Persiapan Sebelum Hamil, Langkah Awal untuk Kehamilan Sehat!
Sedang merencanakan kehamilan bersama pasangan? Sebelum memasuki masa kehamilan, ada baiknya Bunda mulai mempersiapkan kondisi kesehatan sejak dini, ya! Persiapan ini bukan hanya tentang…
Napas bayi berbunyi tidak selalu menandakan bahaya. Namun, bunda harus tetap waspada, jika napas bayi berbunyi ditambah dengan bayi tampak lemas, sesak napas, batuk dan demam, Keadaan ini bisa jadi membutuhkan penanganan secepatnya.
Penyebab nafas bayi berbunyi dikarenakan saluran pernapasan dan paru-paru bayi masih perlu waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda dengan rahim. Ketika napas bayi berbunyi, para orangtua pasti khawatir, sebenarnya kondisi ini tidak berbahaya. Umumnya kondisi ini berlangsung selama beberapa minggu. Dan setelah ia semakin besar, bunyi napas ini akan mengilang dengan sendirinya.
Pada umumnya, napas bayi berbunyi merupakan hal yang normal. Penyebabnya adalah dikarenakan saluran pernapasan si bayi yang masih sempit dan bayi masih belum bisa batuk dan mengeluarkan lendir seperti anak anak dan orang dewasa.
Pada bayi yang baru lahir, lendir dalam hidung mudah menghambat aliran udara, sehingga terjadilah napas bayi berbunyi.
Berikut jenis suara yang normal terjadi pada bayi :
Mengi adalah napas yang tedengar seperti melengking dengan nada tinggi. Lain hal nya dengan bunyi yang seperti siulan yang normal, bayi dengan napas mengi cenderung akan mengalami sesak, lemas dan batuk batuk.
Bunyi napas mengi biasanya disebabkan oleh peradangan atau infeksi pada saluran napas.
Infeksi ini biasanya muncul dengan disertai demam dan batuk pilek.
Para orangtua diusahakan untuk menjaga udara di sekitar bayi agar tetap bersih dan lembab. Hindarkan bayi dari paparan polusi, misalnya asap rokok, asap pembakaran sampah, asap kendaraan bermotor dan parfum karena dapat mengganggu saluran pernapasannya.
Bunda usahakan menidurkan Si Kecil dalam posisi telentang ketika tidur. Usaha ini dilakukan untuk menghindari terjadinya sindrom kematian bayi mendadak (SIDS)
Ayah Bunda bisa mengeluarkan lendir dari hidung bayi dengan alat penghisap lendir kkhusus bayi. Alat ini berguna untuk membantu mengencerkan dahak atau lendirnya. Bunda bisa meneteskan beberapa tetes larutan saline atau air garam steril sebelum mengeluarkan lendirnya.
Semoga Bermanfaat.
Sedang merencanakan kehamilan bersama pasangan? Sebelum memasuki masa kehamilan, ada baiknya Bunda mulai mempersiapkan kondisi kesehatan sejak dini, ya! Persiapan ini bukan hanya tentang…
Sedang menjalani masa kehamilan? Selain menjaga asupan nutrisi dan rutin memeriksakan kondisi kehamilan, ada satu pemeriksaan yang tidak kalah penting, yaitu triple eliminasi. Pemeriksaan…
Tahukah Bunda? Beberapa penyakit infeksi dapat ditularkan dari ibu kepada bayi selama masa kehamilan hingga persalinan. Karena itu, pemeriksaan sejak dini menjadi bagian penting…