Tidur Terasa Cukup, tetapi Tubuh Tetap Lelah? Kenali Bahaya Sleep Apnea!
Pernah bangun tidur dengan kondisi tubuh yang masih terasa lesu meskipun sudah beristirahat sepanjang malam? Apalagi jika orang di sekitar pernah mendengar suara dengkuran…
Sudah rutin minum obat hipertensi, menjaga pola makan, dan berusaha menjalani gaya hidup sehat, tetapi tekanan darah masih sulit terkontrol? Selain memperhatikan aktivitas sehari-hari, kualitas tidur juga perlu mendapat perhatian.
Salah satu kondisi yang dapat berkaitan dengan tekanan darah tinggi adalah sleep apnea. Gangguan tidur ini menyebabkan pernapasan terhenti atau terganggu berulang kali sepanjang malam. Jika tidak dikenali dan ditangani, sleep apnea dapat memengaruhi kerja jantung serta meningkatkan risiko komplikasi kardiovaskular.
ㅤ
Bagaimana Sleep Apnea Memengaruhi Tekanan Darah?
Saat pernapasan terganggu ketika tidur, kadar oksigen dalam darah dapat menurun. Tubuh kemudian mengaktifkan respons yang membantu memulihkan pernapasan, tetapi respons tersebut juga dapat meningkatkan aktivitas sistem saraf yang mengatur tekanan darah dan denyut jantung.
Jika kondisi ini terjadi berulang kali setiap malam, tekanan darah dapat lebih sulit dikendalikan. Pada penderita obstructive sleep apnea (OSA), gangguan tersebut juga dapat meningkatkan risiko hipertensi atau tekanan darah tinggi.
Meski demikian, hipertensi tidak selalu disebabkan oleh sleep apnea. Faktor lain, seperti pola makan, aktivitas fisik, kondisi kesehatan, dan kepatuhan menjalani pengobatan, juga berperan.
ㅤ
Apa Tanda Sleep Apnea yang Sering Tidak Disadari?
Tidak semua orang menyadari bahwa dirinya mengalami gangguan pernapasan saat tidur. Beberapa gejala bahkan kerap dianggap sebagai akibat kelelahan biasa.
Berikut tanda-tanda yang perlu diperhatikan :
Apabila keluhan tersebut muncul bersamaan dengan tekanan darah yang sulit terkontrol, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Informasi dari pasangan atau anggota keluarga mengenai pola napas saat tidur juga dapat membantu proses pemeriksaan.
ㅤ
Siapa yang Perlu Lebih Waspada?
Sleep apnea dapat dialami siapa saja, tetapi beberapa kondisi dapat meningkatkan risikonya, antara lain :
Namun, seseorang yang bertubuh ideal dan tidak memiliki hipertensi tetap dapat mengalami sleep apnea. Karena itu, gejala dan kualitas tidur perlu menjadi pertimbangan, bukan hanya berat badan atau hasil pengukuran tekanan darah.
ㅤ
Bagaimana Cara Mengurangi Risiko Komplikasi?
Penanganan sleep apnea perlu disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahannya. Beberapa langkah yang dapat dilakukan meliputi :
Penderita hipertensi tetap perlu mengonsumsi obat sesuai resep dan memantau tekanan darah secara rutin. Jangan menghentikan pengobatan hanya karena gejala tidur membaik.
ㅤ
Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?
Jika Anda mengalami hipertensi yang sulit terkontrol dan disertai dengkuran keras, napas terhenti saat tidur, atau kantuk berlebihan pada siang hari, pemeriksaan sleep apnea patut dipertimbangkan.
Dokter dapat menilai gejala dan riwayat kesehatan, kemudian merekomendasikan pemeriksaan tidur apabila diperlukan. Diagnosis yang tepat membantu menentukan terapi yang sesuai serta mendukung pengendalian tekanan darah.
Jangan hanya berfokus pada tekanan darah, perhatikan juga kualitas tidur Anda. Mengenali sleep apnea sejak dini dapat membantu mengurangi dampak gangguan tidur terhadap kesehatan jantung dan pembuluh darah.
ㅤ
Jika Anda mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan pengobatan segera, Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan yang Anda butuhkan.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di:
0315921101
085233664118
Atau Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier di Jl. Raya Dharma Husada Indah No.26, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285
Pernah bangun tidur dengan kondisi tubuh yang masih terasa lesu meskipun sudah beristirahat sepanjang malam? Apalagi jika orang di sekitar pernah mendengar suara dengkuran…
Sering mendengkur keras saat tidur, terbangun karena merasa sesak, atau tetap lelah meskipun sudah tidur cukup? Jangan buru-buru menganggapnya sebagai hal biasa. Keluhan tersebut…
Aktivitas sehari-hari bisa terasa terganggu ketika tubuh mulai mengalami nyeri, kebas, atau kesemutan. Apalagi jika keluhan tersebut muncul berulang kali dan terasa menjalar ke…