Setelah Donor Darah, Apa yang Sebaiknya Dihindari?

Donor darah adalah tindakan sederhana yang dapat membantu menyelamatkan nyawa orang lain. Meski prosesnya relatif aman, tubuh tetap membutuhkan waktu untuk mengganti cairan dan komponen darah yang telah didonorkan. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang sebaiknya dihindari setelah donor darah agar proses pemulihan berjalan optimal.

Pantangan Setelah Donor Darah

  1. Hindari Aktivitas Fisik Berat

Setelah donor darah, sebaiknya jangan langsung melakukan olahraga intens, mengangkat beban berat, atau pekerjaan yang membutuhkan tenaga besar selama sekitar 12–24 jam. Aktivitas berat dapat meningkatkan risiko pusing, lemas, hingga perdarahan pada bekas suntikan.

  1. Jangan Mengonsumsi Alkohol dan Batasi Kafein

Alkohol maupun minuman berkafein dapat meningkatkan risiko dehidrasi setelah donor darah. Sebaiknya pilih air putih sebagai minuman utama agar tubuh lebih cepat mengganti cairan yang hilang.

  1. Tunda Merokok

Merokok segera setelah donor darah dapat memperburuk rasa pusing atau lemas karena memengaruhi aliran oksigen dalam tubuh. Sebaiknya hindari merokok setidaknya selama 1–2 jam setelah donor.

  1. Jangan Melepas Plester Terlalu Cepat

Biarkan plester pada bekas tusukan jarum tetap terpasang sesuai anjuran petugas kesehatan, umumnya selama 4–12 jam. Hal ini membantu mencegah perdarahan dan meminimalkan risiko memar.

Yang Sebaiknya Dilakukan Setelah Donor Darah

Selain menghindari beberapa hal di atas, lakukan langkah berikut untuk membantu pemulihan tubuh:

  • Perbanyak minum air putih untuk mengganti cairan yang hilang.
  • Konsumsi makanan bergizi, terutama yang kaya zat besi, seperti daging, ikan, bayam, atau kacang-kacangan.
  • Istirahat yang cukup agar tubuh memiliki waktu untuk memulihkan diri.
  • Jika merasa pusing, segera duduk atau berbaring hingga kondisi membaik.

Kapan Harus Mencari Pertolongan Medis?

Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila setelah donor darah Anda mengalami:

  • Pusing berat atau pingsan.
  • Perdarahan yang tidak berhenti pada bekas suntikan.
  • Nyeri dada atau sesak napas.
  • Demam atau tanda-tanda infeksi pada area bekas tusukan jarum.

Donor darah merupakan kegiatan yang aman dan bermanfaat, baik bagi penerima maupun pendonor. Dengan mengikuti anjuran setelah donor darah, proses pemulihan dapat berlangsung lebih nyaman sehingga Anda dapat kembali beraktivitas seperti biasa.

Jika Anda mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan pengobatan segera, Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan yang Anda butuhkan.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di:

0315921101
085233664118
Atau Anda bisa kunjungi Klinik Dharmahusada Premier di Jl. Raya Dharma Husada Indah No.26, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

Artikel terkait

Kunjungi Kami

Siap melayani kesehatan Anda

  • Jl. Raya Dharma Husada Indah No.26, Mojo, Kec. Gubeng, Kota Surabaya, Jawa Timur 60285
  • Senin – Jumat 07.00 – 21.00 · Sabtu 07.00 – 13.00 · Minggu & tanggal merah Tutup
  • (031) 5921101 · WhatsApp 0852 3366 4118