cacing.

 

Kapan Perlu Ke Dokter?

Segera periksakan ke dokter jika:

  • Gejala cacingan berlangsung lama, tidak membaik setelah pengobatan sederhana.
  • Ada penurunan berat badan drastis, kelelahan berat, atau anemia.
  • Muncul darah pada tinja atau gatal hebat di area anus.

 

Cacingan adalah infeksi parasit yang umum, terutama di lingkungan dengan sanitasi buruk. Gejalanya bisa ringan hingga parah. Pengobatan dini dan upaya menjaga kebersihan sangat penting untuk mencegah komplikasi. Bila Anda atau anggota keluarga menunjukkan gejala-gejala seperti gatal, lemas, atau penurunan berat badan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan agar mendapatkan penanganan yang tepat.

 

Jika Anda mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan pengobatan segera, Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan yang Anda butuhkan.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di:

0315921101
085233664118
Atau Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier di Jl. Raya Dharma Husada Indah No.26, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285




Klinik Utama Dharmahusada Premier merupakan klinik Utama yang berlokasi di area Dharmahusada. Dengan seluruh tenaga medis profesional, Klinik Utama Dharmahusada Premier menghadirkan pelayanan komprehensif yang meliputi perawatan promotif, preventif, dan kuratif. Segala tindakan medis ditangani oleh tenaga medis ahli dan berpengalaman, serta menggunakan teknologi yang modern.



Social Media


Facebook

www.facebook.com/dhpclinic


Twitter

@dhpcclinic


Instagram

@dhpclinic



Hubungi Kami


Whatsapp

085233664118


Telepon

(031)5921101


Email

klinik.dharmahusadapremier@gmail.com


Copyright by Markbro 2024. All rights reserved.

SLOT4D ASLIDOMINO Situs Game Online ASLIDOMINO ASLIDOMINO SLOT4D ASLIDOMINO SLOT QRIS Berkahpoker Aslidomino SLOT MAHJONG Aslidomino