Persiapan Sebelum Hamil, Langkah Awal untuk Kehamilan Sehat!
Sedang merencanakan kehamilan bersama pasangan? Sebelum memasuki masa kehamilan, ada baiknya Bunda mulai mempersiapkan kondisi kesehatan sejak dini, ya! Persiapan ini bukan hanya tentang…
COVID-19 varian Omicron belakangan ini semakin ‘ngegas’ di Indonesia. Sama seperti varian COVID-19 lainnya, Omicron tak hanya menyerang orang dewasa, lansia, dan komorbid, tetapi juga bisa menyerang anak-anak, termasuk balita dan bayi.
Sebuah penelitian baru-baru ini menemukan bahwa ada salah satu gejala yang khas dari infeksi Omicron pada anak-anak, yaitu batuk parau atau croup. Berikut ini pembahasannya!
Para peneliti menemukan total 401 pasien anak di UGD yang didiagnosis batuk parau atau croup selama gelombang Delta, dan 107 selama gelombang Omicron. Selama lonjakan Omicron, kasus croup meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya.
Dalam studi sebelumnya yang diterbitkan pada 21 Desember 2021, peneliti menemukan bahwa 2,4 persen anak-anak berusia 13 tahun ke bawah yang dirawat di rumah sakit di satu daerah Afrika Selatan karena COVID-19 yang disebabkan oleh Omicron juga memiliki diagnosis batuk parau atau croup.
Batuk parau atau croup biasanya disebabkan oleh virus pernapasan parainfluenza. Ini terjadi ketika saluran udara bagian atas mengalami peradangan, sehingga sulit untuk bernapas. Karena anak-anak memiliki saluran udara yang lebih kecil daripada orang dewasa, ini lebih sering terjadi pada anak-anak.
Peradangan di kotak suara, tenggorokan, dan saluran bronkial ini menyebabkan anak mengalami batuk khas yang keras. Beberapa orang menyebut suara batuk ini seperti anjing laut yang menggonggong. Ketika anak bernapas, ia juga bisa mengeluarkan siulan bernada tinggi yang dikenal sebagai stridor.
Dalam beberapa kasus, gejala Omicron pada anak ini bisa hilang setelah sekitar lima hari. Namun, beberapa anak lainnya juga bisa mengalami yang lebih parah, sehingga gejalanya tidak hilang hanya dengan perawatan rumahan.
Selain batuk parau, ada beberapa gejala Omicron pada anak lainnya yang juga perlu diwaspadai, yaitu:
Gejala Omicron pada anak juga bisa mirip seperti gejala pada orang dewasa. Oleh karena itu, waspadai juga beberapa gejala berikut:
Batuk parau atau croup sebagai gejala Omicron pada anak tentu dapat membuat ibu khawatir. Namun, jika dokter menyatakan bahwa gejala infeksi yang dialami ringan hingga sedang, biasanya cukup dengan perawatan rumahan.
Berikut beberapa tips perawatan rumahan saat anak mengalami batuk parau akibat Omicron:
Itulah pembahasan mengenai gejala khas Omicron pada anak. Meski mungkin perlu penelitian lebih lanjut, saat ini diketahui bahwa batuk parau menjadi salah satu gejala khas yang perlu diwaspadai.
Jika anak terinfeksi COVID-19 varian Omicron, berdiskusilah dengan dokter untuk mendapatkan penanganan terbaik. Jika dokter meresepkan obat untuk diminum di rumah, download aplikasi Halodoc saja untuk cek kebutuhan obat dan vitamin anak dengan mudah.
Sedang merencanakan kehamilan bersama pasangan? Sebelum memasuki masa kehamilan, ada baiknya Bunda mulai mempersiapkan kondisi kesehatan sejak dini, ya! Persiapan ini bukan hanya tentang…
Sedang menjalani masa kehamilan? Selain menjaga asupan nutrisi dan rutin memeriksakan kondisi kehamilan, ada satu pemeriksaan yang tidak kalah penting, yaitu triple eliminasi. Pemeriksaan…
Tahukah Bunda? Beberapa penyakit infeksi dapat ditularkan dari ibu kepada bayi selama masa kehamilan hingga persalinan. Karena itu, pemeriksaan sejak dini menjadi bagian penting…