Gondongan pada Anak: Kenali Gejala, Cara Penanganan, dan Pencegahannya

Saat si kecil tampak lesu, demam, dan pipinya mulai membengkak, orang tua langsung waspada. Bisa jadi, ia terkena gondongan. Penyakit ini cukup sering terjadi pada anak-anak dan menimbulkan kekhawatiran, meskipun dalam banyak kasus bisa ditangani dengan baik.
Dalam artikel ini kita akan menyelami apa itu gondongan, bagaimana gejalanya, cara mengobati serta langkah pencegahannya agar orang tua lebih siap menghadapi bila penyakit ini datang.
Apa Itu Gondongan?
Gondongan, yang juga dikenal dengan nama parotitis atau “mumps”, adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus paramyxovirus. Penyakit ini menyerang kelenjar ludah, terutama yang berada di sekitar telinga (kelenjar parotis), sehingga wajah anak bisa terlihat bengkak di sisi pipi.
Perlu ditekankan: gondongan berbeda dari gondok. Gondok disebabkan oleh kekurangan yodium dan memengaruhi kelenjar tiroid, sedangkan gondongan adalah infeksi virus.
Bagaimana Gondongan Menular?
Virus penyebab gondongan menyebar lewat cairan tubuh, terutama ludah dan droplet dari batuk atau bersin. Anak bisa tertular lewat kontak langsung atau tidak langsung, misalnya saat menggunakan alat makan yang sama atau berbicara dekat‐dekat.
Masa penularannya bisa terjadi sekitar 7 hari sebelum gejala muncul, dan anak tetap bisa menularkan selama 5–9 hari setelah timbul gejala.
Siapa yang Rentan Terkena?
Gondongan sering menyerang anak usia 2–14 tahun. Anak di bawah 2 tahun khususnya di bawah 1 tahun lebih jarang terkena kemungkinan karena masih memiliki antibodi dari ibu.
Anak-anak yang belum mendapatkan vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella) memiliki risiko lebih besar terkena gondongan.
Tanda dan Gejala yang Umum Terjadi
Gejala dapat muncul sekitar 16–18 hari setelah paparan virus. Beberapa gejala khas gondongan antara lain:
- Demam tinggi (> 38°C)
- Sakit kepala
- Nafsu makan menurun / anak tampak tidak enak badan
- Nyeri pada wajah atau telinga
- Nyeri saat mengunyah
- Rasa nyeri memburuk jika makanan asam dikonsumsi
- Pembengkakan di kelenjar ludah, satu sisi atau kedua sisi pipi
Kadang, pembengkakan menjadi tampak sekitar 2 hari setelah gejala awal dimulai.
Komplikasi yang Perlu Diwaspadai
Meski sebagian besar kasus gondongan sembuh sendiri, komplikasi bisa muncul terutama jika tidak ditangani dengan baik. Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi:
- Orchitis — peradangan di testis
- Meningitis — peradangan selaput otak dan sumsum tulang belakang
- Ensefalitis — peradangan otak
- Pankreatitis — peradangan pada pankreas
Jika si kecil menunjukkan gejala tambahan seperti sakit kepala hebat, leher kaku, atau muntah berlebihan, segera periksakan ke dokter.
Cara Dokter Mendiagnosis Gondongan
Untuk memastikan diagnosis, dokter akan:
- Menggali riwayat gejala dan melihat pembengkakan kelenjar ludah.
- Melakukan tes darah untuk memeriksa apakah virus penyebab adalah paramyxovirus atau penyebab lain.
- Memeriksa kemungkinan penyebab pembengkakan bukan gondongan, misalnya saluran ludah tersumbat, tumor, atau kondisi autoimun.
Penanganan dan Perawatan untuk Anak
Karena gondongan disebabkan virus, antibiotik tidak efektif untuk mengobatinya.
Berikut langkah‐langkah perawatan yang bisa dilakukan di rumah dan bersama dokter:
- Istirahat cukup agar tubuh punya energi melawan virus
- Minum cairan banyak untuk mencegah dehidrasi
- Obat pereda demam dan nyeri seperti acetaminophen atau ibuprofen (sesuai usia anak)
- Hindari makanan asam atau keras yang memicu nyeri ketika mengunyah
- Kompres hangat atau dingin pada area pipi yang bengkak untuk mengurangi rasa tidak nyaman
Penting: gunakan obat sesuai dosis yang disarankan dokter, terutama pada bayi dan balita.
Langkah Pencegahan: Vaksinasi MMR
Cara paling efektif mencegah gondongan adalah vaksin MMR.
Di Indonesia, rekomendasi dari Ikatan Dokter Anak (IDAI) menyebutkan bahwa vaksin MMR dapat diberikan saat anak berusia 15 bulan. Kemudian, dilakukan vaksin ulang (booster) pada usia sekitar 5–6 tahun. Dengan imunisasi yang merata, risiko penularan gondongan bisa ditekan drastis.
Gondongan memang menimbulkan rasa khawatir karena wajah anak membengkak dan gejala yang menyakitkan. Namun, dengan pengenalan gejala sejak awal, perawatan yang tepat, dan langkah pencegahan seperti vaksinasi, sebagian besar kasus dapat teratasi dengan baik.
Jika Anda mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan pengobatan segera, Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan yang Anda butuhkan.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di:
0315921101
085233664118
Atau Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier di Jl. Raya Dharma Husada Indah No.26, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

