Persiapan Sebelum Hamil, Langkah Awal untuk Kehamilan Sehat!
Sedang merencanakan kehamilan bersama pasangan? Sebelum memasuki masa kehamilan, ada baiknya Bunda mulai mempersiapkan kondisi kesehatan sejak dini, ya! Persiapan ini bukan hanya tentang…
Bayi susah makan tentu saja hal itu membuat para ibu merasa tidak tenang.Penyebab bayi tidak mau makan bisa berasal dari berbagai faktor. Untuk mengatasinya, Anda perlu mengetahui penyebab umum bayi susah makan karena kondisi ini ditakutkan dapat membuat kebutuhan gizi bayi tidak tercukupi dengan baik.
Berikut adalah beberapa penyebab bayi susah makan dan cara mengatasinya:
Tumbuh gigi adalah penyebab paling sering bayi kehilangan nafsu makan.Rasa nyeri di gusi anak biasanya akan bertambah ketika ia makan langsung atau minum dari botol. Jadi wajar saja kalau ia merasa tidak nyaman makan saat tumbuh gigi.Pada saat tumbuh gigi, gusi anak akan bengkak dan menyebabkannya susah makan.
memilih-milih makanan atau fase picky eating merupakan salah satu penyebab bayi susah makan yang paling umum terjadi. Kemungkinan bayi masih merasa asing dengan rasa atau tekstur dari makanan yang baru diperkenalkan sehingga menolak untuk diberi makan.Memperkenalkan jenis makanan baru kepada si kecil memang butuh waktu, kadang beberapa hari, minggu, bahkan bulan.Selain itu bisa juga bayi menolak makan karena belum siap untuk makan makanan padat, atau tidak selera.
Ketika mengalami diare, bayi dapat mengalami demam, muntah, lemas, susah makan, atau kurang mau menyusu dan bunda harus mencukupi kebutuhan cairan tubuhnya dengan memberikannya ASI atau susu formula serta air putih lebih sering untuk mencegah dehidrasi.Namun, jika hal itu terajadi dalam waktu yang cukup lama sebaiknya segera periksakan kondisinya ke dokter
Hampir 88% bayi mengalami problem alergi makanan dengan gejala gatal, diare, muntah, atau sakit perut sampai masalah pernapasan serta pembengkakan pada wajah atau area tubuh lain. Beberapa makanan yang berisiko memicu alergi mencakup susu, gandum, kacang-kacangan,dan kerang-kerangan.
Sedangkan intoleransi makanan lebih sering terjadi daripada alergi makanan.Gejalanya bisa berupa kembung, perut terasa penuh, dan sakit perut ringan. Kondisi ini bahkan bukan hanya mengakibatkan bayi susah makan tapi juga menjadikannya lebih rewel.
Sekitar 2 dari 5 bayi akan menderita kolik atau penyakit menangis secara terus menerus tanpa penyebab yang jelas.Saat bayi terus menerus menangis, maka akan terjadi refluks, gumoh atau muntah karena kembung.Tetapi jika bayi menunjukkan gejala seperti muntah, diare, demam, penurunan berat badan, atau buang air besar berdarah. Ini bukan merupakan gejala kolik umum dan bisa menjadi pertanda penyakit lain.
Ciptakan suasana makan yang menyenangkan: Ciptakan suasana makan yang menyenangkan agar si Kecil tidak menghindari aktivitas tersebut. Untuk bisa membuat waktu makan menjadi dinanti-nanti, Anda bisa mengajak bayi makan sambil bermain.
Sedang merencanakan kehamilan bersama pasangan? Sebelum memasuki masa kehamilan, ada baiknya Bunda mulai mempersiapkan kondisi kesehatan sejak dini, ya! Persiapan ini bukan hanya tentang…
Sedang menjalani masa kehamilan? Selain menjaga asupan nutrisi dan rutin memeriksakan kondisi kehamilan, ada satu pemeriksaan yang tidak kalah penting, yaitu triple eliminasi. Pemeriksaan…
Tahukah Bunda? Beberapa penyakit infeksi dapat ditularkan dari ibu kepada bayi selama masa kehamilan hingga persalinan. Karena itu, pemeriksaan sejak dini menjadi bagian penting…