Saraf Tertekan Jangan Dibiarkan, Kenali Peran Fisioterapi!
Aktivitas sehari-hari bisa terasa terganggu ketika tubuh mulai mengalami nyeri, kebas, atau kesemutan. Apalagi jika keluhan tersebut muncul berulang kali dan terasa menjalar ke…
Saat berbuka puasa, hal pertama yang masuk ke tubuh adalah minuman. Pilihan minuman ini ternyata bukan sekadar soal rasa tetapi juga tentang bagaimana tubuh merespons setelah berpuasa seharian. Banyak orang bertanya, apakah lebih baik minum air dingin atau air hangat ketika berbuka? Berikut penjelasan berdasarkan perspektif nutrisi dan kesehatan.
Setelah berpuasa selama belasan jam, tubuh mengalami dehidrasi ringan hingga sedang karena tidak mendapat cairan dari makanan atau minuman. Hidrasi yang baik menjadi salah satu kunci untuk membuat tubuh kembali berfungsi optimal setelah berpuasa termasuk membantu metabolisme, sirkulasi darah, dan pencernaan.
Minum air dingin saat berbuka bisa sangat menyegarkan, apalagi setelah beraktivitas di siang hari yang panas. Air dingin dapat membantu menurunkan suhu tubuh dengan cepat dan memberikan sensasi “segar” setelah menahan haus.
Namun, konsumsi air yang terlalu dingin secara langsung dalam jumlah banyak dapat memberi respons pada sistem pencernaan, seperti kontraksi di perut atau sensasi kurang nyaman, terutama jika perut masih kosong. Ini karena air es bisa memperlambat aliran darah ke saluran pencernaan sementara waktu.
Tips saat memilih air dingin:
Air hangat memiliki beberapa manfaat terutama bagi sistem pencernaan. Suhu yang lebih hangat membantu otot-otot lambung dan usus bekerja lebih lancar, sehingga proses pencernaan makanan yang masuk setelah buka puasa bisa lebih nyaman.
Selain itu, air hangat juga bisa membantu merilekskan tubuh setelah berpuasa, serta mengurangi risiko kram atau ‘kaget perut’ akibat perbedaan suhu.
Tips saat memilih air hangat:
Sebenarnya, air dingin dan air hangat dapat digunakan bergantian saat berbuka puasa, tergantung pada kebutuhan tubuh Anda:
Dengan cara ini, tubuh mendapatkan keseimbangan hidrasi tanpa membuat pencernaan terkejut oleh perubahan suhu yang ekstrem.
Selain air putih, beberapa minuman sehat yang bisa dipilih saat buka puasa antara lain:
Air putih tetap menjadi pilihan terbaik untuk buka puasa. Antara air dingin dan air hangat, masing-masing memiliki manfaat tersendiri. Air hangat cenderung lebih lembut untuk pencernaan, sedangkan air dingin memberi rasa segar setelah seharian berpuasa. Kuncinya adalah menyesuaikan pilihan dengan kenyamanan tubuh Anda, minum secara perlahan, dan tetap menjaga asupan cairan sepanjang malam agar hidrasi tetap optimal.
Jika Anda mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan pengobatan segera, Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan yang Anda butuhkan.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di:
0315921101
085233664118
Atau Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier di Jl. Raya Dharma Husada Indah No.26, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285
Aktivitas sehari-hari bisa terasa terganggu ketika tubuh mulai mengalami nyeri, kebas, atau kesemutan. Apalagi jika keluhan tersebut muncul berulang kali dan terasa menjalar ke…
Pernah merasakan nyeri yang menjalar dari leher ke lengan atau dari pinggang hingga kaki? Ditambah kesemutan, kebas, atau bagian tubuh terasa lebih lemah? Keluhan…
Sakit kepala yang muncul sesekali memang umum terjadi. Namun, jika keluhan sering kambuh, terasa semakin berat, atau disertai gejala lain seperti kesemutan, gangguan keseimbangan,…