Tidur Terasa Cukup, tetapi Tubuh Tetap Lelah? Kenali Bahaya Sleep Apnea!

Pernah bangun tidur dengan kondisi tubuh yang masih terasa lesu meskipun sudah beristirahat sepanjang malam? Apalagi jika orang di sekitar pernah mendengar suara dengkuran yang tidak teratur atau melihat pola napas yang berubah ketika Anda tidur. Kondisi tersebut patut diperhatikan karena bisa berkaitan dengan sleep apnea.

Sleep apnea adalah gangguan pernapasan saat tidur yang membuat aliran udara atau pengaturan napas mengalami gangguan secara berulang. Akibatnya, tubuh tidak memperoleh istirahat optimal dan dapat mengalami penurunan kadar oksigen selama tidur.

ㅤ

Apa yang Terjadi pada Pernapasan Penderita Sleep Apnea?

Gangguan ini dapat muncul melalui dua mekanisme yang berbeda, yaitu :

  • Obstructive Sleep Apnea (OSA). Terjadi ketika jaringan di sekitar tenggorokan mengendur dan menghalangi jalur udara sehingga pernapasan menjadi terhambat.
  • Central Sleep Apnea (CSA). Terjadi akibat terganggunya komunikasi antara otak dan otot pernapasan sehingga tubuh tidak memperoleh perintah untuk bernapas secara normal.

Kedua jenis tersebut dapat mengganggu siklus tidur dan menyebabkan tubuh tidak mendapatkan pemulihan yang optimal sepanjang malam.

ㅤ

Tanda-Tanda Sleep Apnea yang Perlu Dikenali

Tidak semua penderita menyadari gangguan pernapasan yang dialaminya ketika tidur. Oleh karena itu, pengamatan dari orang terdekat dapat membantu mengenali beberapa tanda berikut :

  • Suara dengkuran terdengar tidak beraturan, terkadang diselingi jeda.
  • Terlihat perubahan pola pernapasan selama tidur.
  • Bangun tidur dengan kondisi tenggorokan terasa kering.
  • Mengalami penurunan energi meskipun waktu tidur sudah mencukupi.
  • Sering merasa sulit fokus ketika melakukan aktivitas.
  • Mengalami perubahan suasana hati akibat kualitas istirahat yang terganggu.

Apabila tanda-tanda tersebut muncul secara berulang, pemeriksaan medis dapat membantu memastikan apakah terdapat gangguan pernapasan saat tidur.

ㅤ

Siapa yang Lebih Rentan Mengalami Sleep Apnea?

Beberapa keadaan dapat membuat seseorang lebih mudah mengalami gangguan ini, di antaranya :

  • Kondisi anatomi tubuh. Bentuk rahang, ukuran lidah, maupun jaringan di sekitar tenggorokan dapat memengaruhi kelancaran jalur pernapasan.
  • Kebiasaan sehari-hari. Merokok dan mengonsumsi alkohol dapat memperburuk kondisi saluran napas saat tidur.
  • Faktor usia. Perubahan kekuatan otot dan jaringan tubuh seiring bertambahnya usia dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya gangguan ini.
  • Faktor keturunan. Riwayat sleep apnea dalam keluarga dapat berkaitan dengan peningkatan risiko.
  • Penyakit penyerta. Beberapa gangguan kesehatan, termasuk kondisi tertentu pada jantung, dapat berhubungan dengan gangguan pengaturan pernapasan saat tidur.

Perlu diketahui bahwa sleep apnea tidak hanya terjadi pada orang dengan berat badan berlebih. Faktor anatomi dan kondisi kesehatan lainnya juga dapat berperan.

ㅤ

Pilihan Penanganan untuk Penderita Sleep Apnea

Penanganan dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan, jenis gangguan, serta tingkat keparahan yang dialami pasien. Beberapa pilihan yang dapat diberikan dokter meliputi :

  • Terapi CPAP. Mengalirkan udara bertekanan melalui masker untuk membantu mempertahankan saluran napas agar tidak tertutup selama tidur.
  • Perangkat oral. Alat yang dipasang di dalam mulut untuk membantu mengatur posisi rahang atau lidah sehingga jalur pernapasan lebih terbuka.
  • Terapi perubahan gaya hidup. Meliputi pengaturan berat badan, menghindari alkohol, berhenti merokok, dan memperbaiki kebiasaan tidur.
  • Penyesuaian posisi istirahat. Pada pasien tertentu, menghindari posisi telentang dapat membantu mengurangi gangguan pernapasan.
  • Prosedur medis. Dapat dipertimbangkan apabila terdapat kelainan anatomi yang menyebabkan penyempitan saluran napas.

Setiap metode memiliki indikasi yang berbeda. Oleh karena itu, dokter perlu menentukan terapi berdasarkan kondisi dan kebutuhan masing-masing pasien.

ㅤ

Bagaimana Sleep Apnea Dapat Memengaruhi Kesehatan Jantung?

Ketika pernapasan terganggu berulang kali, tubuh dapat mengalami penurunan oksigen yang disertai respons stres pada sistem saraf. Kondisi ini dapat meningkatkan beban kerja jantung dan memengaruhi kestabilan tekanan darah.

Dalam jangka panjang, sleep apnea yang tidak terkontrol berkaitan dengan berbagai gangguan kardiovaskular, seperti hipertensi, fibrilasi atrium, dan peningkatan risiko stroke. Hubungan tersebut menjadi alasan penting mengapa gangguan pernapasan saat tidur perlu dikenali dan ditangani.

ㅤ

Jangan Biarkan Gangguan Tidur Mengganggu Kesehatan Anda!

Tubuh yang terus terasa lelah setelah tidur malam bukanlah kondisi yang selalu bisa dianggap sebagai akibat kurang istirahat. Terlebih jika terdapat perubahan pola pernapasan atau dengkuran tidak teratur ketika tidur.

Kualitas tidur merupakan bagian penting dari kesehatan tubuh, termasuk jantung. Jika mengalami keluhan yang mengarah pada sleep apnea, jangan menunda pemeriksaan agar penyebabnya dapat diketahui dan penanganan yang sesuai bisa segera diberikan.

ㅤ

Jika Anda mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan pengobatan segera, Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan yang Anda butuhkan.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di:

0315921101
085233664118
Atau Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier di Jl. Raya Dharma Husada Indah No.26, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

Artikel terkait

Kunjungi Kami

Siap melayani kesehatan Anda

  • Jl. Raya Dharma Husada Indah No.26, Mojo, Kec. Gubeng, Kota Surabaya, Jawa Timur 60285
  • Senin – Jumat 07.00 – 21.00 · Sabtu 07.00 – 13.00 · Minggu & tanggal merah Tutup
  • (031) 5921101 · WhatsApp 0852 3366 4118